Buka menu utama

Perubahan

69 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
Melengkapi artikel pilihan.
Kelima adalah mahasamadhi, ini adalah fase akhir yakni sang meditator telah meninggalkan tubuhnya secara utuh dan pergi menyatu dengan Tuhan.
 
===Menjaga= Samadhi mandiri ====
 
== Samadhi dalam ajaran Budha ==
 
== Samadhi dalam ajaran Sikh ==
 
== Menjaga Samadhi ==
Melakukan samadhi membutuhkan kesiapan dan niat yang kuat, bahkan mempertahankan kemurniannya lebih sulit lagi. Tingkatan samadhi yang dasar seperti laya dan savikalpa sifatnya temporer dan dapat terhapus dalam waktu singkat. Kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan tingkatan samadhi disebabkan oleh ganggguan-gangguan dari dalam diri sendiri seperti emosi dan pikiran. Sebaliknya, orang yang telah menempuh ajaran samadhi hingga ke tingkat nirvikalpa pun harus tetap menjaga kesadarannya di alam dunia nyata. Oleh karena itu seorang yang hendak belajar samadhi sebaiknya meminta bantuan seorang guru spiritual yang disebut dhamma.
 
=== KeadaanKondisi fisik ketikadalam bersamadhifase Samadhi ===
Hingga saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi modern belum dapat menjelaskan fenomena aneh yang terjadi dalam tubuh sang meditator ketika melakukan samadhi. Meski demikian, sebenarnya para ilmuwan Hindu telah bertahun-tahun lamanya berusaha menjelaskan fenomena samadhi.
 
==== Keterangan berdasarkanPandangan para agamawan Hindu ====
Beberapa tokoh atau narasumber yang menerangkan mengenai fenomena samadhi adalah:
 
Mahopanishad berpendapat bahwa ketika fase samadhi muncul seluruh pikiran dan ambisi lenyap tak ada bekas. Seorang yogi menjadi tidak menyadari apakah dirinya sedang tertidur, bermimpi, ataupun sadar diri karena mereka telah berada dalam kondisi sempurna. Lalu menurut Yogdarshanam, ketika seluruh tubuh dan eksistensi alam nampak tenang, maka seseorang telah mencapai fase samadhi.
 
=== Pandangan para ilmuwan ===
==== Studi kasus dari bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ====
'''Gelombang otak'''
 
'''Studi kasus'''
 
Dalam sebuh penelitian, dengan mengggunakan elektrogram, menemukan bahwa detak jantung dan aliran listrik biologis di dalam tubuh sang yogi ketika berada dalam fase samadhi benar-benar lemah dan cenderung untuk berhenti berdetak. Hal ini dibuktikan dalam risetnya kepada seorang pria berumur 60 tahun yang pernah melakukan samadhi di bawah tanah selama delapan hari. Sebuah benda bernama elektrogram, disingkat ECG, diletakkan bersamanya dan melakukan pengawasan pada jantungya sebelum dan setelah melakukan yoga.
 
Baru lah pada hari ketujuh, elektrograf kembali mendeteksi aktifitas detak jantung sang yogi, hal ini dikarenakan sang yogi telah mengetahui terlebih dahulu bahwa mendekati hari ke delapan pintu lubang akan dibuka. Setelah penelitian tersebut dilakukan, sayangnya hingga saat ini para peneliti tersebut belum bisa memberikan kesimpulan mengenai penelitian tersebut.
 
=== Para tokoh pelaku Samadhi ===
Terdapat beberapa tokoh agama dan yogi terkenal yang pernah berhasil melakukan samadhi dan menerbitkan hasil pengalaman spiritualnya. Tokoh-tokoh tersebut sangat banyak jumlahnya, tapi beberapa di antaranya memiliki pengalaman yang cukup menarik di antara yang lainnya, mereka adalah:
 
'''Sri Ramakrishna Paramhansa'''
 
Paramhansa adalah tokoh dari agama Hindu yang telah banyak diketahui sering melakukan samadhi berkali-kali dalam hidupnya. Selama bermeditasi, Ramakrishna dapat duduk dalam keadaan tetap dan tenang selama berjam-jam dan perlahan kembali lagi dalam keadaan normalnya. Anehnya, jantungnya sama sekali tidak berdetak selama samadhi. Selain itu, Sri Totapuri, guru dari Paramhansa juga pernah menceritakan bahwa muridnya pernah melakukan nirvikalpa samadhi. Ceritanya pada suatu hari Ia hendak menemui Paramhansa di rumahnya, setibanya dia di sana sama sekali tak ada yang menjawab salamnya. Tiga hari berlalu, dia pun penasaran dan membuka pintu dengan paksa. Betapa terkejut dia ketika melihat Parmhansa ternyata duduk dengan tenang, tidak berubah sejak terakhir kali Ia meninggalkannya. Dia pun langsung mengecek kondisinya, dan dia sama sekali tidak merasakan detak jantung atau pun aliran nafas. Dia menyimpulkan pada saat itu Paramhansa sedang melakukan nirvikalpa samadhi.
 
'''Nirvikalp Samadhi selama tiga hari'''
 
Sri Totapuri, guru dari Paramhansa pernah menceritakan bahwa muridnya pernah melakukan nirvikalpa samadhi. Ceritanya pada suatu hari Ia hendak menemui Paramhansa di rumahnya, setibanya dia di sana sama sekali tak ada yang menjawab salamnya. Tiga hari berlalu, dia pun penasaran dan membuka pintu dengan paksa. Betapa terkejut dia ketika melihat Parmhansa ternyata duduk dengan tenang, tidak berubah sejak terakhir kali Ia meninggalkannya. Dia pun langsung mengecek kondisinya, dan dia sama sekali tidak merasakan detak jantung atau pun aliran nafas. Dia menyimpulkan pada saat itu Paramhansa sedang melakukan nirvikalpa samadhi.
 
'''Sri Chaitanya Mahaprabhu'''
 
Lahiri Mahasaya adalah satu-satunya tokoh dari Hindu yang dapat melakukan samadhi tanpa perlu bermeditasi; Ia dapat masuk ke dalam fase samadhi sambil berbicara. Suatu hari muridnya dokter Chandramohan mengobrol dan bercanda-canda dengan Lahiri Mahasaya. Mahasaya pun bertanya apakah pertanda orang meninggal, dan muridnya mengatakan bahwa detak jantungya pasti lah berhenti. Mahasaya meminta Chandramohan memeriksa denyut nadinya, tidak berdenyut, Chandramohan pun kaget.
 
== Kontroversi ==
1.571

suntingan