Tahir: Perbedaan revisi

15 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
Tahir menerima tawaran [[University of California]], Berkeley dan Universitas Pancasila sebagai Majelis Wali Amanat, organ pengawas perguruan tinggi. Ia menyumbang kepada National University of Singapore (NUS) sebesar seperempat triliun rupiah. Donasi itu ia baktikan pada kesinambungan riset pada lembaga pengembangan ilmu kedokteran di NUS<ref>{{cite news|last=Gooch|first=Liz|title=Indonesian Acts in 'Giving Back to Society'|url=http://www.nytimes.com/2012/03/19/world/asia/19iht-eductahir19.html?pagewanted=all&_r=0|accessdate=20 January 2014|newspaper=The New York Times|date=March 18 2012}}</ref> .
 
SampaiPada saat ini (kapan?)2014, ia sudah mengucurkan dana USD 3,27 juta dalam rangka pemberian beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu yang tersebar di sepuluh perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Untuk bantuan di pendidikan menengah se-nusantara, Tahir membeli 10.000 komputer jinjing (laptop) dengan total nilai USD 3 juta bagi lima bintang kelas teratas yang berasal dari keluarga tidak mampu. Ia juga memberi beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswa Peking University dan Haas School of Business yang berasal dari Asia Pasifik.
 
Istrinya, Rosy Riady juga menggagas sociopreneur, wirausaha yang berorientasi sosial dengan membuka outlet barang bekas di bilangan Jakarta Pusat. Outlet itu bernama h2h yang merupakan singkatan dari helping 2nd hand. Sesuai namanya, hasil penjualan barang didekasikan langsung bagi pemenuhan SPP siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Pengguna anonim