Penyakit Parkinson: Perbedaan antara revisi

2.969 bita dihapus ,  8 tahun yang lalu
salin tempel dari http://snei.or.id/article/penyakit-parkinson/
(salin tempel dari http://snei.or.id/article/penyakit-parkinson/)
Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri
 
<strong>Harapan baru untuk pasien.</strong>
 
Gejala parkinson dapat dikendalikan selain dengan obat-obatan, juga
dapat dilakukan tindakan yang dinamakan brain lesion maupun pemasangan
DBS (deep brain stimulation).Target yang digunakan untuk mengendalikan
gangguan gerakan yang terjadi pada parkinson adalah <em>thalamus, globus pallidus, atau subthalamic nucleus</em>. Untuk menuju bagian-bagian tersebut, ahli bedah saraf menggunakan sebuah teknik yang di sebut operasi <em>Stereotactic.</em>
 
<strong>Brain lesion,</strong> dilakukan dengan cara
membuat lesi di dalam otak yang disebut wilayah thalamus atau globus
pallidus, sangat efektif dalam pengobatan tremor atau bradikinesia.
Prosedur ini di lakukan secara anestesi lokal, jadi tindakan dilakukan
tanpa dibius total, sehingga relatif lebih aman. Setelah itu dipasang
alat penanda (frame stereotactic) pada kepala pasien. Dengan frame
tersebut pasien akan dilakukan MRI dan CT Scan kepala. Hasil dari MRI
dan CT Scan kepala tersebut akan disatukan dalam suatu software komputer
yang dinamakan Surgiplan. Dengan software ini seorang bedah saraf
menentukan titik yang mempengaruhi terjadinya tremor atau bradikinesia.
Akurasi dari alat ini kurang dari 1mm. Dari software ini bisa didapatkan
koordinat x, y, z, yang dapat digunakan untuk mencapai target di
talamus. Setelah itu pasien masuk ke ruang operasi. Rambut pasien tidak
dicukur botak, tapi hanya 3 – 4 cm. Dengan lokal anestesi, dilakukan
irisan 3 – 4 cm dan dibuat lubang dengan diameter 1 cm. Suatu alat yang
dinamakan busur stereotactic dipasang sesuai dengan koordinat x, y, z.
Dengan busur ini dimasukkan elektrode dengan diameter 1mm ke dalam
target. Setelah elektrode mencapai target, dilakukan stimulasi pada
target, sehingga terlihat gejala yang berhenti dan tidak terjadi efek
samping. Setelah dipastikan efeknya dengan stimulasi, maka dilakukan
lesi untuk mengurangi aktifitas talamus yang menyebabkan gejala
tersebut. Setelah itu semua, elektrode dan busur stereotaktik
dilepaskan. Lubang yang ada ditutup dan dijahit.
 
<strong>Deep Brain Stimulation (DBS)</strong>, merupakan pengobatan
tremor dengan cara pemasangan elektrode yang ditanam di dalam otak
pasien. Ujung elektrode ini dipasang pada daerah yang bertanggungjawab
terhadap gejala parkinson di otak, dan akan dialiri tengangan listrik
yang sangat rendah dari suatu baterai yang dipasang di daerah dada
pasien. Dengan alat ini dapat dikendalikan tegangan, panjang gelombang
dan frekuensi yang akan dialirkan kedalam otak, sehingga alat ini dapat
mengontrol gerakan pasien yang tidak teratur.
 
Pada pasien dengan ON-OFF parkinson, DBS dapat bermanfaat untuk
menjaga stabilitas posisi ON sepanjang hari dan menurunkan dosis obat
yang diminumnya dengan dosis dan frekuensi yang paling minimal, sehingga
<nowiki> </nowiki>kualitas hidupnya akan lebih baik.
=== Sel punca dewasa ===
[[Sel punca dewasa]] dapat digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson/''Parkinson's disease'' (PD) contohnya adalah sel punca dewasa yang berasal dari sumsum tulang belakang dapat menggantikan sel-sel [[neuron]] (saraf) otak yang rusak akibat penyakit Parkinson<ref name="Dittmar">Dittmar T, Z̈änker KS. 2009. ''Stem Cell Biology in Health and Disease. Dordrecht: Springer verlag. </ref>.
== Referensi ==
{{reflist}}
3. ''Harapan Baru Parkinson'' diakses dari http://snei.or.id/article/penyakit-parkinson/
 
== Pranala luar ==
44.475

suntingan