Analisis sitiran: Perbedaan revisi

20 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
Tag: BP2014
Tag: BP2014
* Membuat peringkat majalah yang disitir berdasarkan frekuensi sitiran.
* Contoh peringkat majalah menurut frekuensi sitiran dalam bidang Biomedik.<ref name="buku1"/>
# Cara kedua dalam menyusun peringkat majalah berdasarkan ''immediacy index''. ''Immediacy index'' ialah perbandingan sitiran sebuah majalah dalam tahun tertentu dengan jumlah artikel yang diterbitkan oleh majalah tersebut pada tahun yang sama.<ref name="buku1"/> Sebagai contoh majalah ''science'' pada tahun [[1974]] menerbitkan 919 artikel, disitir sebanyak 1208 kali selama tahun 1974. Ini berarti ''immediacy index'' majalah tersebut ialah 1208:919=1314. Metode ini digunakan dalam ''Science Citation Index Journal Citation Report''<ref name="buku1"/>.
#Dengan menghitung ''impact factor'' atau fakto dampak.<ref name="buku1"/>
Factor dampak ialah frekuensi sebuah majalah disitir dibagi dengan jumlah artikel.<ref name="buku1"/> Pengertian artikel ini berbeda dengan pengertian ‘’item’’ pada metode kedua.<ref name="buku1"/> Pada metode kedua termasuk semua entri, berita sedangkan pada metode ketiga hanya artikel yang layak disitir (''citable articles'') sehingga lebih terbatas pada artikel majalah saja.<ref name="buku1"/> Misalnya pada tahun [[1964]] [[Majalah]] [[Lancet]] menerbitkan 1614 artikel dengan total sitiran sebanyak 5365. Maka factor dampak adalah 5365:1614=3.32<ref name="buku1"/>
#Dengan menghitung sitiran per N kata, menghitung jumlah sitiran dalam kaitannya dengan jumlah nomor yang diterbitkan dalam tahun tertentu. Kemudian jumlah sitiran tersebut dibagi dengan total jumlah kata yang dimuat dalam majalah dikalikan dengan N yang merupakan sebuah konstanta.<ref name="buku1"/>
#Sitiran per biaya unit (‘’cost unit’’) dengan asumsi bahwa biaya per unit sudah termasuk biaya langganan, penjilidan, penyimpanan atau per unit per ruang.<ref name="buku1"/> [[Line]] dan [[Sandison]] menyarankan metode ini.<ref name="buku1"/>
 
==Manfaat Analisis Sitiran==
analisis sitiran sebagai cara untuk menentukan berbagai kepentingan atau kebijakan seperti:
160

suntingan