Buka menu utama

Perubahan

5 bita ditambahkan, 5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Dalam perkembangannya, Comite Boemi Poetera pernah dua kali menerbitkan [[pamflet]].
* Pamflet pertama diterbitkan pada [[12 Juli]] [[1913]] yang berisi nama-nama para pengurusnya serta penjelasan aktivitas-aktivitasnya, antara lain tuntutan membentuk parlemen Hindia dan dihapuskannya Pasal 111 ''Indischestaatregering'' tentang pembatasan hak berorganisasi bagi bumiputera.
* Pamflet kedua terbit pada [[13 Juli]] 1913, berisi tulisan Soewardi Soerjaningrat berjudul ''Als Ik een Nederlander was'' (JikaSeandainya saya ''Nederlander''seorang Belanda), yang dicetak sebanyak 5.000 eksemplar. Pamflet kedua kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu oleh [[Abdoel Moeis]]. Saat menerjemahkan, Moeis sempat mengkhawatirkan soal terjemahan ini karena isinya yang sangat keras terhadap pemerintah kolonial. Dengan terjemahan dalam [[bahasa Melayu]], pamflet ini menjangkau pembaca yang lebih luas lagi.
:Kutipan ''Als Ik eenseen Nederlander was'':
{{cquote|Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! 'Kalau aku seorang Belanda' Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun.}}
4

suntingan