Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 5 tahun yang lalu
== Riwayat Hidup ==
[[Berkas:Plaque Gabriel Marcel, 21 rue de Tournon, Paris 6.jpg|thumb|left|200px|Batu Nisan Gabriel Marcel]]
Marcel dilahirkan pada tahun 1889 di [[Paris]].<ref name="Harun"/> <ref name="Bertens">{{id}} Karl Bertens., ''Filsafat Barat Kontemporer - Perancis'', Jakarta: Gramedia, 2001</ref> Karl Bertens menyatakan bahwa ayahnya seorang [[Katolik]] dan ibunya keturunan [[Yahudi]],<ref name="Bertens" /> namun sebuah biografi oleh AdréAndré-Pierre Bizien menyatakan bahwa ayahnya merupakan seorang diplomat agnostik.<ref>http://suite101.fr/article/gabriel-marcel-biographie-dun-philosophe-artiste-aimant-dieu-a27268 Biographie de Gabriel Marcel par Adré-Pierre Bizien</ref> Kematian ibu kandungnya membuat Marcel hidup dalam ketidakbahagiaan, karena ayahnya menikah lagi.<ref name="Bertens" /> Namun berkat kunjungannya ke luar negeri ([[Jerman]] dan [[Italia]]) menjadikan dia berpikir terbuka sejak semula menjadi filsuf.<ref name="Bertens" /> Ia mendapatkan gelar [[sarjana]] dalam filsafat pada tahun 1910 di [[Universitas Sorbonne]] pada usia 20 tahun.<ref name="Harun" /> Pada awalnya ia tertarik dengan [[idealisme]] dan menolah [[positivisme]], namun kemudian mengikuti [[eksistensialisme]].<ref name="Harun"/>
 
Ia mengajar di perbagai Lycees secara berpindah-pindah; Vendome (1911-1912), [[Paris]] (1915-1918, 1939-1941), Sens (1919-1922) dan di [[Montpellier]] (1941) yang tidak diduduki tentara [[Jerman]] di wilayah selatan.<ref name="Bertens"/> Lalu pada masa [[Perang Dunia I]] dia bekerja di [[Palang Merah]], dalam tugas pencarian orang-orang hilang, dia memiliki pandangan bahwa manusia kongkret tidak bisa disamakan dengan data yang terdapat dalam [[arsip]], [[formulir]], atau surat resmi lainnya.<ref name="Bertens"/> Pada tahun 1919 ia menikahi Jacqueline Boegner, kemenakan pendeta Boegner yang terkenal sebagai tokoh gerakan [[Oikumene]].<ref name="Bertens"/> Melalui pencarian yang panjang, akhirnya Marcel masuk [[Katolik]] pada tahun 1929.<ref name="Bertens"/> Di sini dia bertemu dengan penulis [[drama]] bernama Francois Mauriac.<ref name="Bertens"/> Mungkin hal inilah yang menyebabkan Marcel menolak sistematisasi dalam karya-karyanya.<ref name="Bertens"/> Marcel juga menulis karya-karya dalam bentuk drama sangat banyak jumlahnya.<ref name="Bertens"/>
92

suntingan