Pelahap Maut: Perbedaan revisi

128 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di zaman + pada zaman))
 
== Latar belakang dan peranan ==
[[Berkas:Nuremberg laws.jpg|thumb|Tabel perbedaan antara orang [[Bangsa Yahudi|Yahudi]], [[Bangsa Jerman|Jerman]], "darah campuran: kelas pertama" and "darah campuran: kelas kedua", digunakan di masa [[Nazi Jerman]] sama dengan klasifikasi "darah murni", "darah campuran" dan "darah lumpur"/"Kelahiran Muggle" dalam Harry Potter. [[Eugenika|Kemurnian darah]] adalah basis perjuangan Pelahap Maut.]]
Cikal bakal Pelahap Maut adalah murid-murid Slytherin yang bersekolah pada zaman yang sama dengan [[Lord Voldemort|Tom Riddle]] muda. Jika dianalisis, ideologi mereka adalah [[Eugenika|supremasi rasial]] (penyihir darah murni), yang di dunia nyata serupa dengan pemerintahan [[Nazi]] Jerman atau kelompok-kelompok teroris dengan ideologi serupa seperti [[Ku Klux Klan]]. Mereka mulai aktif sekitar [[Alur waktu dalam seri Harry Potter|awal dekade 1970-an]]. Modus operandinya antara lain [[teror]], penyerangan, penculikan disertai penyiksaan, dan [[pembunuhan]] lawan-lawan mereka, terutama anggota [[Orde Phoenix]] dan simpatisan-simpatisannya. Selain penyihir, kaum [[Muggle]] juga kerap menjadi sasaran. Pada saat itu, [[Kementerian Sihir]], otoritas tertinggi komunitas sihir terkesan tidak berdaya dan tidak mampu memberantas para Pelahap Maut. Hal ini diperparah oleh banyaknya agen-agen Pelahap Maut di Kementerian dan aparatur Kementerian yang korup dan dapat dikatakan tidak kompeten (sebagai contoh, jumlah Auror yang kurang). Sehingga, komunitas sihir praktis hidup dalam teror dan ketakutan.
 
Mereka umumnya memakai topeng, berjubah hitam, dan berkerudung hitam. Pada film ''[[Harry Potter and the Goblet of Fire]]'' mereka diperlihatkan memakai penutup kepala dengan ujung atas yang runcing seperti anggota kelompok teroris rasial [[Ku Klux Klan]], bedanya Pelahap Maut berwarna hitam. Mereka juga memiliki tanda khusus - Tanda Kegelapan, yang dibakarkan di lengan mereka. Tanda ini dapat digunakan untuk memanggil Voldemort, dan sebaliknya. Menjadi seorang Pelahap Maut berarti pelayanan seumur hidup kepada Lord Voldemort. Jika mencoba keluar atau berkhianat, konsekuensinya adalah mati (seperti yang terjadi pada [[Regulus Black]]{{HP7}} dan [[Igor Karkaroff]]{{HP6}}).
Ketika Voldemort kembali berkuasa pada tahun keempat Harry di [[Hogwarts]], ternyata masih banyak pengikut setianya yang kembali padanya. Dan setahun berikutnya, terjadi pelarian besar-besaran dari [[Azkaban]], dan para pelarian ini kembali bergabung dengan tuannya untuk menebarkan teror. Ketika terjadi pertempuran di Departemen Misteri, ada beberapa Pelahap Maut yang berhasil ditangkap, seperti [[Lucius Malfoy]], tetapi masih banyak pula yang berhasil melarikan diri.
 
Di [[Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran]], Pelahap Maut kembali meneror dunia sihir dengan membunuh banyak orang, terutama figur-figur penting seperti Amelia Bones dan Emmeline Vance. Mereka jugalah yang menyerang dan merobohkan sebuah jembatan di awal cerita, menewaskan banyak [[Muggle]]. Pelahap Maut juga merekrut beberapa makhluk lain untuk mendukung kampanye teror mereka, umumnya makhluk-makhluk yang "terpinggirkan" oleh komunitas sihir seperti [[Dementor]], manusia serigala (seperti [[Fenrir Greyback]]), dan raksasa. Banyak dari mereka mau menjadi simpatisan Pelahap Maut karena dijanjikan "kebebasan", "persamaan hak", dan lain sebagainya, persis seperti modus perekrutan [[Terorisme|teroris]] di dunia [[Muggle]] (dunia kita, dunia nyata). Para Pelahap Maut kembali kabur dari [[Azkaban]] dan kemudian menyerbu [[Hogwarts]] pada akhir tahun keenam Harry. Mereka diselundupkan oleh [[Draco Malfoy]] melalui Kamar Kebutuhan. Sekali lagi mereka berhasil lolos setelah Snape membunuh Dumbledore (yang ternyata sudah direncanakan Dumbledore sebelumnya{{HP7}}).
 
Pada buku ketujuh, para Pelahap Maut semakin aktif menebarkan teror. Bahkan, mereka kemudian berhasil [[kudeta|menguasai]] Kementerian Sihir dan Sekolah [[Hogwarts]]. Banyak dari mereka yang kemudian ditunjuk sebagai pejabat-pejabat penting Kementerian, di bawah pimpinan Menteri Sihir Pius Thicknesse, mantan Kepala Departemen Penegakan Hukum Sihir yang berada di bawah pengaruh Kutukan Imperius. Di Hogwarts, mereka menempatkan Severus Snape sebagai Kepala Sekolah (yang kemudian terbukti sebagai agen ganda dan lebih setia kepada [[Albus Dumbledore|Dumbledore]]), dan kakak beradik Amycus dan Alecto Carrow sebagai Guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam (kemudian menjadi Ilmu Hitam) dan Telaah Muggle, yang dijadikan pelajaran wajib pada rezim teror ini, yang digunakan untuk menyebarkan [[propaganda]] anti-Muggle.
 
== Kejatuhan ==
Pertempuran Hogwarts ([[2 Mei]] [[1998]]), menandai kejatuhan dan akhir petualangan Lord Voldemort dan Pelahap Mautnya. Mereka mengalami kekalahan besar dalam pertempuran tersebut (banyak di antara mereka yang tewas), sementara Lord Voldemort sendiri tewas dalam duel terakhir melawan Harry Potter. Setelah itu, banyak dari mereka yang ditangkap dan dipenjarakan di [[Azkaban]], sementara yang lainnya melarikan diri dan atau bersembunyi (kemungkinan hingga ke luar negeri). Kemungkinan lain, beberapa dari mereka telah [[Eksekusi kilat|dieksekusi]] oleh rakyat sihir atau oknum-oknum petugas Kementerian yang sudah marah atas sepak terjang mereka ketika mencoba meloloskan diri, terutama pada hari-hari pertama pasca pertempuran tersebut, meskipun tindakan ini tentu saja merupakan tindakan [[Main hakim|main hakim sendiri]]. Hanya keluarga Malfoy yang mendapat pengampunan dan amnesti dari Kementerian. JK Rowling menambahkan, bahwa Tanda Kegelapan yang berada di tangan para pelahap maut memudar setelah kekalahan Voldemort.
 
== Para Pelahap Maut ==
1.092

suntingan