Stasiun Kalimenur: Perbedaan revisi

261 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
{{noref}}
{{infobox stasiun
|name=Kalimenur
|operator=[[Daerah Operasi VI Yogyakarta]]
}}
 
'''Stasiun Kalimenur''' ('''KLR''') merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di [[Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo|Desa Sukoreno]], [[Sentolo, Kulon Progo|Kecamatan Sentolo]], [[Kabupaten Kulonprogo]], tepatnya di antara [[stasiun Sentolo]] dan [[stasiun Wates]]. Stasiun yang terletak pada elevasi ±35 m ini kini kondisinya lusuh dan kesepian, karena sudah sekitar 35 tahun lalu beroperasi. Stasiun berhenti beroperasi pada [[1974]] dan dianggap tak layak lagi meski hanya untuk pemberhentian kereta berkecepatan tinggi.
 
Stasiun ini diperkirakan dibangun pada masa yang sama dengan pembangunan jalur rel [[Surabaya]]-[[Cilacap]], sekitar [[1876]]-[[1888]]. Hingga masa revolusi, Stasiun Kalimenur menjadi salah satu stasiun yang riuh dengan penumpang menunggu kereta uap yang sering disebut sebagai ''sepur bumel'' atau ''sepur grenjeng''. Yang unik, stasiun ini dulu juga disebut sebagai ''Stasiun Tahu'', karena mayoritas penumpangnya adalah penjual [[tahu]] dari [[Tuksono, Sentolo, Kulon Progo|Desa Tuksono]] yang hendak berjualan ke [[Yogyakarta]] atau [[Kutoarjo]].
 
Pada masa revolusi sekitar [[1948]], stasiun ini pernah dibom oleh Belanda, hingga hampir hancur. Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) kemudian membangun kembali, dan meresmikan Stasiun Kalimenur menjadi stoplat (stasiun mini) pada tahun 1954.
 
== Pranala luar ==
* {{id}} [http://indonesianheritagerailway.com/index.php?option=com_content&view=article&id=556%3Aobservasi-stasiun-non-aktif-kalimenur&catid=54%3Anews-articles&Itemid=83&lang=id Indonesian Heritage Railway: Observasi Stasiun Nonaktif Kalimenur]
 
{{stasiun|Stasiun Wates|Jalur KA Kutoarjo-Purwosari|Stasiun Sentolo}}