Pertempuran Medan Area: Perbedaan antara revisi

615 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
Dari Pusera Medan: Selamat Ginting dan Rakutta Sembiring.
Demikian pula dari potensi-potensi pemuda lain seperti: Tama Ginting, Matang Sitepu, R.M. Pandia, Batas Perangin-angin dan Turah Perangin-angin.
Dalam proses sejarah selanjutnya, BPI kemudian berubah menjadi BKR (Badan Keselamatan Rakyat) yang merupakan tentara resmi pemerintah dimana Djamin Ginting’s ditetapkan sebagai komandan pasukan teras bersama-sama Nelang Sembiring dan Bom Ginting yang anggotanya antara lain Selamat Ginting’s, Nahud Bangun, Rimrim Ginting, Kapiten Purba, Tampak Sebayang dan lain-lain.
 
Pada umumnya yang menjadi anggota BKR ini adalah para bekas anggota Gyugun atau Heiho dan berisan-barisan bentukan Jepang. Djamin Ginting.S bekas komandan pleton Gyugun ditunjuk menjadi Komandan Batalyon BKR Tanah Karo.
Untuk melanjutkan perjuangan di Medan maka pada bulan [[Agustus]] 1946 dibentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area. Komandan initerus mengadakan serangan terhadap Sekutu diwilayah Medan. Hampir di seluruh wilayah Sumatera terjadi perlawanan rakyat terhadap [[Jepang]], Sekutu, dan Belanda. Pertempuran itu terjadi, antara lain di [[Padang]], [[Bukit Tinggi]] dan [[Aceh]].
Untuk melanjutkan perjuangan di Medan maka pada bulan [[Agustus]] 1946 dibentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area.
Untuk melanjutkan perjuangan di Medan maka pada bulan [[Agustus]] 1946 dibentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area.resimen Komandanini initerusterus mengadakan serangan terhadap Sekutu diwilayah Medan. Hampir di seluruh wilayah Sumatera terjadi perlawanan rakyat terhadap [[Jepang]], Sekutu, dan Belanda. Pertempuran itu terjadi, antara lain di [[berastagi]], [[Padang]], [[Bukit Tinggi]] dan [[Aceh]].
 
== Referensi ==
17

suntingan