Buka menu utama

Perubahan

99 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Namun demikian +Namun)
 
Pemicu penularan bunuh diri atau [[peniruan bunuh diri]] ini dikenal sebagai [[efek Werther]], yang diberi nama berdasarkan tokoh protagonist dalam karya [[Johann Wolfgang von Goethe|Goethe]] yang berjudul ''[[The Sorrows of Young Werther]]'' yang melakukan bunuh diri.<ref name=Sia2012/> Risiko ini lebih besar pada remaja yang mungkin meromantiskan kematian.<ref>{{cite journal |author=Stack S |title=Suicide in the media: a quantitative review of studies based on non-fictional stories |journal=Suicide Life Threat Behav |volume=35 |issue=2 |pages=121–33|year=2005 |month=April |pmid=15843330 |doi=10.1521/suli.35.2.121.62877 }}</ref> Sementara media massa memiliki pengaruh yang signifikan, efek dari media hiburan masih tampak samar-samar.<ref>{{cite journal|author=Pirkis J |title=Suicide and the media
|journal=Psychiatry |volume=8 |issue=7 |pages=269–271 |date=July 2009 |doi=10.1016/j.mppsy.2009.04.009|url=http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1476179309000 72X}}</ref> Kebalikan dari efek Werther adalah pengusulan efek Papageno, yaitu cakupan yang baik mengenai mekanisme cara mengatasi masalah secara efektif, mungkin memiliki efek perlindungan. Istilah ini didasarkan pada karakter dalam opera [[Wolfgang Amadeus Mozart|Mozart]] yang berjudul ''[[The Magic Flute]]'' yang akan melakukan bunuh diri karena takut kehilangan orang yang dicintainya sampai teman-temannya menyelamatkannya.<ref name=Sia2012>{{cite journal|last=Sisask|first=M|coauthors=Värnik, A|title=Media roles in suicide prevention: a systematic review.|journal=International journal of environmental research and public health|date=2012 Jan|volume=9|issue=1|pages=123–38|pmid=22470283|doi=10.3390/ijerph9010123|pmc=3315075}}</ref> Bila media mengikuti pedoman pelaporan yang sesuai, risiko bunuh diri dapat diturunkan.<ref name=Boh2012/>Namun demikian, kepatuhan dari industri tersebut bisa saja sulit didapatkan terutama dalam jangka panjang.<ref name=Boh2012/>
 
===Rasional===
Metode utama bunuh diri berbeda-beda antar negara. Metode utama di berbagai wilayah di antaranya [[bunuh diri dengan cara gantung diri|gantung diri]], [[minum racun pestisida]], dan [[senjata api]].<ref>{{cite journal|author=Ajdacic-Gross V |title=Methods of suicide: international suicide patterns derived from the WHO mortality database |journal=Bull. World Health Organ. |volume=86 |issue=9 |pages=726–32 |year=2008|month=September |pmid=18797649 |pmc=2649482 |doi=10.2471/BLT.07.043489 |author-separator=,|author2=Weiss MG |author3=Ring M |display-authors=3 |last4=Hepp |first4=U |last5=Bopp |first5=M|last6=Gutzwiller |first6=F |last7=Rössler |first7=W}}</ref> Perbedaan ini diyakini sebagian karena ketersediaan metode yang berbeda.<ref name=Yip2012/> Sebuah tinjauan pada 56 negara menemukan bahwa gantung diri merupakan metode yang paling umum di sebagian besar negara,<ref>Ajdacic-Gross, Vladeta, ''et al''.{{PDFlink|[http://www.scielosp.org/pdf/bwho/v86n9/a17v86n9.pdf "Methods of suicide: international suicide patterns derived from the WHO mortality database"]|267&nbsp;KB}}. ''[[Bulletin of the World Health Organization]]'' '''86''' (9): 726–732. September 2008. Accessed 2 August 2011.[http://www.webcitation.org/60dtCtOLM Archived] 2 August 2011. See [http://www.who.int/bulletin/volumes/86/9/07-043489/en/index.html html version]. The data can be seen here [http://www.who.int/bulletin/volumes/86/9/0042-9686_86_07-043489-table-T1.html]</ref> dengan angka 53% untuk kasus bunuh diri pada pria dan 39% untuk kasus bunuh diri pada wanita.<ref>{{cite book |editor1-first=Rory C.|editor1-last=O'Connor |editor2-first=Stephen |editor2-last=Platt |editor3-first=Jacki|editor3-last=Gordon |title=International Handbook of Suicide Prevention: Research, Policy and Practice|url=http://books.google.com/books?id=3fDGLWQtwFkC&pg=PA34 |date=1 June 2011 |publisher=John Wiley and Sons|isbn=978-1-119-99856-3|page=34}}</ref>
 
Di seluruh dunia, 30% kasus bunuh diri menggunakan racun pestisida. Namun demikian, penggunaan metode ini sangat bervariasi mulai dari 4% di Eropa hingga lebih dari 50% di wilayah Pasifik.<ref>{{cite journal |author=Gunnell D, Eddleston M, Phillips MR, Konradsen F |title=The global distribution of fatal pesticide self-poisoning: systematic review |journal=BMC Public Health |volume=7 |page=357 |year=2007 |pmid=18154668 |pmc=2262093|doi=10.1186/1471-2458-7-357}}</ref> Metode tersebut juga umum dilakukan di [[Amerika Latin]] mengingat racun pestisida mudah didapat di lingkungan petani.<ref name=Yip2012/> Di banyak negara, overdosis obat tercatat sekitar 60% untuk kasus bunuh diri di kalangan wanita dan 30% di kalangan pria.<ref>{{cite book|last=Geddes|first=John|title=Psychiatry|publisher=Oxford University Press|location=Oxford|isbn=978-0-19-923396-0|page=62|url=http://books.google.ca/books?id=F4THKWvbAPEC&pg=PA62|edition=4th ed.|coauthors=Price, Jonathan; Gelder, Rebecca McKnight ; with Michael; Mayou, Richard}}</ref> Banyak tindakan bunuh diri yang tidak direncanakan dan terjadi selama periode ambivalensi yang akut.<ref name=Yip2012/> Angka kematian per metode bervariasi: senjata api 80-90%, tenggelam 65-80%, gantung diri 60-85%, gas buang kendaraan 40-60%, lompat dari tempat yang tinggi 35-60%, [[Bunuh diri dengan gas karbon hasil pembakaran|gas karbon hasil pembakaran]] 40-50%, racun pestisida 6-75%, overdosis obat 1,5-4%.<ref name=Yip2012/> Metode percobaan bunuh diri yang paling umum dilakukan berbeda dengan metode bunuh diri yang paling sering berhasil dengan angka mencapai 85% untuk upaya percobaan bunuh diri dengan metode overdosis obat di negara-negara maju.<ref name=Tint2010/>
 
Di Amerika Serikat, 57% kasus bunuh diri melibatkan penggunaan senjata api sehingga metode ini menjadi agak lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita.<ref name=EB2011/> Penyebab berikutnya yang paling umum adalah gantung diri pada pria dan meracuni diri sendiri pada wanita.<ref name=EB2011/> Kedua metode tersebut secara total mencatat angka sekitar 40% dari kasus bunuh diri di AS.<ref name=USStats2005>{{cite web|url=http://www.suicide.org/suicide-statistics.html |title=U.S. Suicide Statistics (2005) |accessdate=2008-03-24}}</ref> Di Swiss, di mana hampir semua orang memiliki senjata api, jumlah terbesar kasus bunuh diri adalah dengan cara gantung diri. <ref>{{cite book|last=Eshun|first=edited by Sussie|title=Culture and mental health sociocultural influences, theory, and practice|year=2009|publisher=Wiley-Blackwell|location=Chichester, U.K.|isbn=9781444305814|page=301|url=http://books.google.ca/books?id=Y6uUDBBGqF4C&pg=PA301|coauthors=Gurung, Regan A.R.}}</ref> Melompat bunuh diri umum terjadi di [[Hongkong]] maupun [[Singapura]] dengan angka masing-masing 50% dan 80%.<ref name=Yip2012/> Di Cina, meminum racun pestisida adalah metode yang paling umum.<ref name=WRVp196>{{cite book|last=Krug|first=Etienne|title=World Report on Violence and Health, Volume 1|year=2002|publisher=World Health Organization|location=Genève|isbn=9789241545617|page=196|pages=http://books.google.ca/books?id=db9OHpk-TksC&pg=PA196}}</ref> Di Jepang, masih terjadi tindakan mengeluarkan isi perut sendiri yang dikenal dengan [[seppuku]] atau hara-kiri,<ref name=WRVp196/> namun demikian, gantung diri adalah yang paling umum.<ref>{{cite book|last=(editor)|first=Diego de Leo|title=Suicide and euthanasia in older adults : a transcultural journey|year=2001|publisher=Hogrefe & Huber|location=Toronto|isbn=9780889372511|page=121}}</ref>
Tidak ada kesamaan faktor [[patofisiologi]] yang mendasari terjadinya bunuh diri atau depresi.<ref name=EB2011/> Meskipun demikian, hal tersebut diyakini merupakan akibat faktor interaksi perilaku, lingkungan sosial dan kejiwaan.ref name=Yip2012/>
 
Rendahnya tingkat [[brain-derived neurotrophic factor]] (BDNF) yang terkait secara langsung dengan bunuh diri<ref>{{cite journal|last=Pjevac|first=M|coauthors=Pregelj, P|title=Neurobiology of suicidal behaviour.|journal=Psychiatria Danubina|date=2012 Oct|volume=24 Suppl 3|pages=S336-41|pmid=23114813}}</ref> dan secara tidak langsung melalui perannya dalam kejadian depresi berat, gangguan stres pasca trauma, skizofrenia dan [[gangguan obsesif-kompulsif]].<ref>{{cite journal|last=Sher|first=L|title=The role of brain-derived neurotrophic factor in the pathophysiology of adolescent suicidal behavior.|journal=International journal of adolescent medicine and health|year=2011|volume=23|issue=3|pages=181–5|pmid=22191181}}</ref> Dari studi [[otopsi|Bedah mayat]] ditemukan adanya penurunan tingkat BDNF pada [[hipokampus]] dan [[korteks prefrontal]], pada orang yang mengalami gangguan kejiwaan maupun yang tidak.<ref>{{cite journal|last=Sher|first=L|title=Brain-derived neurotrophic factor and suicidal behavior.|journal=QJM : monthly journal of the Association of Physicians|date=2011 May|volume=104|issue=5|pages=455–8|pmid=21051476|doi=10.1093/qjmed/hcq207}}</ref> [[Serotonin]], sebuah [[neurotransmitter]] otak, diyakini rendah tingkatnya pada orang yang bunuh diri. Hal ini sebagian didasarkan pada bukti meningkatnya kadar [[reseptor 5-HT2A]] setelah kematian.<ref name=Dwi2012>{{cite book|last=Dwivedi|first=Yogesh|title=The neurobiological basis of suicide|year=2012|publisher=Taylor & Francis/CRC Press|location=Boca Raton, FL|isbn=978-1-4398-3881-5|page=166|url=http://books.google.ca/books?id=5hcOf_SM-U0C&pg=PA166}}</ref> Bukti lain termasuk berkurangnya tingkat produk turunan serotonin, [[Asam 5-hidroksiindoleasetat]], dalam [[cairan tulang belakang otak]].<ref>{{cite book|last=Stein|first=edited by George|title=Seminars in general adult psychiatry|year=2007|publisher=Gaskell|location=London|isbn=978-1-904671-44-2|page=145|url=http://books.google.ca/books?id=6PGzHFuS1xkC&pg=PA145|edition=2. ed.|coauthors=Wilkinson, Greg}}</ref> Namun demikian, bukti langsung cukup sulit dikumpulkan.<ref name=Dwi2012/> [[Epigenetika]], studi tentang perubahan dalam ekspresi genetika dalam merespons faktor lingkungan yang tidak mengubah [[DNA]] yang mendasarinya, juga diyakini berperan dalam menentukan risiko bunuh diri.<ref>{{cite journal|last=Autry|first=AE|coauthors=Monteggia, LM|title=Epigenetics in suicide and depression.|journal=Biological Psychiatry|date=2009 Nov 1|volume=66|issue=9|pages=812–3|pmid=19833253|doi=10.1016/j.biopsych.2009.08.033|pmc=2770810}}</ref>
 
==Pencegahan==
 
===Skrining===
Ada sedikit data tentang efek skrining populasi umum terhadap angka tertinggi bunuh diri.<ref>{{cite journal|last=Williams|first=SB|coauthors=O'Connor, EA; Eder, M; Whitlock, EP|title=Screening for child and adolescent depression in primary care settings: a systematic evidence review for the US Preventive Services Task Force.|journal=Pediatrics|date=2009 Apr|volume=123|issue=4|pages=e716-35|pmid=19336361|doi=10.1542/peds.2008-2415}}</ref> Mengingat terdapat angka yang tinggi pada orang yang dinyatakan positif setelah dites melalui alat ini yang tidak berisiko bunuh diri, ada kekhawatiran bahwa skrining bisa meningkatkan pemanfaatan sumber daya perawatan kesehatan mental secara signifikan.<ref>{{cite journal|last=Horowitz|first=LM|coauthors=Ballard, ED; Pao, M|title=Suicide screening in schools, primary care and emergency departments.|journal=Current Opinion in Pediatrics|date=2009 Oct|volume=21|issue=5|pages=620–7|pmid=19617829|doi=10.1097/MOP.0b013e3283307a89|pmc=2879582}}</ref> Namun demikian, dianjurkan melakukan pengkajian atas orang yang berisiko tinggi.<ref name=EB2011/> Bertanya tentang bunuh diri tampaknya tidak akan meningkatkan risikonya.<ref name=EB2011/>
 
===Penyakit mental===
Pada orang yang mengalami masalah kesehatan mental, sejumlah perawatan bisa mengurangi risiko bunuh diri. Mereka yang aktif berusaha bunuh diri bisa didaftarkan dalam rehabilitasi untuk mendapatkan perawatan kejiwaan baik secara sukarela atau secara paksa.<ref name=EB2011/> Barang yang bisa digunakan untuk menyakiti diri sendiri biasanya disingkirkan.<ref name=Tint2010>{{cite book |author=Tintinalli, Judith E. |title=Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)) |publisher=McGraw-Hill Companies |location=New York |year=2010|pages=1940–1946|isbn=0-07-148480-9 |oclc= |doi= |accessdate=}}</ref> Beberapa dokter meminta pasiennya untuk menandatangani [[perjanjian pencegahan bunuh diri]] di mana mereka sepakat untuk tidak menyakiti diri sendiri setelah keluar dari perawatan.<ref name=EB2011/> Namun demikian, belum ada bukti yang mendukung bahwa praktik tersebut memiliki efek yang signifikan.<ref name=EB2011/> Jika pasiennya berisiko rendah, perawatan kesehatan mental [[pasien]] secara rawat jalan bisa dilakukan.<ref name=Tint2010/> Rawat inap jangka pendek belum terlihat lebih efektif dari kepedulian masyarakat dalam memperbaiki keadaan pada mereka yang mengalami [[gangguan kepribadian borderline]] yang secara kronis berupaya untuk bunuh diri.<ref>{{Cite journal|last=Paris|first=J|title=Is hospitalization useful for suicidal patients with borderline personality disorder?|journal=Journal of personality disorders|date=June 2004|volume=18|issue=3|pages=240–7|pmid=15237044|doi=10.1521/pedi.18.3.240.35443}}</ref><ref>{{cite journal|last=Goodman|first=M|coauthors=Roiff, T; Oakes, AH; Paris, J|title=Suicidal risk and management in borderline personality disorder.|journal=Current psychiatry reports|date=2012 Feb|volume=14|issue=1|pages=79–85|pmid=22113831|doi=10.1007/s11920-011-0249-4}}</ref>
 
Terdapat bukti sementara bahwa [[psikoterapi]], khususnya [[terapi perilaku dialektis]], mengurangi risiko bunuh diri pada remaja<ref name=Can2010>{{cite journal|last=Canadian Agency for Drugs and Technologies in Health|first=(CADTH)|title=Dialectical behaviour therapy in adolescents for suicide prevention: systematic review of clinical-effectiveness.|journal=CADTH technology overviews|year=2010|volume=1|issue=1|pages=e0104|pmid=22977392|pmc=3411135}}</ref> serta yang mengalami [[gangguan kepribadian borderline]].<ref>{{cite journal|last=Stoffers|first=JM|coauthors=Völlm, BA; Rücker, G; Timmer, A; Huband, N; Lieb, K|title=Psychological therapies for people with borderline personality disorder.|journal=Cochrane database of systematic reviews (Online)|date=2012 Aug 15|volume=8|pages=CD005652|pmid=22895952|doi=10.1002/14651858.CD005652.pub2}}</ref> Namun demikian, belum ada bukti penurunan bunuh diri yang dilakukan.<ref name=Can2010/>
 
Muncul kontroversi seputar manfaat dibandingkan bahaya [[antidepresan]].<ref name=Hawton2012/> Pada orang-orang muda, antidepresan yang baru seperti [[Selective serotonin reuptake inhibitor|SSRI]] tampaknya meningkatkan risiko bunuh diri dari 25 per 1000 menjadi 40 per 1000.<ref>{{cite journal|last=Hetrick|first=SE|coauthors=McKenzie, JE; Cox, GR; Simmons, MB; Merry, SN|title=Newer generation antidepressants for depressive disorders in children and adolescents.|journal=Cochrane database of systematic reviews (Online)|date=2012 Nov 14|volume=11|pages=CD004851|pmid=23152227|doi=10.1002/14651858.CD004851.pub3}}</ref> Namun demikian, antidepresan dapat menurunkan risiko bunuh diri pada orang yang lebih tua.<ref name=EB2011/> [[Litium]] tampaknya efektif dalam menurunkan risiko pada mereka yang mengalami gangguan bipolar dan depresi unipolar hingga mendekati tingkat yang sama seperti populasi umum.<ref>{{cite journal|last=Baldessarini|first=RJ|coauthors=Tondo, L; Hennen, J|title=Lithium treatment and suicide risk in major affective disorders: update and new findings.|journal=The Journal of clinical psychiatry|year=2003|volume=64 Suppl 5|pages=44–52|pmid=12720484}}</ref><ref>{{cite journal|last=Cipriani|first=A|coauthors=Pretty, H; Hawton, K; Geddes, JR|title=Lithium in the prevention of suicidal behavior and all-cause mortality in patients with mood disorders: a systematic review of randomized trials.|journal=The American Journal of Psychiatry|date=2005 Oct|volume=162|issue=10|pages=1805–19|pmid=16199826|doi=10.1176/appi.ajp.162.10.1805}}</ref>
 
==Epidemiologi==
 
===Usia===
Di banyak negara, tingkat bunuh diri tertinggi terjadi di usia paruh baya <ref name=Pit2012>{{cite journal|last=Pitman|first=A|coauthors=Krysinska, K; Osborn, D; King, M|title=Suicide in young men.|journal=Lancet|date=2012 Jun 23|volume=379|issue=9834|pages=2383–92|pmid=22726519|doi=10.1016/S0140-6736(12)60731-4}}</ref> atau usia lanjut.<ref name=Yip2012>{{cite journal|last=Yip|first=PS|coauthors=Caine, E; Yousuf, S; Chang, SS; Wu, KC; Chen, YY|title=Means restriction for suicide prevention.|journal=Lancet|date=2012 Jun 23|volume=379|issue=9834|pages=2393–9|pmid=22726520|doi=10.1016/S0140-6736(12)60521-2}}</ref> Namun demikian, jumlah mutlak bunuh diri terbesar terjadi pada mereka yang berusia antara 15 dan 29 tahun karena jumlah orang dalam kelompok usia tersebut.<ref name=Var2012/> Di Amerika Serikat, yang terbesar yaitu pada pria [[ras kaukasoid|kaukasoid]] berusia lebih dari 80 tahun, meskipun orang muda lebih sering mencoba bunuh diri.<ref name=EB2011/> Ini merupakan penyebab kematian paling umum kedua untuk [[remaja|remaja]]<ref name=Hawton2012>{{cite journal|last=Hawton|first=K|coauthors=Saunders, KE; O'Connor, RC|title=Self-harm and suicide in adolescents.|journal=Lancet|date=2012 Jun 23|volume=379|issue=9834|pages=2373–82|pmid=22726518|doi=10.1016/S0140-6736(12)60322-5}}</ref> dan peringkat kedua setelah kematian karena kecelakaan pada pria muda.ref name=Pit2012/> Pada pria muda di negara maju, bunuh diri adalah penyebab dari hampir 30% kematian.<ref name=Pit2012/> Di negara-negara berkembang, tingkatnya sama tetapi angka tersebut merupakan sebagian kecil kematian secara keseluruhan karena tingkat kematian yang lebih tinggi pada jenis [[trauma (kedokteran)|trauma]] lainnya.<ref name=Pit2012/> Di Asia Tenggara, berbeda dengan daerah lain di dunia, kematian akibat bunuh diri terjadi pada tingkat yang lebih besar pada wanita muda dibandingkan wanita usia lanjut.<ref name=Var2012/>
 
==Sejarah==
Di sebagian besar negara-negara Barat, bunuh diri tidak lagi merupakan kejahatan,<ref>{{cite book|last=White|first=Tony|title=Working with suicidal individuals : a guide to providing understanding, assessment and support|year=2010|publisher=Jessica Kingsley Publishers|location=London|isbn=978-1-84905-115-6|page=12|url=http://books.google.ca/books?id=p_ZvK-DBYfIC&pg=PT12}}</ref> tetapi masih dianggap demikian di sebagian besar negara-negara Eropa Barat mulai dari Abad Pertengahan sampai setidaknya tahun 1800-an.<ref>{{cite book|last=Paperno|first=Irina|title=Suicide as a cultural institution in Dostoevsky's Russia|year=1997|publisher=Cornell university press|location=Ithaca|isbn=978-0-8014-8425-4|page=60|url=http://books.google.ca/books?id=m3pqf8f-6bMC&pg=PA60}}</ref> Banyak negara Islam yang menetapkan bunuh diri sebagai tindak pidana.<ref name="Islam2006"/>
 
Di Australia, bunuh diri bukan merupakan tindak pidana.<ref>{{cite book|last=al.]|first=David Lanham&nbsp;... [et|title=Criminal laws in Australia|year=2006|publisher=The Federation Press|location=Annandale, N.S.W.|isbn=978-1-86287-558-6|page=229|url=http://books.google.ca/books?id=D97doQ1iZx4C&pg=PA229}}</ref> Namun demikian, menasihati, [[hasutan|menghasut]], atau membantu dan menghasut orang lain untuk mencoba bunuh diri merupakan tindak kejahatan, dan hukum secara eksplisit memungkinkan setiap orang untuk menggunakan "kekuatan yang sewajarnya diperlukan" untuk mencegah orang lain dari melakukan bunuh diri.<ref>{{cite book|last=Duffy|first=Michael Costa, Mark|title=Labor, prosperity and the nineties : beyond the bonsai economy|year=1991|publisher=Federation Press|location=Sydney|isbn=978-1-86287-060-4|page=315|url=http://books.google.ca/books?id=TqZqTHwvCH8C&pg=PA315|edition=2nd ed.}}</ref> Wilayah Barat Australia sempat secara singkat memiliki hukum bunuh diri yang dibantu dokter mulai dari tahun 1996 sampai 1997.<ref>{{cite book|last=Quill|first=Constance E. Putnam ; foreword by Timothy E.|title=Hospice or hemlock? : searching for heroic compassion|year=2002|publisher=Praeger|location=Westport, Conn.|isbn=978-0-89789-921-5|page=143|url=http://books.google.ca/books?id=GmFwa3I7vqMC&pg=PA143}}</ref>
 
Tidak satu pun negara di Eropa saat ini yang menganggap bahwa bunuh diri atau percobaan bunuh diri adalah sebuah kejahatan.<ref name=McL2007/> Inggris dan Wales tidak menganggap lagi bunuh diri sebagai kejahatan melalui [[Suicide Act 1961]] dan di Republik Irlandia pada tahun 1993.<ref name=McL2007/> Kata "commit" digunakan dalam referensi untuk itu menjadi ilegal namun banyak organisasi telah menghentikannya karena konotasi negatif.<ref>Holt, Gerry.[http://www.bbc.co.uk/news/magazine-14374296 "When suicide was illegal"]. [[BBC News]]. 3 August 2011. Accessed 11 August 2011.</ref><ref name=guardian_style>{{cite web|title=Guardian & Observer style guide|url=http://www.guardian.co.uk/styleguide/s|work=Guardian website|publisher=The Guardian|accessdate=29 November 2011}}</ref>
Di sebagian besar bentuk kekristenan, bunuh diri dianggap [[dosa]], didasarkan terutama pada tulisan-tulisan para pemikir Kristen berpengaruh dari [[Abad Pertengahan]], seperti [[Santo Agustinus]] dan [[Santo Thomas Aquinas]]; tetapi bunuh diri itu tidak dianggap sebagai dosa di bawah [[kode Justinian]] Kristen di [[Bizantium]] contohnya.<ref>{{cite web |author=Dr. Ronald Roth, D.Acu. |url=http://www.acu-cell.com/suicide.html|title=Suicide & Euthanasia – a Biblical Perspective |publisher=Acu-cell.com|accessdate=2009-05-06}}</ref><ref>{{cite web |url= http://www.clas.ufl.edu/users/nholland/suicide.htm|title=Norman N. Holland, Literary Suicides: A Question of Style |publisher=Clas.ufl.edu|accessdate=2009-05-06}}</ref> Dalam Doktrin Katolik, argumen didasarkan pada [[Sepuluh Perintah Tuhan|perintah Tuhan]] "Tidak boleh membunuh" (diberlakukan dalam [[Perjanjian Baru]] oleh Yesus dalam [[Injil Matius|Matius 19:18]]), serta pemikiran bahwa hidup adalah karunia yang diberikan oleh Tuhan yang tidak boleh ditolak, dan bahwa bunuh diri merupakan tindakan melawan "hukum alam" sehingga mengganggu rencana utama Allah bagi dunia.<ref>{{cite web |url=http://www.scborromeo.org/ccc/p3s2c2a5.htm#2280 |title=Catechism of the Catholic Church – PART 3 SECTION 2 CHAPTER 2 ARTICLE 5 |publisher=Scborromeo.org |date=1941-06-01|accessdate=2009-05-06}}</ref>
 
Namun demikian, diyakini bahwa penyakit mental atau rasa takut menderita yang besar mengurangi beban tanggung jawab seseorang terhadap tindakannya melakukan bunuh diri.<ref>{{cite web |url=http://www.scborromeo.org/ccc/p3s2c2a5.htm#2282|title=Catechism of the Catholic Church – PART 3 SECTION 2 CHAPTER 2 ARTICLE 5 |publisher=Scborromeo.org|date=1941-06-01 |accessdate=2009-05-06}}</ref> Argumen yang berlawanan di antaranya: bahwa [[Sepuluh Perintah Tuhan|perintah keenam]] secara lebih tepat diterjemahkan menjadi "jangan membunuh", belum tentu berlaku untuk diri sendiri, bahwa Tuhan telah memberikan kebebasan berkehendak kepada manusia; di mana seseorang yang mengakhiri hidupnya sendiri tidak lagi melanggar Hukum Tuhan lebih dari usaha untuk menyembuhkan penyakit; dan bahwa sejumlah kasus bunuh diri yang dilakukan oleh para pengikut Tuhan tercatat dalam Alkitab tanpa ada hukuman yang mengerikan.<ref>{{cite web |url=http://www.religioustolerance.org/sui_bibl.htm |title=The Bible and Suicide|publisher=Religioustolerance.org |accessdate=2009-05-06}}</ref>
 
Yudaisme berfokus pada pentingnya menghargai hidup ini, dan dengan demikian, bunuh diri sama saja dengan mengingkari kebaikan Tuhan di dunia. Meskipun demikian, dalam keadaan yang ekstrim bila tampaknya tidak ada pilihan selain dibunuh atau dipaksa untuk mengkhianati agama mereka, orang-orang Yahudi melakukan bunuh diri individual atau [[bunuh diri massal]] (lihat [[Masada]], [[Sejarah Orang Yahudi di Prancis#Penyiksaan pertama terhadap orang Yahudi|Penyiksaan pertama terhadap orang Yahudi di Prancis]], dan [[Kastil York]] misalnya) dan bahkan sebagai peringatan yang kelam terdapat doa dalam liturgi Yahudi yaitu "ketika pisau berada di tenggorokan", bagi mereka yang mati "untuk menguduskan Nama Tuhan" (lihat [[Martir]]). Tindakan ini menerima tanggapan beragam dari otoritas Yahudi, yang oleh sejumlah orang dianggap sebagai contoh kemartiran yang heroik, sementara yang lain menyatakan bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang salah, yaitu mengakhiri hidup mereka sendiri justru saat akan menghadapi kemartiran.<ref>{{cite web |url=http://www.religionfacts.com/euthanasia/judaism.htm |title=Euthanasia and Judaism: Jewish Views of Euthanasia and Suicide |accessdate=2008-09-16 |publisher=ReligionFacts.com}}</ref>
 
Bunuh diri tidak diperbolehkan dalam ajaran agama Islam.<ref name="Islam2006"/> Dalam ajaran agama [[Hindu]], bunuh diri umumnya tidak disukai dan dianggap berdosa sama seperti membunuh orang lain dalam masyarakat kontemporer Hindu. [[Kitab agama Hindu|Kitab Suci Agama Hindu]] menyatakan bahwa orang yang melakukan bunuh diri akan menjadi bagian dari dunia roh, bergentayangan di bumi sampai waktu di mana ia akan bertemu dengan orang yang tidak bunuh diri.<ref>Hindu Website. [http://www.hinduwebsite.com/hinduism/h_suicide.asp Hinduism and suicide]</ref> Namun demikian, ajaran Hindu menerima [[hak untuk mati|hak untuk mengakhiri hidup seseorang]] melalui praktik non-kekerasan yaitu puasa sampai mati yang disebut dengan ''[[Prayopawesa]]''.<ref name="hindu">{{cite web |url=http://www.bbc.co.uk/religion/religions/hinduism/hinduethics/euthanasia.shtml|title= Hinduism –Euthanasia and Suicide|date= 2009-08-25|publisher= BBC}}</ref> Namun Prayopawesa secara ketat dibatasi terbatas bagi orang yang tidak lagi memiliki keinginan atau ambisi, dan tidak ada tanggung jawab yang tersisa dalam hidupnya.<ref name="hindu" /> [[Jainisme]] memiliki praktik yang serupa bernama ''[[Santhara]]''. [[(praktik) sati|Sati]], atau membakar diri yang dilakukan oleh seorang janda merupakan hal yang lazim dalam masyarakat Hindu selama Abad Pertengahan.
 
===Filosofi===
619.456

suntingan