Plutarkhos: Perbedaan revisi

299 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: BP2014
Tag: BP2014
}}
 
'''Lusius Mestrius Plutarkhos''' atau dikenal dengan sebutan '''Plutrach''' atau '''Plutarkhos''' ({{lang-la|Lucius Mestrius Plutarchus}}, {{lang-el|Μέστριος Πλούταρχος}}; ''c.'' 46 – 120 — umumnya disebut '''Plutarkhos''' — adalah [[sejarawan]], pembuat [[biografi]], pembuat esai [[Romawi]] dari etnisberkebangsaan [[Yunani]].<ref name="Hagg">{{en}}Thomas Hagg., The Art of Biography in Antiquity, Edinburg: Cambridge University Press, 239-250</ref> Plutarch lahir padadi keluarga yang pentingterhormat di [[Chaeronea]], [[Boeotia]], yaitu kota yang terletak sekitar 20 mil sebelah timur [[Delphi]].<ref name="Hagg"></ref> KaryanyaKarya-karya Plutarch meliputi ''[[Parallel Lives]]'', Symposiacs<ref name="Adler"></ref> (Table Talk: Pembicaraan Meja) dan ''[[Moralia]]''.<ref name="Hagg"></ref> Plutrach adalah seorang intelekterdidik yang antusias, yang diyakini termasuk pengikut Plato, tetapiwalaupun tulisannya dalam bidang politik berbeda dengan Plato.<ref name="Adler"/> Risalah yang masih ada: Nasihatdi Politik,antaranya berisi nasihat politik yang mewacanakan diskusi tentang "Apakah para tetua seharusnya terlibat politik?"; "Mengapa para [[filsuf]] seharusnya berkominikasi dengan penata hukum, kepada seorang penegak hukum tak terpelajar?-" yang semua itu berhubungan dengan situasi sejarah dan politik pada masanya.<ref name="Rowe el t al"></ref>
 
Sebagai penulis biografi, iaPlutarch menuliskan biografi para pemimpin Romawi, di antaranya adalah [[Fabius]], [[Alexander Agung]], [[Julius Caesar]], [[Anthny]]Anthony, dan [[Marcellu]].<ref name="Susanto">{{id}}A.B. Susato., 60 Management Gems: Applying Management Wisdom in Lifes Menurut, Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama., Hal. 22</ref> A.B Susanto, seorang trainer [[managemen]], menyatakan Plutarch memberikan pelajaran terbaik dan paling cerdas tentang kepemimpinan daridaripada [[literatur]] yang dapat ditemukan di mana pun.<ref name="Susanto"></ref>
 
 
==Riwayat Hidup Singkat==
Plutarch hidup pada masa pemerintahan [[Nerva]], [[Trajan]], dan [[Hadrian]], masa yang biasanya dianggap sebagai permulaan kejayaan dari perluasan [Romawi]],.<ref name="Adler"/> Plutarch merupakan penulis masa akhir kejayaan literatur Roma dan [[Yunani]].<ref name="Adler">{{en}}Mortimer J. Adler., Great of the Western Books 13: Plutarch, London: Encyclopedia Britannica, Inc., 1952, Hal. v-vi</ref> Dia kurang dirujuk dan disebut oleh para ahli masa kini dari pada [[Juvenal]], [[QuintilianesQuintilianus]], [[Martial]], [[Tacitus]], dan si Muda [[Pliny]].<ref name="Adler"></ref> Dia bahkan tidak pernah menulis [[otobiografi]]nya, wayalupun sumber-sumber tentang dirinya tersebar dan diketahui melalui beberapa warisan secara tak sengaja.<ref name="Adler"></ref>
 
Dari kota kelahirannya, di Boeotia, Plutarch muda berangkat ke [[Athena]] untuk belajar filsafat di [[Akademi]], sekolah yang didirikan Plato.<ref name="Hagg"></ref> Setelah itu dia pun mengembara ke [[Mesir]], [[Asia Kecil]] dan tinggal di [[Roma]],.<ref name="Hagg"/> dariDari seluruh perjalanan itu, ia mendapatkan keahlian menulis dan keprihatinan dalam bidang [[politik]] dan [[budaya]].<ref name="Hagg"></ref> Namun, agaknya cara bertindaknya sangat bergaya Yunani.<ref name="Hagg"></ref> Selain itu, ia juga menjadi seorang imam di [[Delphi]].<ref name="Hagg"></ref>
 
Meskipun ia bukan seorang politisi, ia memegang jabatan [[publik]], walaupun bukan tingkat yang tertinggi.<ref name="Rowe el t al">{{id}}Christoper Rowe, Malcolm Schofield, Simon Harrison, and Melissa Lane., Sejarah Pemikiran Politik Yunani Romawi, Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2001, Hal. 681-691</ref>
 
==Karya dan Pemikiran==
Karya yang paling terkenal dari Plutarch adalah ''the Pararel Lives'' yang ia tulis kurang lebih 20 tahun setelah ia menjadimenekuni ahlidunia menulisliteratur.<ref name="Hagg"/> Buku ini berkisah tentang negarawan yang terkenal.<ref name="Rowe el t al"></ref> Buku tersebut terdiri 2300 halaman dalam 11 volume.<ref name="Hagg"></ref> Karya tentang [[Moralia]] juga sangat terkenal, bicara tentang etika Yunani, berisi 3500 halaman, terdiri dari 16 volume.<ref name="Hagg"></ref>
 
Plutarch agaknya selalu memikirkan keterlibatan hidup para filsuf dengan dunia politik.<ref name="Rowe el t al"></ref> Hal ini yang membedakannya dengan Plato, bahwayang kurang menekankan etika sikap hidup.<ref name="Rowe el t al"/> Menurut Plutarch, seorang filsuf (tradisi [[Stoa]] mengajakseharusnya orangjuga menjadiseorang shopis, yaitu seseorang yang bukan saja mencintai kebijaksanaan, melainkan menjadi bijak), dan ia tidak perlu terlibat dalam dunia politik.<ref name="Rowe el t al"></ref> Namun demikian, penarikan dari kehiduankehidupan politik, menurut Plutarch juga tidak diperbolehkan, meskipun sementara.<ref name="Rowe el t al"/> Anti politik dan hidup non-aktif dari politik bahkan dianggap sebuah tindakan tercela.<ref name="Rowe el t al"></ref> Politik bahkan dianggap sebagai daerah sakral, mengandung sesuatu yang ilahiah, yang terkadang dideskripsikan dalam istilah "inisiasi" yang dapat dilihat dari petuah Plutarch<ref name="Rowe el t al"></ref>:
{{Cquote|Negarawan yang sempurna turut campur dalam persoalan publik, pertama-tama dengan menjadi calon inisiasi, tetapi pada akhirnya ia akan menjadi orang yang mengajar dan menginisiasi (menginspirasi) orang lain. Aktivitas politik adalah pengabdian kepada tanah air seseorang, yang bahkan dapat mengklaim hak yang lebih tinggi ketimbang orang tua seseorang. Negarawan atau warga negara yang baik seharusnya tidak menolak atau meremehkan setiap jabatan publik, betapapun sederhananya, setiap jabatan adalah kebaikan [[sakral]]. |4=[[Plutarch]] dalam [[Praec. 824a-b, 795e, 792e, 816a]]}}
 
==Plutarch dan Stoa dalam Etika==
Plutarch senada dengan pemikiran Stoa yang menekankan hidup dalam kemandirian prinsip demi kebahagiaan, terlibat politik dalam mencapai kebaikan, melakukan pengabdian kepada negara dan [[Tuhan]] melalui hukum [[Ilahi]]ilahi.<ref name="Rowe el t al"></ref> Baginya, tujuan politik adalah sesuatu yang baik secara moral dan tidak ada yang lain.<ref name="Rowe el t al"></ref> Kebaikan politik adalah yang paling sempurna dan tak satu pun dari kebaikan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia dapat lepas dari hukum, keadilan dan kekuasaan.<ref name="Rowe el t al"></ref>
 
{{Cquote|Politik adalah bukan sesuatu bentuk pengabdian (leitourgia) yang mencapai batasnya ketika kebutuhan yang dilayani terpenuhi, tetapi merupakan jalan hidup bagi makhluk yang mulia dan diciptakan untuk ''polis'' dan bermasyarakat, dan pada dasarnya ditetapkan untuk menjalankan kehidupan politik, mengejar cita-cita yang baik secara moral dan setiap saat memperlakukan orang lain dengan rasa kemanusiaan.|4=[[Plutarch]] dalam [[Should the Elderly Engage in Politics?791c]]}}
 
==Pengaruh Plutarch==
Salah satu tokoh besar yang dipengaruhi oleh Plutarch adalah [[Jean Jacques Rousseau]].<ref name="Suhelmi"></ref> Plutarch sangat mempengaharuhi dirinya.<ref name="Suhelmi"></ref> Bahkan karena Rousseau sering membaca karya-karya Plutarch setiap malam, ia sangat terobsesi menjadi seorang negarawan Romawi, walau usianya masih 12 tahun.<ref name="Suhelmi">{{id}} Ahmad Suhelmi., Sejarah Pemikiran Barat, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2001, Hal. 238</ref>
 
 
1.235

suntingan