Cicero: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: BP2014
Tag: BP2014
Cicero mampu mengkombinasikan ambisi filsafat retorika gaya Romawi dengan gaya [[Yunani]].<ref name="Long"></ref> Cicero kemudian belajar sembari melakukan banyak sekali aktivitas politik, hingga pada tahun 45 SM pada usianya yang ke-60, filsafatnya benar-benar mencapai keluasan dan puncak kematangan.<ref name="Long"></ref><ref name="Audi">{{en}} Robert Audi., The Cambridge Dictionary of Philosophy, Edinburg: Cambridge University Press, 1995, Hal. 123-124</ref>
Dengan pendampingan sepupunya, Quintus Mucius Ascaevola, sang pontifex (imam) yang pernah menjadi [[Konsul Romawi|konsul]] tahun 117 SM, Cicero bertumbuh menjadi seorang yang menaruh hormat kepada konservatisme nilai-nilai moderat dalam [[politik]].<ref name="Rowe et al"></ref>
 
===Karya-karya Cicero===
Cicero merupakan pembaru [[bahasa Latin]] terbesar di zamannya.<ref name="Ens"/> Karya filsafatnya sangat terkenal dan berpengaruh, di antaranya adalah yang tertuang dalam pidato-pidatonya yang berjumlah 57 tulisan, selain 17 fragmen lain.<ref name="Ens"/> Kemudian karya-karya filsafat, retorika, dan surat-surat tercatat berjumlah ± 800 buah dan tersimpan baik hingga saat ini.<ref name="Ens"/><ref name="Edw">{{en}} Paul Edwards., The Encyclopedia of Philosophy Vol.1,2 (Complete an Unbridged. New York: Macmillan Publishing Co., hal. 113-114</ref> Pada sumber lain tercatat bahwa pada Juli 43 SM, lebih dari 900 tulisan diselamatkan, 835 ditulis oleh Cicero sendiri, 416 dialamatkan kepada sahabatnya, seorang [[ksatria]] bernama Pomponius Atticus, dan 419 kepada 94 orang lain, baik kerabat maupun kenalannya.<ref name="the"/> Beberapa surat tidak dapat dilacak, salah satunya suratnya kepada [[Pompeius]] yang disebutkan dalam ''Pro Sulla'' dan ''Pro Plancio'' yang merupakan surat berisi konspirasi Lucius Sergius Catilina.<ref name="the"/>
Kemudian, terdapat juga empat koleksi surat-surat Cicero yang dialamatkan kepada Atticus dalam 16 buku, kepada kenalan dan saudaranya yang berjumlah 16 buku, kepada [[Markus Yunius Brutus|Brutus]] yang berjumlah 3 buku, dan kepada saudaranya berjudul ''Ad Quintum Fratem''.<ref name="the"/>
 
Selain karya-karya tentang filsafat dan tulisan yang terkait politik, sebagai [[penyair]], Cicero diketahui menerbitkan [[puisi]]-puisi berbahasa Latin, di antaranya adalah: [[epos]] berjudul ''de Consulatu Suo'' (Inggris: ''On His Consulship'') dan ''de Temproribus Suis'' (Inggris: ''On His Life and Times''), yang merupakan tulisan yang dipakainya untuk mengkritik kekunoan tradisi penyembahan masyarakat Romawi pada zamannya.<ref name="the"/> Cicero sendiri menolak untuk disebut sebagai salah satu tokoh dari salah satu aliran-aliran seni kala itu, sentah sebagai seniman dalam kelompok orang-orang Asia yang rata-rata kaya dan tampil secara berlebihan, atau kelompok yang diwakili oleh Quintus Hortensius, maupun mereka yang menyebut diri sebagai ''Atticist'', misalnya [[Julius Caesar]] dan [[Markus Yunius Brutus|Brutus]].<ref name="the"/> Adapun karya bergenre [[Komedi|humor]] yang ditulis Cicero yang memuat prinsip-prinsip [[Stoikisme|Stoa]]nya berjudul ''Pro Murena'', yang merupakan sebuah karya yang mendiskreditkan Cato yang berpihak kepada para pengacara yang menyerang Clodia.<ref name="the"/> Karya tersebut termuat dalam pidato berjudul Pro Caelio yang dibawakan Cicero pada 4 April 56 SM.<ref name="the"/><ref name="leen">{{en}} Leen, Anne. "Clodia Oppugnatrix: The Domus Motif in Cicero's Pro Caelio." The Classical Journal 96. No. 2. (December, 2000- January, 2001): hal. 141–162</ref>
 
===Karir Politik===
Sebagai konsul, prestasi Cicero semakin melejit karena prestasinya menggagalkan komplotan Lucius Sergius Catilina yang melakukan konspirasi menggulingkan Republik Romawi dengan maksud menggantinya dengan sistem [[aristokrasi]].<ref name="Ens"/><ref name="Cataline2007book">{{cite book| last = Winningham| first = Brandon| title = Catiline| date = March 19, 2007| origyear = 2007| publisher = iUniverse, Inc. | isbn = 978-0-595-42416-0}}</ref> Setelah [[Julius Caesar]] meninggal pada tahun 44 SM, Cicero memihak [[Augustus|Octavianus]] melawan [[Markus Antonius|Antonius]] dengan pidato-pidatonya yang tajam, antara lain "Phillipacea".<ref name="Ens"/> Setelah terbentuk sebuah pemerintahan dengan tiga orang kuat (Julius Caesar, Pompeius, dan Crassus) di dalamnya yang dijuluki ''triumvirs''<ref name="britann">[http://www.britannica.com/EBchecked/topic/336835/Marcus-Aemilius-Lepidus| Biografi Marcus Aemilius Lepidus] diakses 23 Juni 2014</ref>, pemerintahan Romawi cenderung mengarah pada perebutan kekuasaan antar-pribadi.<ref name="Rowe et al"/> Cicero sendiri lebih dekat kepada Pompeius karena persahabatan dan kesamaan prinsip dalam menegakkan gagasan sistem republik. Meski demikian, Cicero mencoba menengahi perseteruan antara ketiga orang tersebut, terutama antara pihak Pompeius dan Caesar yang sering berselisih dengan Crassus. Kemudian, setelah Pompeius meninggal pada tahun 48 SM, Cicero kemudian menentang cara pemerintahan Caesar yang cenderung tirani.<ref name="Rowe et al"/> Cicero pergi ke [[Roma]] [[Italia]] dengan pengampunan Caesar karena tindakan perlawanannya.<ref name="Rowe et al"/> Cicero tetap berpegang pada prinsip moral untuk tidak mendukung tirani.<ref name="Rowe et al"/> Oleh karena itu Cicero memilih jalan menulis secara dialogis terhadap diri sendiri yang gelisah untuk menunjukkan keteguhan sikapnya.<ref name="Rowe et al"/> Secara sistem, Cicero tidak dapat menyumbangkan ide-idenya kepada Romawi karena Caesar menduduki tahta 10 tahun berikutnya.<ref name="Rowe et al"/> Walau demikian Cicero terus menulis dan berorasi dalam rangka mengecam pemerintah.<ref name="Rowe et al"/>
Setelah terbunuhnya Caesar pada tanggal 17 Maret 44 SM dalam sebuah konspirasi yang tidak melibatkan Cicero, Cicero kembali aktif dalam politik.<ref name="the"/> Hingga pada tahun 43, ketika Cicero berselisih dengan koalisi antara Markus Aemilius Lepidus dan Antonius, Cicero akhirnya dituntut untuk dibunuh dengan cara dipenggal.<ref name="Ens"/> Walapun Cicero melarikan diri, namun tetap berhasil dibunuh dalam pelariannya.<ref name="Ens"/><ref name="the"/> Menjadi tradisi, yang salah satunya diceritakan oleh [[Plutarch|Plutarkos]], Cicero meninggal secara heroik.<ref name="Rowe et al"/>
 
===Karya-karya Cicero===
Cicero merupakan pembaru [[bahasa Latin]] terbesar di zamannya.<ref name="Ens"/> Karya filsafatnya sangat terkenal dan berpengaruh, di antaranya adalah yang tertuang dalam pidato-pidatonya yang berjumlah 57 tulisan, selain 17 fragmen lain.<ref name="Ens"/> Kemudian karya-karya filsafat, retorika, dan surat-surat tercatat berjumlah ± 800 buah dan tersimpan baik hingga saat ini.<ref name="Ens"/><ref name="Edw">{{en}} Paul Edwards., The Encyclopedia of Philosophy Vol.1,2 (Complete an Unbridged. New York: Macmillan Publishing Co., hal. 113-114</ref> Pada sumber lain tercatat bahwa pada Juli 43 SM, lebih dari 900 tulisan diselamatkan, 835 ditulis oleh Cicero sendiri, 416 dialamatkan kepada sahabatnya, seorang [[ksatria]] bernama Pomponius Atticus, dan 419 kepada 94 orang lain, baik kerabat maupun kenalannya.<ref name="the"/> Beberapa surat tidak dapat dilacak, salah satunya suratnya kepada [[Pompeius]] yang disebutkan dalam ''Pro Sulla'' dan ''Pro Plancio'' yang merupakan surat berisi konspirasi Lucius Sergius Catilina.<ref name="the"/>
Kemudian, terdapat juga empat koleksi surat-surat Cicero yang dialamatkan kepada Atticus dalam 16 buku, kepada kenalan dan saudaranya yang berjumlah 16 buku, kepada [[Markus Yunius Brutus|Brutus]] yang berjumlah 3 buku, dan kepada saudaranya berjudul ''Ad Quintum Fratem''.<ref name="the"/>
 
Selain karya-karya tentang filsafat dan tulisan yang terkait politik, sebagai [[penyair]], Cicero diketahui menerbitkan [[puisi]]-puisi berbahasa Latin, di antaranya adalah: [[epos]] berjudul ''de Consulatu Suo'' (Inggris: ''On His Consulship'') dan ''de Temproribus Suis'' (Inggris: ''On His Life and Times''), yang merupakan tulisan yang dipakainya untuk mengkritik kekunoan tradisi penyembahan masyarakat Romawi pada zamannya.<ref name="the"/> Cicero sendiri menolak untuk disebut sebagai salah satu tokoh dari salah satu aliran-aliran seni kala itu, sentah sebagai seniman dalam kelompok orang-orang Asia yang rata-rata kaya dan tampil secara berlebihan, atau kelompok yang diwakili oleh Quintus Hortensius, maupun mereka yang menyebut diri sebagai ''Atticist'', misalnya [[Julius Caesar]] dan [[Markus Yunius Brutus|Brutus]].<ref name="the"/> Adapun karya bergenre [[Komedi|humor]] yang ditulis Cicero yang memuat prinsip-prinsip [[Stoikisme|Stoa]]nya berjudul ''Pro Murena'', yang merupakan sebuah karya yang mendiskreditkan Cato yang berpihak kepada para pengacara yang menyerang Clodia.<ref name="the"/> Karya tersebut termuat dalam pidato berjudul Pro Caelio yang dibawakan Cicero pada 4 April 56 SM.<ref name="the"/><ref name="leen">{{en}} Leen, Anne. "Clodia Oppugnatrix: The Domus Motif in Cicero's Pro Caelio." The Classical Journal 96. No. 2. (December, 2000- January, 2001): hal. 141–162</ref>
 
==Pemikiran Cicero==
1.235

suntingan