Buka menu utama

Perubahan

 
== Ortografi ==
Sebelum abad kedua puluh, bahasa Melayu ditulis menggunakan aksara yang dimodifikasi dari [[aksara Arab]] yang dikenal sebagai [[Huruf Jawi]]. (Lihat [[Prasasti Terengganu]]) Setelah abad dua puluh, bahasa Melayu ditulis menggunakan [[huruf Latin]], dikenal sebagai Rumi, dan penggunaan hurudhuruf Latin ini telah hampir menggantikan huruf Jawi secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari. Romanisasi pada awalnya digunakan di [[Malaya Britania|Malaya]] (kini bagian dari [[Malaysia]]) dan [[Hindia Belanda]] (kini [[Indonesia]]). Hal ini menunjukkan kedua negara tersebut merupakan bekas jajahan [[Kerajaan Britania|britania]] dan [[Belanda]].
 
Dalam bahasa Indonesia, huruf vokal ''u'' pada awalnya dilambangkan dengan ''oe'', seperti halnya dalam [[Bahasa Belanda]]. Perubahan resmi ''oe'' menjadi ''u'' dilakukan pada tahun 1947. Hal serupa juga terjadi di Malaysia, sampai tahun 1972, huruf konsonan ''c'' di Malaysia dilambangkan dengan ''ch'', sedangkan Indonesia mengikuti Belanda yang menggunakan ''tj''. Sehingga kata ''cucu'' di Malaysia dulu ditulis ''chuchu'' dan di Indonesia ditulis ''tjoetjoe'', sampai akhirnya sistem Ejaan Yang Disempurnakan diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1972, yang mengganti ''tj'' dengan ''c''.