Buka menu utama

Perubahan

28 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
*Kerja sama antar perpustakaan<ref name="book1"/>. kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antar perpustakan dalam bidang pelayanan referensi (menyediakan sumber informasi) kepada para pengunjung perpustakaan/pemakai<ref name="book2"/>.
*Perabot dan perlengkapan perpustakaan yang lengkap dan tata ruang yang nyaman serta aman untuk tempat studi para pemakai/pengunjung perpustakaan<ref name="book2"/>.
==Jenis Layanan==
Menurut [[Bopp]] ([[1991]]), ada 3 jenis layanan referensi dasar (pokok) yang pada teorinya digolongkan secara terpisah, tetapi pada prakteknya terkadang dilakukan secara bersama-sama.<ref name="website3">{{cite website
| author = Dian Wulandari, Pustakawan Universitas Kristen Petra
| year =
| publisher =
| accessdate = 22 April 2013
}}</ref>
}}</ref>. Ketiga jenis layanan referensi tersebut adalah layanan informasi, yang dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan pengguna sesuai kebutuhan informasi mereka mulai dari informasi yang sangat sederhana sampai dengan informasi yang sangat kompleks, melayani kebutuhan informasi pengguna dengan cara melakukan kerjasama, silang layanan dan lain-lain<ref name="website3"/>. Jenis layanan informasi yang diberikan meliputi:
 
#''Ready Reference Questions'''(pertanyaan dengan sumber referensi) adalah pertanyaan yang dapat dijawab secara cepat dengan melakukan konsultasi atau menggunakan 1 atau 2 alat bantu<ref name="website3"/>. Pada umumnya seperti pertanyaan mengenai alamat, terjemahan, arti kata atau definisi suatu istilah,tanggal dan tempat sebuah kejadian atau biografi singkat seorang tokoh, dll<ref name="website3"/>. Dengan adanya internet, pertanyaan-pertanyaan yang bersifat ''ready reference'' tidak hanya dapat dijawab dengan alat bantu ''manual'', tapi juga bisa diperoleh secara cepat di internet<ref name="website3"/>. Media komunikasi antara pengguna dengan pustakawan pun dapat dilakukan dengan tidak hanya bertatap muka secara langsung, tetapi bisa melalui telepon, email bahkan dengan cara chatting<ref name="website3"/>.
}}</ref>. Ketiga jenis layanan referensi tersebut adalah layanan informasi, yang dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan pengguna sesuai kebutuhan informasi mereka mulai dari informasi yang sangat sederhana sampai dengan informasi yang sangat kompleks, melayani kebutuhan informasi pengguna dengan cara melakukan kerjasama, silang layanan dan lain-lain<ref name="website3"/>. Jenis layanan informasi yang diberikan meliputi:
# ''Ready Reference Questions''' (pertanyaan dengan sumber referensi) adalah pertanyaan yang dapat dijawab secara cepat dengan melakukan konsultasi atau menggunakan 1 atau 2 alat bantu<ref name="website3"/>. Pada umumnya seperti pertanyaan mengenai alamat, terjemahan, arti kata atau definisi suatu istilah,tanggal dan tempat sebuah kejadian atau biografi singkat seorang tokoh, dll<ref name="website3"/>. Dengan adanya internet, pertanyaan-pertanyaan yang bersifat ''ready reference'' tidak hanya dapat dijawab dengan alat bantu ''manual'', tapi juga bisa diperoleh secara cepat di internet<ref name="website3"/>. Media komunikasi antara pengguna dengan pustakawan pun dapat dilakukan dengan tidak hanya bertatap muka secara langsung, tetapi bisa melalui telepon, email bahkan dengan cara chatting.<ref name="website3"/>.
#Pertanyaan penelitian (''research questions'')
#:Selain pertanyaan yang dapat dijawab secara mudah dan cepat, layanan referensi juga menerima pertanyaan-pertanyaan yang kompleks untuk keperluan penelitian, dan untuk memperoleh jawabannya, pustakawan harus melakukan penelusuran informasi terlebih dahulu<ref name="website3"/>.
#Peminjaman antar perpustakaan (''interlibrary loan'')
dalam#:Dalam bentuk ini [Perpustakaan]perpustakaan boleh meminjam dan meminjamkan koleksinya ke perpustakaan lain<ref name="book3">{{cite book
| author = Sulistyo Basuki
| year =
}}</ref>. Dalam hal ini, peminjaman dilakukan oleh perpustakaan serta atas nama perpustakaan<ref name="book3"/>. Dengan demikian, Anggota perpustakaan A bila ingin meminjam buku dari perpustakaan B maka anggota tersebut harus melakukannya melalui perpustakaan A<ref name="book3"/>. Jadi Anggota tidak boleh berhubungan langsaung dengan perpustakaan lain<ref name="book3"/>.
#Informasi dan layanan rujukan (''information and referall service'')
#:Pustakawan referensi harus dapat mengidentifikasi sumber-sumber informasi yang ada di luar perpustakaannya untuk memenuhi kebutuhan informasi para penggunanya<ref name="website3"/>. Pustakawan harus dapat melokalisir keberadaan informasi tertentu yang dibutuhkan pengguna<ref name="website3"/>. Dalam hal ini, fungsi layanan adalah menjembatani pengguna dengan informasi yang dibutuhkannya dari luar Perpustakaan dan mempertemukannya<ref name="website3"/>.
#Kerjasama (''cooperative reference service'')
#:Salah satu bentuk layanan informasi adalah mengadakan hubungan dan kerjasama dengan perpustakaan/pusat informasi lain dalam memenuhi kebutuhan informasi penggunanya<ref name="website3"/>. Kerjasama dapat dilakukan secara formal berupa konsorsium, forum perpustakaan maupun kerjasama non formal, sehingga ketika kebutuhan pengguna tidak dapat dilayani di perpustakaan sendiri, pustakawan referensi dapat mencarikan dari perpustakaan lain yang bekerjasama<ref name="website3"/>.
#''Selective dissemination of information''
#:Menyediakan layanan informasi terpilih yang diolah dan disajikan kepada pengguna sesuai dengan bidang ilmu/minat masing-masing<ref name="website3"/>. contoh: Pada Perpustakaan Perguruan Tinggi, pustakawan dapat menyediakan informasi terbaru dan terpilih untuk tiap-tiap jurusan sehingga para dosen dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru yang tersedia di Perpustakaan<ref name="website3"/>. #Layanan Database (''database searches'')
#:Layanan referensi juga mencakup layanan database, baik database yang tersedia dalam bentuk CD-ROM maupun online<ref name="website3"/>. Layanan ini tercakup dalam layanan referensi karena ketika pengguna ingin mencari informasi tertentu dari database, dibutuhkan seorang pustakawan yang dapat menjelaskan cara penggunaan database, hierarki subyek, cakupan sebuah subyek, dan dapat memberikan alternatif judul lain jika yang dibutuhkan pengguna tidak ditemukan pada database yang dimiliki<ref name="website3"/>.#Kemas ulang informasi
#Kemas ulang informasi
#:Keberagaman jenis informasi yang dapat diperoleh baik dari media cetak maupun online memberikan pilihan yang luas terhadap informasi yang dibutuhkan<ref name="website3"/>. Keterbatasan waktu dari para pengguna informasi, khususnya para praktisi dan pengusaha memberi peluang bagi para pustakaan untuk menyediakan layanan paket informasi yang telah diolah atau dikemas ulang sesuai dengan kebutuhan pemesan<ref name="website3"/>.#Pembelajaran(''instructional'')
yaitu memberikan petunjuk dan pengajaran kepada pengguna untuk dapat menemukan letak informasi(''locate information'') yang dibutuhkan secara mandiri atau membantu pengguna untuk memilih dan menggunakan alat-alat bantu (''reference tools'') yang ada seperti menggunakan [koleksi referensi], menggunakan [katalog], menggunakan [database] [online], [internet], dll<ref name="website3"/>. Peran baru sebagai pendidik juga membawa perubahan pada pustakawan yang tidak lagi sebagai pengumpul informasi dan menyediakannya bagi pengguna tetapi pustakawan juga perlu mengadakan pelatihan, orientasi dan secara aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran , dan menumbuhkan masyarakat yang melek informasi<ref name="website3"/>. Menurut [Lancaster] dan [Sandore] [1997] peran perpustakaan di bidang pendidikan dan pelatihan pada prinsipnya mengajarkan 2 keahlian, yaitu kemampuan untuk memperoleh informasi yang relevan dan kemampuan untuk menyeleksi/mengevaluasi isi informasi<ref name="website3"/>. Kemampuan penelusuran informasi pada perpustakaan tradisional meliputi pengetahuan penggunaan katalog, skema [klasifikasi], ''indexing'' dan ''abstracting'' dan lain-lain, sedang pada era perpustakaan digital, pengguna memiliki kebutuhan untuk dapat menggunakan sumber-sumber informasi yang tersedia di perpustakaan baik manual maupun online, serta dapat memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana untuk menelusur informasi<ref name="website3"/>. Kemampuan menyeleksi/mengevaluasi koleksi sangat diperlukan agar informasi yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan<ref name="website3"/>. Kemampuan ini menjadi sangat penting dimiliki oleh pengguna di era informasi seperti saat ini, karena membanjirnya jumlah maupun jenis informasi yang dapat diakses yang tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya<ref name="website3"/>. Kemampuan kedua yang ingin dicapai ini juga mencakup pembelajaran tentang materi-materi yang mengajarkan masyarakat untuk menjadi melek informasi, yaitu masyarakat yang menggunakan informasi (terpercaya) sebagai sarana untuk mengatasi/memecahkan masalah yang dihadapi<ref name="website3"/>. Menurut [[Bopp]] ([[1991]]) Beberapa jenis pembelajaran berdasarkan metodenya dibedakan menjadi 2, yaitu pembelajaran secara perorangan (''one to one instruction'') membantu pengguna untuk mengetahui dan menggunakan koleksi Perpustakaan secara perorangan sudah biasa dilakukan di Perpustakaan<ref name="website3"/>. Dan ini juga merupakan interaksi yang biasa terjadi antara pustakawan referensi dengan pengguna, membantu pengguna yang pertama kali berkunjung ke Perpustakaan, membantu menggunakan katalog atau koleksi Perpustakaan<ref name="website3"/>.#Pembelajaran secara berkelompok (''group instruction'')
#Pembelajaran(''instructional'')
Program pengenalan dan tur Perpustakaan (''orientation program dan library tour'') Program ini sangat penting bagi para pengguna baru agar mereka dapat mengetahui dan belajar mengenai fasilitas dan sarana penting di perpustakaan, dan ketika mereka menghadapi kesulitan mereka mengetahui ada pustakawan referensi yang siap membantu menemukan kebutuhan informasi mereka<ref name="website3"/>.#Bimbingan(''guidance'')
#:yaitu memberikan petunjuk dan pengajaran kepada pengguna untuk dapat menemukan letak informasi(''locate information'') yang dibutuhkan secara mandiri atau membantu pengguna untuk memilih dan menggunakan alat-alat bantu (''reference tools'') yang ada seperti menggunakan [koleksi referensi], menggunakan [katalog], menggunakan [database] [online], [internet], dll<ref name="website3"/>. Peran baru sebagai pendidik juga membawa perubahan pada pustakawan yang tidak lagi sebagai pengumpul informasi dan menyediakannya bagi pengguna tetapi pustakawan juga perlu mengadakan pelatihan, orientasi dan secara aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran , dan menumbuhkan masyarakat yang melek informasi<ref name="website3"/>.
bimbingan lebih kearah memberikan petunjuk secara langsung, melakukan pemdampingan kepadayang dibimbing, berbeda dengan pembelajaran yang lebih mengutamakan proses belajar, mengajarkan tentang sebuah ilmu atau sistem<ref name="website3"/>.
 
Untuk menunjang tujuan dan fungsi layanan referensi, diperlukan: *Petugas perpustakaan yang cakap *Koleksi referensi yang memadai dan disajikan dalam rak terbuka serta mudah dicapai. *Kerja sama antar perpustakaan
yaitu memberikan petunjuk dan pengajaran kepada pengguna untuk dapat menemukan letak informasi(''locate information'') yang dibutuhkan secara mandiri atau membantu pengguna untuk memilih dan menggunakan alat-alat bantu (''reference tools'') yang ada seperti menggunakan [koleksi referensi], menggunakan [katalog], menggunakan [database] [online], [internet], dll<ref name="website3"/>. Peran baru sebagai pendidik juga membawa perubahan pada pustakawan yang tidak lagi sebagai pengumpul informasi dan menyediakannya bagi pengguna tetapi pustakawan juga perlu mengadakan pelatihan, orientasi dan secara aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran , dan menumbuhkan masyarakat yang melek informasi<ref name="website3"/>. Menurut [Lancaster] dan [Sandore] [1997] peran perpustakaan di bidang pendidikan dan pelatihan pada prinsipnya mengajarkan 2 keahlian, yaitu kemampuan untuk memperoleh informasi yang relevan dan kemampuan untuk menyeleksi/mengevaluasi isi informasi<ref name="website3"/>. Kemampuan penelusuran informasi pada perpustakaan tradisional meliputi pengetahuan penggunaan katalog, skema [klasifikasi], ''indexing'' dan ''abstracting'' dan lain-lain, sedang pada era perpustakaan digital, pengguna memiliki kebutuhan untuk dapat menggunakan sumber-sumber informasi yang tersedia di perpustakaan baik manual maupun online, serta dapat memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana untuk menelusur informasi<ref name="website3"/>. Kemampuan menyeleksi/mengevaluasi koleksi sangat diperlukan agar informasi yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan<ref name="website3"/>. Kemampuan ini menjadi sangat penting dimiliki oleh pengguna di era informasi seperti saat ini, karena membanjirnya jumlah maupun jenis informasi yang dapat diakses yang tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya<ref name="website3"/>. Kemampuan kedua yang ingin dicapai ini juga mencakup pembelajaran tentang materi-materi yang mengajarkan masyarakat untuk menjadi melek informasi, yaitu masyarakat yang menggunakan informasi (terpercaya) sebagai sarana untuk mengatasi/memecahkan masalah yang dihadapi<ref name="website3"/>. Menurut [[Bopp]] ([[1991]]) Beberapa jenis pembelajaran berdasarkan metodenya dibedakan menjadi 2, yaitu pembelajaran secara perorangan (''one to one instruction'') membantu pengguna untuk mengetahui dan menggunakan koleksi Perpustakaan secara perorangan sudah biasa dilakukan di Perpustakaan<ref name="website3"/>. Dan ini juga merupakan interaksi yang biasa terjadi antara pustakawan referensi dengan pengguna, membantu pengguna yang pertama kali berkunjung ke Perpustakaan, membantu menggunakan katalog atau koleksi Perpustakaan<ref name="website3"/>.#Pembelajaran secara berkelompok (''group instruction'')
Menurut Bopp (1991), ada 3 jenis layanan referensi dasar (pokok) yang pada
#Pembelajaran secara berkelompok (''group instruction'')
teorinya digolongkan secara terpisah, tetapi pada prakteknya terkadang dilakukan secara
#:Program pengenalan dan tur Perpustakaan (''orientation program dan library tour'') Program ini sangat penting bagi para pengguna baru agar mereka dapat mengetahui dan belajar mengenai fasilitas dan sarana penting di perpustakaan, dan ketika mereka menghadapi kesulitan mereka mengetahui ada pustakawan referensi yang siap membantu menemukan kebutuhan informasi mereka<ref name="website3"/>.#Bimbingan(''guidance'')
bersama-sama. Ketiga jenis layanan referensi tersebut adalah
#Bimbingan(''guidance'')
bimbingan#:Bimbingan lebih kearah memberikan petunjuk secara langsung, melakukan pemdampingan kepadayang dibimbing, berbeda dengan pembelajaran yang lebih mengutamakan proses belajar, mengajarkan tentang sebuah ilmu atau sistem<ref name="website3"/>.
 
Untuk menunjang tujuan dan fungsi layanan referensi, diperlukan:
*Petugas perpustakaan yang cakap
*Koleksi referensi yang memadai dan disajikan dalam rak terbuka serta mudah dicapai.
*Kerja sama antar perpustakaan
 
Menurut Bopp (1991), ada 3 jenis layanan referensi dasar (pokok) yang pada teorinya digolongkan secara terpisah, tetapi pada prakteknya terkadang dilakukan secara bersama-sama. Ketiga jenis layanan referensi tersebut adalah
#layanan informasi yang dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan pengguna sesuai kebutuhan informasi mereka mulai dari informasi yang sangat sederhana sampai dengan informasi yang sangat kompleks, melayani kebutuhan informasi pengguna dengan cara melakukan kerjasama, silang layanan dan lain-lain.
#pembelajaran(''instructional'')
#Layanan perpustakaan terpadu diwujudkan melalui kerja sama antar perpustakaan.
#Layanan perpustakaan secara terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat(6) dilaksanakan melalui jejaring telematika ().
 
 
 
==Ciri-Ciri Sumber Referensi==
Ciri [[Layananlayanan referensi]] menurut [[Soejono Trimo]] yakni pemberian bantuan secara langsung dan bersifat personal oleh perpustakaan kepada masyarakat yang dilayaninya yang sedang mencari atau membutuhkan keterangan-keterangan tertentu <ref name="book1">{{cite book
| author = Soejono Trimo
| year = 1997
}}
</ref>,
Salah satu kegiatan pokok [[Perpustakaan]] khusus melayankan/ menyajikan koleksi referensi (sumber referensi) kepada pemakai/pengunjung perpustakaan.<ref name="book2">{{cite book
| author = Drs. P. Sumardji
| year = 1992
| isbn = 9794138290
}}
</ref>,. Ciri dalam buku referensreferensi, informasi yang berupa kata, topik atau subyek dirancang berdasarkan suatu susunan tertentu, sehingga buku tersebut tidak perlu dibaca mulai dari halaman pertama<ref name="website1"/>. Topik-topik dalam buku referens dapat disusun menurut urutan: waktu (kronologis), abjad subyek, abjad wilayah (geographic) atau kombinasinya<ref name="website1"/>.
 
==Jenis-Jenis Sumber Referensi==