Misionaris: Perbedaan revisi

774 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
Keterangan tentang misionaris kristen dan uraiannya
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-di tahun +pada tahun))
(Keterangan tentang misionaris kristen dan uraiannya)
[[File:COLLECTIE TROPENMUSEUM Zendelingenhuis in Boeli TMnr 60018592.jpg|thumb|300px|Rumah misionaris di [[Buli]] (sekarang di [[Kabupaten Halmahera Timur]], provinsi [[Maluku Utara]]) pada tahun 1905-1914]]
Misionaris [[Protestan]] juga disebut sebagai ''[[zending|zendeling]]'' (dari bahasa Belanda yang artinya [[pengutusan]]). Misionaris/Zending ditujukan untuk penyebaran agama Kristen melalui kabar keselamatan yang diberikan Allah kepada seluruh dunia. Misionaris adalah seorang pendakwah Katolik sedangkan zending adalah pendakwah Protestan
 
Seorang misionaris adalah orang yang telah mengalami Kasih Bapa sehingga dia terdorong untuk membagikan Kasih Bapa yang Ia alami kepada orang-orang yang sama sekali tidak mengenal Allah.
 
Sorang Misionaris menjadi seperti orang yang hilang ingatan sehingga melupakan apa yang menjadi kehidupan lamanya, kehidupan yang mewah dan nyaman, kepada kehidupan yang berfokus kepada pelayanan cinta kasih kepada orang miskin, orang sakit, yang terdapa pada desa-desa terpencil yang jauh dari jangkauan perkotaan, bahkan kepada suku-suku sekalipun yabg berada di pedalaman hutan.
 
Seorang misionaris mengenal panggilannya dengan benar, bahwa ia melakukan semuanya itu karena keselamatan yang sudah dia terima bukan untuk mencari keselamatan tapi membagikannya kepada sesama manusia.
 
<!--
Proses Zending di Indonesia banyak dilakukan pada zaman kolonial Belanda. Zending di Indonesia kebanyakan berlangsung dengan modus membagi-bagikan sembako pada rakyat miskin sehingga mereka tertarik masuk Kristen dan meninggalkan agama asalnya. Konon misi seperti itu hingga kini masih berlangsung di Indonesia.
-->
 
== Misionaris Islam ==
Misionaris [[Islam]] di Indonesia berasal dari [[Bangsa Arab|Arab]] dan [[Persia]] yang masuk ke [[pulau Jawa]] pada awal tahun [[1400]] dan lambat laun memenangkan para [[mualaf]] di antara golongan yang berkuasa. Pada saat itu Jawa masih didominasi oleh kebudayaan Hindu-Buddha. Sebutan untuk pendakwah Islam bukanlah misionaris atau zending, tetapi sebutannya adalah [[Da'i]]
Pengguna anonim