Aboebakar Atjeh: Perbedaan revisi

5 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Prof. Dr. KH. '''Aboebakar Atjeh''' (atau '''Abubakar Aceh''' atau '''Abu Bakar Aceh''' atau '''Hadji Aboebakar''') adalah cendekiawan terkenal dari [[Aceh]] sekaligus penulis buku-buku keagamaan, filsafat dan kebudayaan. Lahir dengan nama Aboebakar pada [[18 April]] [[1909]] di Peureumeu, Kabupaten [[Aceh Barat]], dari pasangan ulama. Ayahnya adalah Teungku Haji Syekh Abdurahman, imam Masjid Raya Kutaradja (sekarang lebih sering disebut sebagai [[Masjid Raya Baiturrahman]]). Ibunya bernama Teungku Hajjah Naim. Aboebakar Atjeh meninggal pada [[18 Desember]] [[1979]] di [[Jakarta]], dan dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta.
 
Tambahan “Atjeh” di belakang namanya merupakan pemberian [[Presiden SukarnoSoekarno]] yang kagum akan keluasan ilmu putra Aceh ini. “Ensiklopedia Berjalan” adalah sebutan teman-temannya tentang hakikat ilmu pengetahuannya.
 
Nama Aboebakar Atjeh masuk dalam buku ''Seratus Tokoh Islam yang Paling Berpengaruh di Indonesia'' yang ditulis oleh Shalahuddin Hamid dan Iskandar Ahza.