Tempat Pengasingan Boven Digoel: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: BP2014
Tag: BP2014
[[Berkas:Camp-camp Bouven Digul.jpg|thumb|250px|right|Kamp Pengasingan di '''Bouven Digul''', Papua. Tempat ini merupakan kamp-kamp yang digunakan oleh kolonial Belanda untuk membuang atau mengasingkan/ hukuman bagi orang-orang yang terlibat dalam pemberontakan terhadap Belanda, Tempat ini merupakan tempat yang mengerikan dan membahayakan nyawa seseorang, karena konsidi lingkungannya yang tidak baik untuk tinggal, ditempat ini terdapat banyak nyamuk malaria yang dapat mematikan manusia atau tawanan, dan bebarapa tawanan sampai menderita penyakit kencing hitam yang mengerikan, karena tempat ini merupakan penjara alam yang mematikan dan letaknya berada di tepi sungai Digul dan terletak di hutan belantara yang jau dari beradaban manusia]]
'''Boven Digoel''' adalah penjara alam di Pulau [[Papua]] yang buas dan terpencil.<ref name="muatanlokal">{{cite book|Author= Nino Oktorino,dkk|title=Muatan Lokal Ensiklopedia Sejarah dan Budaya Di Bawah Kolonialisme Barat Sejarah Nasional Indonesia jilid 7|publisher= Lentera Abadi|page=180|location= Jakarta|year=2009|isbn= 9789793535494}}</ref><ref name="buku1">{{cite book|author=Rosihan Anwar|title=Mengenang Sjahrir: Seorang Tokoh Pejuang Kemerdekaan yang Terisisihkan dan Terlupakan|publisher= PT Gramedia Pustaka Utama|location=Jakarta|year=2010|page=405|isbn=9789792250091}}</ref> Kondisi penjara ini sangat tidak bersahabat dan digunakan oleh [[pemerintah]] kolonial [[Belanda]] untuk mematahkan perlawanan kaum pergerakan.<ref name="muatanlokal"/> Sumber lain menjelaskan bahwa Boven Digoel adalah tempat pembuangan/pengasingan/hukuman bagi orang-orang yang dianggap membahayakan pemerintahan kolonial [[Belanda]].<ref name="internet">{{cite web|author=Afrandi Adya|title= Kisah Para Tahanan Digul|url=http://afandriadya.com/2012/07/09/kisah-dari-kamp-digul/|accessdate= 12 Mei 2014}}</ref> Kamp Bouven Digul terletak di hilir tepi sungai Digul dan Kamp tersebut dipersiapkan dengan tergesa-gesa untuk mengatasi kebijakan akhir pemerintah kolonial terhadap orang-orang yang terlibat dalam [[pemberontakan]] [[komunis]] 1926.<ref name="jurnal1">{{cite journal|author= Langgeng Sulistyo Budi|publisher=Yayasan Obor Indonesia|location=Jakarta|title= Pendidikan Bagi Dawanan di Bouven Digul 1926-1942, Volume 6, Nomor 1, dalam Jurnal Sejarah|year=2004}}</ref> Luas wilayah kawasan itu hampir 10.000 hektar, dan terkenal sangat terasing dari dunia luar.<ref name="jurnal1">{{cite journal|author= Langgeng Sulistyo Budi|publisher=Yayasan Obor Indonesia|location=Jakarta|title= Pendidikan Bagi Dawanan di Bouven Digul 1926-1942, Volume 6, Nomor 1, dalam Jurnal Sejarah|year=2004}}</ref> Sedangkan menurut buku Ensiklopedia Digul atau Digul Atas (Belanda: ''Boven Digoel'') adalah sebuah daerah hutan lebat, sebelah timur sungai Digul Hilir, Irian jaya, tempat ini terkenal sebagai tempat pembuangan pejuang-pejuang kemerdekaan.<ref name="bukubebaskan"/> Tempat ini terasing dari beradabanperadaban masyarakat.<ref name="bukubebaskan">{{cite book|title= Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7|publisher=Ichtiar Baru|author= Van Hoeve|location= Jakarta|coauthor=Hassan Shadily|page=820}}</ref>
 
Gubernur Jendral [[Hindia Belanda]] memiliki senjata andal dalam membatasi ruang gerak kaum pergerakan [[nasional]].<ref name="muatanlokal"/> Gubernur Jendral berhak membuang dan memenjarakan seseorang yang dinilai membahayakan keamanan dan ketertiban tanpa melalui pengadilan.<ref name="muatanlokal"/> Selama pemerintah Gubernur Jenderal De Jogne, banyak tokoh nasionalis [[Indonesia]] dijerat hak ini.<ref name="muatanlokal"/> Tidak ada tempat pengasingan yang lebih menghancurkan semangat selain Bouven Digul di [[Papua]].<ref name="muatanlokal"/>
2.250

suntingan