Seks oral: Perbedaan revisi

102 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
k
Membatalkan 1 suntingan oleh 39.212.4.237 (pembicaraan). (TW)
k (Membatalkan 1 suntingan oleh 39.212.4.237 (pembicaraan). (TW))
Oral seks saja tidak dapat menghasilkan kehamilan dan pasangan heteroseksual mungkin melakukan seks oral sebagai bagian metode kontrasepsi mereka. <ref name=about.com_embarrassingsex>{{cite web |url=http://teenadvice.about.com/od/sexuallyactive/a/sillysexqa.htm|title=Your Most Embarrassing Sex Questions Answered|accessdate=July 10, 2008}}</ref> Untuk pembuahan berlangsung karena sperma dari penis harus memasuk ke dalam rahim dan saluran tuba untuk kemudian membuahi sel telur wanita. Pada manusia, tidak ada hubungan antara sistem pencernaan dan sistem reproduksi, <ref group=>However, this has happened in {{cite web |http://abcnews.go.com/Health/Wellness/teen-girl-vagina-pregnant-sperm-survival-oral-sex/story?id=9732562 bizarre circumstances] involving a stabbing.</ref> dan sperma tertelan oleh wanita akan dibunuh dan dipecah oleh asam di perutnya dan protein di usus kecil. Hasil pecahan tersebut kemudian diserap sebagai jumlah diabaikan nutrisi. Namun, ada potensi risiko kehamilan jika semen datang dalam kontak dengan daerah vagina dalam beberapa cara, seperti semen dalam ejakulasi menemukan jalan ke jari, tangan, atau bagian tubuh lain, yang kemudian kontak dengan menyentuh daerah vagina.
 
Oral seks tidak selalu merupakan metode yang efektif untuk mencegah [[penyakit menular seksual]] (PMS). Chlamydia, human papillomavirus (HPV), gonorrhea, herpes, hepatitis (beberapa strain), dan infeksi menular seksual (IMS / PMS) termasuk HIV--dapat ditularkan melalui seks oral. <ref>[http://www.uhs.uga.edu/sexualhealth/oral_sex.html#safe University Health Center | Sexual Health | Oral Sex<!-- Bot generated title -->]</ref> Namun risiko penularan HIV melalui oral seks tidak diketahui, umumnya dianggap lebih rendah daripada praktik seks lainnya terutama bersenggama. <ref>{{cite journal |author=Campo J, Perea MA, del Romero J, Cano J, Hernando V, Bascones A |title=Oral transmission of HIV, reality or fiction? An update |journal=Oral Dis |volume=12 |issue=3 |pages=219–228 |year=2006 |pmid=16700731 |doi=10.1111/j.1601-0825.2005.01187.x}}</ref> risiko dari sebagian besar jenis infeksi umumnya dianggap jauh lebih sedikit daripada yang berhubungan dengan seks vagina atau anal.<ref name="testing"/><ref name="Health"/><ref name="Fulbright"/> Telah dilaporkan antara seks oral dan kanker mulut dengan human papillomavirus (HPV) yang terinfeksi pada orang. <ref>{{cite web
| url=http://www.oralcancerfoundation.org/hpv/index.htm | title=The HPV Connection - The human papilloma virus related to Oral Cancer| work=| author= | date=2011- | accessdate=2011- }}
</ref> Pada tahun 2005, sebuah penelitian di College of Malmö di Swedia menunjukkan bahwa melakukan seks oral tanpa [[kondom]] pada orang yang terinfeksi dengan HPV dapat meningkatkan risiko kanker mulut. Studi ini menemukan bahwa 36 persen dari pasien kanker telah terinveksi HPV dibandingkan dengan hanya 1 persen dari kelompok yang mengontrol sehat <ref>[http://www.medindia.net/news/view_news_main.asp?x=5822 "Oral Sex Linked To Mouth Cancer Risk"], ''MedIndia'', November 20, 2005.</ref>.
21.695

suntingan