Buka menu utama

Perubahan

10 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-adalah merupakan +adalah)
Dalam Tradisi terdapat prinsip bahwa penyampaian ajaran Kristus dari zaman ke zaman harus utuh dan lengkap. Sebab ajaran yang utuh dan lengkap itu adalah “wasiat iman” (depositum fidei). Karena itu selalu ada sikap berjaga-jaga konservatif atas kemurnian ajaran di dalam Gereja Katolik. Hal itu terutama ditujukan pada fondasi dan kerangka bangunan iman Gereja yang berasal dari Allah sejauh yang dipahami dalam Tradisi dan dinyatakan dalam Kitab Suci. Hal-hal lain yang bersifat tradisi manusia bisa berubah dalam ajaran Gereja. Maka secara garis besar ajaran Gereja Katolik dari zaman ke zaman bisa terlihat sama saja. Pembaruan hanya terjadi pada cara menerangkan, artikulasi serta penekanan, sesuai dengan bahasa dan kosa kata zaman, serta apa yang perlu dimengerti pada zaman itu, tetapi isi pokoknya adalah tetap tidak berubah.
 
Pokok-pokok iman diajarkan. Pokok iman yang autentik dirangkum dalam dua macam pengakuan iman. Yang pertama adalah pengakuan iman rasuli yang mengalir dari Tradisi (lihat: ''Puji Syukur 1''). Pengakuan iman ini diajarkan sebelum baptis, dan diucapkan pada waktu baptis. Yang kedua adalah pengakuan iman hasil konsili Nikea-Konstantinopel yang adalah merupakan kesimpulan pergumulan teologi yang panjang dari Gereja, maka disebut pengakuan iman Gereja, dan diucapkan Gereja dalam upacara-upacara liturgi yang besar (lihat: ''Puji Syukur'' 2).
 
* Allah Tritunggal Mahaesa
627.570

suntingan