Buka menu utama

Perubahan

184 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
=== Gelombang otak ===
[[Berkas:Gelombang_otak.jpg|right|400x400px|Gelombang otak manusia masuk ke dalam frekuensi Delta bila mana mereka tertidur lelap atau melakukan Samadhi.|frame]]
Gelombang otak berubah-ubah tergantung tingkat kesadaran yang diraih individu. Ketika seseorang sepenuhnya sadar akan segala hal di lingkungannya, atau berpikir mengenai suatu hal, otaknya berada pada posisi beta. Lalu ketika dia melakukan kontemplasi mengenai banyak hal dan berpikir terfokus pada sesuatu, gelombang otak menurun di posisi Alfa, jika turun lagi maka berubah menjadi Teta. Terakhir adalah posisi Delta, sebuah tingkat di mana otak dalam keadaan sangat tenang. Kondisi ini biasa dialami ketika orang tertidur sangat pulas, tak bermimpi. Orang yang otaknya masuk ke dalam gelombang Delta dalam keadaan sadar dipercaya sebagai orang berpengalaman atau praktisioner, karena fase ini amat sulit untuk diraih. Posisi ini lah yang terdapat pada individu yang masuk ke dalam samadhi.<ref>http://my.yoga-vidya.org/profiles/blogs/samadhi-a-heightened-state-of-awareness</ref>
 
== Para tokoh pelaku Samadhi ==
Terdapat beberapa tokoh agama dan yogi terkenal yang pernah berhasil melakukan samadhi dan menerbitkan hasil pengalaman spiritualnya. Tokoh-tokoh tersebut sangat banyak jumlahnya, tapi beberapa di antaranya memiliki pengalaman yang cukup menarik di antara yang lainnya, mereka adalah:
[[File:Ramakrishna Frank Dworak.jpg|thumb|
 
Ramakrishna, seorang guru yang telah menguasai samadhi. Pernah selama tiga hari nyawanya hilang dan kembali lagi selama proses nirvikalpa samadhi.
]]
'''Sri Ramakrishna Paramhansa'''
 
[[Ramakrishna]] dalam keadaan tetap dan tenang selama berjam-jam dan perlahan kembali lagi dalam keadaan normalnya. Anehnya, jantungnya sama sekali tidak berdetak selama samadhi. Selain itu, Sri Totapuri, guru dari Paramhansa juga pernah menceritakan bahwa muridnya pernah melakukan nirvikalpa samadhi. Ceritanya pada suatu hari Ia hendak menemui Paramhansa di rumahnya, setibanya dia di sana sama sekali tak ada yang menjawab salamnya. Tiga hari berlalu, dia pun penasaran dan membuka pintu dengan paksa. Betapa terkejut dia ketika melihat ParmhansaRamakrishna ternyata duduk dengan tenang, tidak berubah sejak terakhir kali Ia meninggalkannya. Dia pun langsung mengecek kondisinya, dan dia sama sekali tidak merasakan detak jantung atau pun aliran nafas. Dia menyimpulkan pada saat itu Paramhansa sedang melakukan nirvikalpa samadhi.<ref>Haridas, Bhattacharyya (2002). ''Cultural Heritage of India''. Vedanta Press (RK Institute of Culture). p. 672.ISBN 978-8187332053.</ref>
 
'''Sri Chaitanya Mahaprabhu'''
1.571

suntingan