Tradisi mengikat kaki: Perbedaan antara revisi

4 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- di zaman + pada zaman)
k (rrt)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (- di zaman + pada zaman))
== Latar belakang tradisi mengikat kaki ==
 
Tradisi mengikat kaki berdasar kepada beberapa latar belakang budaya dipada zaman kuno di Cina. Ini yang menyebabkan walaupun praktik ini sangat tidak manusiawi terhadap wanita, namun tetap dapat bertahan selama ribuan tahun dalam sejarah [[kebudayaan Cina]].
 
Beberapa unsur budaya yang melatar-belakangi tradisi ini adalah:
Di Cina bagian selatan, wanita [[suku Hui]] yang beragama Islam dilarang melakukan tradisi mengikat kaki oleh imam setempat karena dianggap menyalahi ciptaan tuhan.<ref>{{cite book|url=http://books.google.com/books?id=fpcuAAAAYAAJ&q=mohammedan#v=snippet&q=mohammedan&f=false|title=The religions of China: Confucianism and Tâoism described and compared with Christianity|author=James Legge|year=1880|publisher=Hodder and Stoughton|location=LONDON|page=111|isbn=|pages=|accessdate=June 28, 2010}}(Original from Harvard University)</ref>
 
Sebelumnya, dipada zaman Dinasti Song dan [[Dinasti Ming|Ming]], ada beberapa sastrawan dan cendekiawan menyatakan keberatan mereka atas tradisi ini dalam beberapa tulisan sastra.
 
[[Pemberontakan Taiping]] juga melarang dengan tegas tradisi mengikat kaki ini dikarenakan pemberontakan ini berazaskan ajaran [[Kristiani]] yang menolak banyak tradisi Cina yang dianggap kuno. Di samping itu, pemberontakan Taiping juga didominasi oleh etnis Hakka.
692.563

suntingan