Jawa Barat: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
 
=== Penduduk ===
Mayoritas penduduk Jawa Barat adalah [[Suku Sunda]], yang bertutur menggunakan [[Bahasa Sunda]]. Di [[Kabupaten Cirebon]], [[Kota Cirebon]] dan [[Kabupaten Kuningan]] dituturkan bahasa Jawa [[dialek Cirebon]], yang mirip dengan [[Bahasa Banyumasan]] dialek [[Brebes]]. Di daerah perbatasan dengan DKI Jakarta seperti sebagian [[Kota Bekasi]], Kecamatan [[Tarumajaya, Bekasi|Tarumajaya]] dan [[Babelan, Bekasi|Babelan]] ([[Kabupaten Bekasi]]) dan [[Kota Depok]] [[bagian]] utara dituturkan [[Bahasa Betawi|bahasa Melayu dialek Betawi]]. Jawa Barat merupakan wilayah berkarakteristik kontras dengan dua identitas; masyarakat urban yang sebagian besar tinggal di wilayah JABODETABEK (sekitar Jakarta) dan masyarakat tradisional yang hidup di pedesaan yang tersisa.Pada tahun 2002, populasi Jawa Barat mencapai 37.548.565 jiwa, dengan rata-rata kepadatan penduduk 1.033 jika/km persegi. Dibandingkan dengan angka pertumbuhan nasional (2,14% per tahun), Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat terendah, dengan 2,02% per tahun.
 
Penggunaan bahasa daerah kini mulai dipromosikan kembali. Sejumlah stasiun televisi dan radio lokal kembali menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada beberapa acaranya, terutama berita dan talk show, misalnya [[Bandung TV]] memiliki program berita menggunakan [[Bahasa Sunda]] serta Cirebon Radio yang menggunakan ragam [[Bahasa Cirebon|Bahasa Cirebon Bagongan maupun Bebasan]]. Begitu pula dengan media massa cetak yang menggunakan bahasa sunda, seperti majalah [[Manglé]] dan majalah Bina Da'wah yang diterbitkan oleh Dewan Da'wah Jawa Barat.
Pengguna anonim