Kumbang Tahi Kerbau: Perbedaan revisi

689 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: BP2014
Tag: BP2014
}}
'''Kumbang Tahi Kerbau''' (Lat.: ''Aphodius Marginellus'') adalah jenis kumbang yang hidup pada tahi atau kotoran [[kerbau]].<ref name="Shadily"> {{id}} Hassan Shadily ''Ensiklopedi Indonesia'' Jilid ke-4. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects.</ref> Tersebar didaerah tropil dan subtropik.<ref name="Shadily"/> Kumbang tahi kerbau termasuk genus kumbang dalam keluarga ''Scarabaeidae''.<ref>http://data.gbif.org/species/browse/taxon/13143053</ref> Pada tahap larva, mereka memakan kotoran.<ref>{{Cite journal|author=Valiela, Ivan|year=1974|title=Composition, food webs, and population limitation in dung arthropod communities during invasion and succession"journal=American Midland Naturalist|volume=92|pages=370-385, from page 380|doi=10.2307/2424302}}</ref> [ Tersebar di daerah [[tropik]] dan [[sub tropik]].<ref name="Shadily"/> [[Tubuh]] berwarna [[coklat]] sebesar kuku kelingking dan punggungnya cembung.<ref name="Shadily"/> Kaki berbetuk khas sebagai penggali.<ref name="Shadily"/> Seranga - seranga ini banyak di jumpai pada musim hujan.<ref name="Shadily"/> Kumbang dewasa sering tertarik sinar lampu, bertelur pada tumpukan tahi [[kerbau]].<ref name="Shadily"/> [[Larva]] berwarna [[putih]].<ref name="Shadily"/> Kepompongnya terbungkus di dalam kokon bulat berwarna [[hitam]], yang terbentuk dari kotoran kerbau.<ref name="Shadily"/> Umumnya tiga ekor larva berkumpul menjadi satu di dalam kokon.<ref name="Shadily"/>
 
Kumbang tahi dikenal suka menggelindingkan bola-bola terbuat dari kotoran yang berbobot 50 kali lebih berat ketimbang tubuhnya sendiri.<ref name="okezone">{{en}} {{cite web |url=http://techno.okezone.com/read/2012/10/25/56/709320/kumbang-tahi-gunakan-kotoran-untuk-pendingin-tubuh |title= techno.okezone.com |publisher=Kumbang Tahi Gunakan Kotoran untuk Pendingin Tubuh |accessdate= 27 Juni 2014}}</ref> Kumbang ini juga gunakan kotoran untuk pendingin tubuh ketika berada di atas bola kotoran miliknya dan seringkali mengusap wajahya. Para peneliti mencurigai ini merupakan perilaku khas bertujuan menyebarkan carian ke kaki serta kepala agar menjadi lebih dingin.<ref name="okezone"/>
 
 
==Referensi==
313

suntingan