Batik Minahasa: Perbedaan revisi

400 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
{{tidak dirapikan|d=22|m=07|y=2014|i=14|ket=}}
[[Batik]] [[Minahasa]] adalah kain batik yang menggunakan motif tradisional dari wilayah Minahasa. Kain batik sendiri adalah kain yang diproses dengan cara membatik, yaitu proses pembuatanmembuat motif pada kain dengan melakukan perintang warna menggunakan lilin atau malam. Dengan proses batik ini, lalu diangkatlah motif-motif ragam hias bangsa Minahasa yang ternyata sudah ada jauh sebelum kerajaan-kerajaan di Nusantara bertahta.
Salah satu sumber ragam hias batik Minahasa adalah [[Waruga]]. Kehadiran waruga sebagai satu budaya Minahasa sudah sangat lama dan kuno sekali. Menurut penelitian para arkeolog dari [[Balai Arkeologi]], waruga sudah ada sejak 400 Tahun sebelum Masehi. Proses penentuan usia waruga dilakukan dengan menggunakan karbon aktif sehingga dapat ditentukan secara ilmiah kapan waruga itu dibuat.
Cara yang lain adalah dengan absolut dating yakni dengan cara menganalisa dan mencari keterangan ilmiah dari benda-benda yang terkait waruga tersebut. Seperti melihat usia keramik-keramik cina yang terdapat pada waruga.
Dengan melihat hal tersebut maka Waruga sebagai situs sejarah bangsa Minahasa dengan jelas menjadi rujukan bagi orang Minahasa dalam melihat hal-hal di masa yang lalu. Di antaranya adalah ragam hias yang terdapat pada waruga yang ternyata sangat kaya dan sangat indah bentuknya. Dari sinilah maka rumah batik seperti Wale Batik Minahasa memproduksi kain batik dengan memindahkan sejumlah ragam hias yang mewakili perasaan masyarakat Minahasa ke dalam sebuah kain.
 
==Sumber Motif Hias==
Paling kurang terdapat lima ragam hias yang terdapat pada waruga
Salah satu sumber ragam hias batik Minahasa adalah [[Waruga]], yaitu kubur khas wilayah setempat. Kehadiran waruga sebagai satu budaya Minahasa sudah sangat lama dan kuno sekali. Menurut penelitian para [[arkeologi|arkeolog]] dari [[Balai Arkeologi]], waruga sudah ada sejak 400 Tahuntahun sebelum Masehi. Proses penentuan usia waruga tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda pertanggalan karbon, aktifjuga sehinggadengan dapatmembandingkan ditentukandengan secarausia ilmiahkeramik-keramik kapan[[Tiongkok]] warugayang terdapat pada itukubur dibuattersebut.
ini.
Pada waruga didapati berbagai ragam hias yang khas, antara lain adalah manusia kangkang.
 
[[Berkas:Waruga1.jpg|thumb|Waruga dengan motif hias manusia kangkang.]]
1.  Ragam hias'' tonaas. ''Ragam hias ini terbagi dua, yaitu:
 
==Ragam Hias==
a. ''Tonaas ang kayobaan''. adalah ''tuama'' atau lelaki kuat yang bisa menguasai makhluk hidup yang lain.
 
Paling kurang terdapat lima ragam hias yang terdapat pada waruga.
Dengan proses stilasi maka diperoleh gambar seperti di bawah ini:
 
1.  Ragam hias'' tonaas. '''Tonaas'''''. Ragam hias ini terbagi dua, yaitu:
b. ''Tuama''
a. '''''Tonaas ang kayobaan''.''' adalahyaitu ''tuama'' atau lelaki kuat yang bisa menguasai makhluk hidup yang lain.
b. '''''Tuama loor/leos ''''' adalah gambaran seorang pria yang kuat dan baik.pula digambarkan berbentuk [[manusia kangkang]] sebagai simbol manusia yang polos apa adanya.
 
2.  Ragam has ''tarawesan'''Tarawesan paredey, ''''' adalah merupakan simbol dari gelombang kehidupan yang datang dari dua arah, yakni dari atas dan dari bawah. Motif ini secara berurutan membentuk motifberbentuk geometris (''pakarisan'') yang disebut ''tarawesan paredey'' atau garis berulang berbaris.
 
cantik3. '''''Ma’sungkulan'''''. Ragam hias ini sebagian berbentuk kembang teratai atau dalam tradisi batik Jawa disebut [[kawung]]. Pada bagian bawahnya terdapat ragam hias mirip tangkai teratai seolah seperti lekukan ularnampaknyaNampaknya ini seperti motif dari flora (''rerouan'') yang membentuk motif baru. Masungkulan''Ma'sungkulan'' artinya dipertemukan karena ada beberapa bentuk seperti kawung dan teratai yang bertemu menjadi bentuk yang unik. motifMotif ini bisa diinterpretasikan bahwa orang yang meninggaldikubur ini adalah orang yang sudah menikah karena mengalami hal-hal yang indah dan berbunga, dan sudahdengan bertemu jodohnya, ''masungkulan''.
3.'''  '''''Ma’sungkulan. R'''''<nowiki/>'''agam hias ini mungkin salah satu yang sangat unik dan menarik untuk diteliti lebih jauh. motif ini sebagian berbentuk
kembang teratai atau dalam tradisi batik jawa disebut kawung. Pada bagian bawahnya terdapat ragam hias mirip tangkai teratai seolah seperti lekukan ular yang membentuk motif yang cukup
cantik.  nampaknya ini seperti motif dari flora (''rerouan'') yang membentuk motif baru. Masungkulan artinya dipertemukan karena ada beberapa bentuk seperti kawung dan teratai yang bertemu menjadi bentuk yang unik. motif ini bisa diinterpretasikan bahwa orang yang meninggal ini adalah orang yang sudah menikah karena mengalami hal-hal yang indah dan berbunga, dan sudah bertemu jodohnya, ''masungkulan''.
 
4.'''''Masuian (teteleb pisok)'''''. Ragam hias ini menyerupai sayap burung. Dari beberapa informasi ragam hias ini adalah ekspresi dari sayap [[burung pisok]] (''teteleb ne pisok''), salah satu jenis burung di Minahasa yang sangat terkenal. Di Minahasa terdapat [[Tari Pisok]] yang menggambarkan energi baik, yaitu keuletan dan kecakapan dari seekor burung pisok yang sangat lincah.
4.''' '''''Masuian (teteleb pisok). '''''<nowiki/>'''Ragam hias ini menyerupai sayap burung. Dari
beberapa informasi ragam hias ini adalah ekspresi dari
sayap burung pisok (''teteleb ne pisok''), salah satu jenis burung di Minahasa yang
sangat terkenal. Di Minahasa ada tarian pisok yang menggambarkan energi baik, keuletan dan kecakapan dari seekor burung pisok yang sangat lincah.
 
Dari sejumlah ragam hias tersebut terdapat pula ragam hias lain yang kalaujika dikombinasikan akan menghasikan motif yang cukup unik dan bercirikhasberciri minahasakhas Minahasa seperti motif ''karengkom''.
 
==Pranala Luar==
 
* [http://manado.tribunnews.com/2014/05/04/kain-batik-minahasa-hadir-di-manado Kain Batik Minahasa Hadir di Manado]
 
[[Kategori:Batik| ]]
 
{{Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia di Indonesia}}
507

suntingan