Parasetamol: Perbedaan revisi

4 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
(Membalikkan revisi 8131461 oleh Teguhiw (bicara))
Karena pohon ''sinkona'' semakin berkurang pada [[1880-an]], sumber alternatif mulai dicari. Terdapat dua agen antipiretik yang dibuat pada 1880-an; [[asetanilida]] pada 1886 dan [[fenasetin]] pada 1887. Pada masa ini, parasetamol telah disintesis oleh [[Harmon Northrop Morse]] melalui pengurangan [[4-nitrofenol|p-nitrofenol]] bersama timah dalam [[asam asetat]] gletser. Biarpun proses ini telah dijumpai pada tahun 1873, parasetamol tidak digunakan dalam bidang pengobatan hingga dua dekade setelahnya. Pada 1893, parasetamol telah ditemui di dalam [[air kencing]] seseorang yang mengambil fenasetin, yang memekat kepada hablur campuran berwarna putih dan berasa pahit. Pada tahun 1899, parasetamol dijumpai sebagai metabolit asetanilida. Namun penemuan ini tidak dipedulikan pada saat itu.
 
Pada 1946, Lembaga Studi Analgesik dan Obat-obatan Sedatif telah memberi bantuan kepada Departemen Kesehatan New York untuk mengkaji masalah yang berkaitan dengan agen analgesik. [[Bernard Brodie]] dan [[Julius Axelrod]] telah ditugaskan untuk mengkaji mengapa agen bukan [[aspirin]] dikaitkan dengan adanya ''[[methemoglobinemia]]'', sejenis keadaan [[darah]] tidak berbahaya. Di dalam tulisan mereka pada 1948, Brodie dan Axelrod mengaitkan penggunaan asetanilida dengan ''methemoglobinemia'' dan mendapati pengaruh analgesik asetanilida adalah disebabkan metabolit parasetamol aktif. Mereka membela penggunaan parasetamol karena memandang bahan kimia ini tidak menghasilkan racun asetanilida.....
 
== Penggunaan ==
Pengguna anonim