Buka menu utama

Perubahan

4.289 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
{{inuseBP|BP21Danang|15 MEI 2014|5 Mei 2014}}
 
{{Infobox monarch
| name =Theodosius I
| place of burial =[[Konstantinopel]], saat ini [[Istanbul]]
}}
'''Flavius Theodosius''' (11 Januari 347 – 17 Januari 395), juga dijuluki '''Theodosius I''' dan '''Theodosius yang Agung''' ([[Bahasa Yunani|Yunani]]: '''Θεοδόσιος Α΄''' dan '''Θεοδόσιος ο Μέγας'''), adalah [[Kaisar Romawi]] dari tahun 379 hingga 395.<ref Ianame="Wellem">{{en}}F.D. Wellem., Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Sejarah Gereja, Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2003, Hal. 180-183</ref> Theodosius Agung adalah seorang yang berusaha menyatukan kembali bagian barat dan timur kekaisaran, dan juga merupakan kaisar terakhir dari [[Kekaisaran Romawi Timur]] dan [[Kekaisaran Romawi Barat]].<ref name="Wellem"/> Setelah kematiannya, dua kekaisaran itu terpisah secara permanen.<ref name="Wellem"/> Ia juga menjadikan [[Kredo Nicea|Kekristenan Nicene]] sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi.<ref>''Cf. decree, infra''.<name="Wellem"/ref>
 
==Riwayat Hidup Singkat==
Theodosius adalah anak dari seorang jenderal yang ternama pada masa pemerintahan Kaisar Valentinianus.<ref name="Wellem"/> Ia dilahirkan di Spanyol sekitar tahun 346, mulai terkenal setelah berhasil memadamkan serangan [[Sarmatian]] [[tahun 374]]. Sesudah Valens meninggal dalam pertempuran di Adrianopel, ia dipanggil oleh [[Kaisar Gratianus]] untuk menjadi Agustus Timur pada tahun 379.<ref name="Wellem"/> Sesudah meninggalnya Kaisar Valentinianus, Theodosius diangkat menjadi Kaisar Roma pada tahun 392.<ref name="Wellem"/> Pada tahun 390, sebelum ia diangkat menjadi kaisar, ia mendeklarasikan diri untuk dibaptis menjadi Kristen di bawah ajaran Keputusan Konsisil Nicea.<ref name="today">http://www.christianitytoday.com/ch/131christians/rulers/theodosius.html, diakses 5 Mei 2014</ref>
 
==Karya Terbesar==
Theodosius adalah seorang yang dididik dalam ajaran Kekristenan yang ortodoks sehingga ia sangat membela keputusan ajaran [[Konsili Nicea]].<ref name="Wellem"/> Pertikaian [[Arianisme]] yang belum diselesaikan dengan tuntas oleh Konstantinus dan pengganti-penggantinya kini diselesaikan oleh Theodosius.<ref name="Wellem"/> Untuk menyelesaikan pertikaian [[Arius]], Theodosius menghimpun sebuah konsili umum yang bersidang pada tahun 381 yang dinamakan [[Konsili Konstantinopel]].<ref name="Wellem"/> Kaisar memberi hak-hak istimewa kepada agama negara serta mengeluarkan peraturan yang melarang semua [[bidat]] (aliran sesat) dan perpecahan gereja.<ref name="Wellem"/><ref name="Berkof">{{id}}Hendrikus Berkhof dan I. H. Enklaar., Sejarah gereja, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009, Hal. 50</ref> Theodosius Agung meneruskan penyempurnaan Konstantinus dengan membuat peraturan seluruh penduduk kekaisaran untuk memeluk iman [[Katolik]] dari Gereja resmi sesuai dengan ajaran uskup Roma dan Alexandria.<ref name="Berkof"/>
 
Sikap Theodosius terhadap memang menentang aliran sesat, oleh karena itu ia melarang aliran-aliran sesat, namun tidak menghancurkan kuil-kuilnya.<ref name="Wellem"/><ref name="today"/> Penghancuran justru dilakukan oleh rahib-rahib yang fanatik menentang aliran sesat itu.<ref name="Wellem"/><ref name="Berkof"/>
 
Tentang ketidakrukunannya dengan Uskup [[Ambrosius]] (Uskup [[Milano]]), Theodosius akhirnya melakukan pertobatan sesuai permintaan Uskup yang bijaksana itu.<ref name="Wellem"/> Theodosius dikritik sebagai Kaisar yang banyak melakukan pembunuhan (terkait pembunuhan massal 7000 orang di [[Tesalonika]] pada tahun 390.<ref name="Wellem"/> Perlu dicatat, di sini Theodosius melakukan kerjasama dengan bangsa Visigoth untuk menggolkan keputusannya tentang peraturannya yang disebut Edik Tesalonika.<ref name="Walker">{{id}} Peter Walker., In the Steps of Saint Paul, Yogyakarta: Kanisius, 2009, Hal. 100</ref>
 
Ambrosius menulis surat teguran yang sangat keras supaya Theodosius meniru Raja [[Daud]] yang bertobat dan kembali kepada jalan Allah tanpa kekerasan.<ref name="Wellem"/> Karena pertobatan Theodosius, hubungan keduanya menjadi baik kembali, Uskup Ambrosius tinggal di [[Roma]] hingga tahun meninggalnya Theodosius 395.<ref name="Wellem"/> Agama Kristen disahkan menjadi agama negara, walaupun motivasinya sangat politis.<ref name="Wellem"/><ref name="today"/> Theodosius juga melakukan perdamaian dengan suku Goth yang selama ini memusuhi kekaisaran dengan cara menyuap mereka, membebaskan pajak dan melakukan penyerahan lahan, serta pekerjaan dalam pasukan bersenjata.<ref name="Man">{{id}}John Man., Attila: The Barbarian King Who Challenged Rome, Jakarta: Pustaka Alvabet, 2005, Hal. 136</ref> Banyak orang Kristen baru, para pejabat gereja mendapatkan hak-hak istimewa, namun hal itu justru menjadikan mutu iman orang Kristen menurun.<ref name="Wellem"/>
 
Sesudah Theodosius mangkat pada tahn 395, kekaisaran itu pecah menjadi dua bagian, Timur dan Barat.<ref name="Berkof"/> Bagian Barat menjadi sasaran suku bangsa [[Jerman]] sampai pada akhirnya tahun 486 negara Romawi runtuh dan pecah sama sekali.<ref name="Berkof"/><ref name="today"/>
 
 
== Pranala luarRujukan ==
{{reflist}}
{{Commons|Theodosius I}}
1.235

suntingan