Abdullah bin Abdul Muththalib: Perbedaan revisi

k
kurangi over wikifisasi, rapikan, samakan ejaan
k (Naval Scene memindahkan halaman Abdullah Ibn Abdul Muthalib ke Abdullah bin Abdul Muththalib: di Wikipedia bahasa Indonesia digunakan ''bin'', bukan ''ibn'')
k (kurangi over wikifisasi, rapikan, samakan ejaan)
[[FileBerkas:Temple of Bel, Palmyra 15.jpg|thumbnail|right|300px|SyriaSyam, temppattempat Abdullah meninggal saat melakukan perjalanan dagang]]
'''Abdullah bin SyaibahAbdul Muththalib''' ([[bahasa arab]]: {{lang-ar|عبدالله بن شيبةعبد المطلب}}), atau lebih'''Abdullah dikenalbin denganSyaibah''' Abdullah(عبدالله binبن Abdul-Muthalibشيبة), adalah [[ayah]] dari [[Nabi Muhammad]] yang merupakan [[anak]] terkecil dari sepuluh ber[[saudara]]bersaudara.<ref name=a> Shadily, Hassan.''Ensiklopedia Indonesia''.Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.Hal 53</ref><ref name=c>{{cite web |url=http://triguna.kurikulum.org/_b.php?_b=info&id=30498 |title=Abdullah bin Syaibah |publisher=Triguna Web |accessdate=26 Mei 2014}}</ref> [[Istri]] atau [[ibu]]nyaibunya Nabi Muhammad bernama [[Aminah]] binti [[Wahab]].<ref name=a/> Dari perkawinannya ini,dia ia hanya memiliki satu anak saja, yaitu Muhammad.<ref name=b> Nasution, Harun (1992).''Ensiklopedi Islam Indonesia''.Jakarta:Djambatan. Hal 17</ref> Abdullah meninggal dunia dalam perjalanan [[dagang]] ke [[SyiriaSyam]], yakni sewaktu [[Rasul]]Muhammad masih dalam [[kandungan]] sang ibu.<ref name=a/> Dia meninggal saat [[usia]]nyausianya mencapai 25 [[tahun]], lahir di tahun [[545]] dan meninggal tahun [[570]].
 
 
'''Abdullah bin Syaibah''' ([[bahasa arab]]: عبدالله بن شيبة) atau lebih dikenal dengan Abdullah bin Abdul-Muthalib adalah [[ayah]] dari [[Nabi Muhammad]] yang merupakan [[anak]] terkecil dari sepuluh ber[[saudara]].<ref name=a> Shadily, Hassan.''Ensiklopedia Indonesia''.Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve.Hal 53</ref><ref name=c>{{cite web |url=http://triguna.kurikulum.org/_b.php?_b=info&id=30498 |title=Abdullah bin Syaibah |publisher=Triguna Web |accessdate=26 Mei 2014}}</ref> [[Istri]] atau [[ibu]]nya Nabi Muhammad bernama [[Aminah]] binti [[Wahab]].<ref name=a/> Dari perkawinannya ini,dia hanya memiliki satu anak saja, yaitu Muhammad.<ref name=b> Nasution, Harun (1992).''Ensiklopedi Islam Indonesia''.Jakarta:Djambatan. Hal 17</ref> Abdullah meninggal dunia dalam perjalanan [[dagang]] ke [[Syiria]], yakni sewaktu [[Rasul]] masih dalam [[kandungan]] sang ibu.<ref name=a/> Dia meninggal saat [[usia]]nya mencapai 25 [[tahun]], lahir di tahun [[545]] dan meninggal tahun [[570]].
 
 
== Genealogi ==
</nowiki> </center>
 
Dalam huruf latin, 'Abdullah bin [[Syaibah bin Hâsyim|'Abdul- Muththalib]] bin [[Hâsyim bin Abdul-Manâf|Hasyim (Amr)]] bin [['Abd al-Manâf bin Qushay|AbdulAbdu Manaf (alAl-MughiraMughirah)]] bin [[Qushay bin Kilab|Qushay (Zaid)]] bin Kilab bin Murrah bin Ka`b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.<ref name=c/>
 
==Perjalanan hidup==
Kelahiran Abdullah merupakan [[periode]] kelima dari periode perhitungan Arab di zaman [[zaman jahiliyahJahiliyyah]], bahkan bisa dikatakan bahwa waktu kelahirannya bersamaan dengan waktu penggalian [[sumur]] [[zam-zamZamzam]].<ref name=d> Al-Mahlawi, Hanafi (2002).''Harum Semerbak Tempat=Tempat yang Dikujungi Rasulullah SAW''.Jakarta:Ufuk Press.Terj. Al-Amakin Al-Masyurah.Hal 126</ref> Ketika menikah dengan Aminah, usianya kira-kira baru mencapai 24 tahun, sedang sang ayah sudah tujuh puluh tahun yang mana ketika itu [[Abrahah]] menyerang [[kota]] [[Mekkah]] dan berusaha menghancurkan [[Ka'bah]].<ref name=d/>
 
Sebelum menikah, Abdul Muththalib membawanya ke [[kawasan]] [[Bani Zuhrah]] untuk menemui Wahab bin Manaf bin Zuhrah, ayah dari Aminah yang juga menjadi pemimpin kaumnya yang terpandang serta berpengaruh.<ref name=d/> Setelah itu, barulah mereka menyampaikan [[lamaran]].<ref name=d/> Namun, sebagian [[ahli]] [[sejarah]] berberdaberbeda pendapat mengenai hal ini, mereka mengatakan bahwa AbdulAbdullah ketika itu tidak pergi ke [[rumah]] Wahab, melainkan ke rumah [[Ahyab]] ([[paman]]) karena kala itu ayahnyaayah Aminah sudah meninggal [[dunia]].<ref name=d/>
Kelahiran Abdullah merupakan [[periode]] kelima dari periode perhitungan Arab di [[zaman jahiliyah]], bahkan bisa dikatakan bahwa waktu kelahirannya bersamaan dengan waktu penggalian [[sumur]] [[zam-zam]].<ref name=d> Al-Mahlawi, Hanafi (2002).''Harum Semerbak Tempat=Tempat yang Dikujungi Rasulullah SAW''.Jakarta:Ufuk Press.Terj. Al-Amakin Al-Masyurah.Hal 126</ref> Ketika menikah dengan Aminah, usianya kira-kira baru mencapai 24 tahun, sedang sang ayah sudah tujuh puluh tahun yang mana ketika itu [[Abrahah]] menyerang [[kota]] [[Mekkah]] dan berusaha menghancurkan [[Ka'bah]].<ref name=d/>
 
Sebelum menikah, Muththalib membawanya ke [[kawasan]] [[Bani Zuhrah]] untuk menemui Wahab bin Manaf bin Zuhrah, ayah dari Aminah yang juga menjadi pemimpin kaumnya yang terpandang serta berpengaruh.<ref name=d/> Setelah itu, barulah mereka menyampaikan [[lamaran]].<ref name=d/> Namun, sebagian [[ahli]] [[sejarah]] berberda pendapat mengenai hal ini, mereka mengatakan bahwa Abdul ketika itu tidak pergi ke [[rumah]] Wahab, melainkan ke rumah [[Ahyab]] ([[paman]]) karena kala itu ayahnya Aminah sudah meninggal [[dunia]].<ref name=d/>
 
 
== Lihat pula ==
25.236

suntingan