Buka menu utama

Perubahan

308 bita ditambahkan, 4 tahun yang lalu
== II. '''Sri Magada Nata / Arya Yasan / Sirarya Ngurah Tabanan I, Raja Tabanan II ''' ==
 
Beliau diutus oleh Dalem ( Raja Bali ) ke [[Majapahit]] untuk menyelidiki terhentinya komunikasi dengan Dalem. Setelah sampai di Majapahit, beliau sangat terkejut, menyaksikan keadaan kerajaan yang kacau balau, karena pengaruh Agama Islam mulai masuk. Beliau kembali ke Pucangan ( Bali ), setelah sampai di Pucangan, beliau sangat kecewa, karena adik perempuannya yang bernama Nyai Luh Tegeh Kori dikawinkan dengan Kiayi Asak dari Kapal oleh Dalem, tanpa sepengetahuan dan persetujuan beliau. Karena sangat kecewa beliau meletakan jabatan dan sebagai raja diserahkan pada putranya Sirarya Ngurah Langwang. Selanjutnya beliau menjalani kehidupan rohani di Kubon Tingguh dan kawin lagi dengan putri dari Ki Bendesa Pucangan, yang kemudian melahirkan putra laki-laki yang bernama Ki Gusti Ketut Pucangan atau Sirarya Notor Wandira, yang mana selanjutnya Sirarya Notor Wandira yang kemudian di peras oleh pamannya sendiri yaitu Kyai Tegeh ( Arya Kenceng Tegeh Kori yang berpuri di tegal badung dengan nama Puri tegeh kori bukan Benculuk Tegeh Kori ) dan berubah nama menjadi Kyai Nyoman Tegeh menjadi Raja Badung dan menurunkan pratisentana ( keturunan ) Arya Kenceng di Badung. seperti :Puri Pemecutan,Puri kesiman <dsb ,dan yang paling terakhir adalah Puri Denpasar
 
Sri Megada Nata mempunyai putera :
Pengguna anonim