Ikan mas: Perbedaan revisi

65 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
k
tambah templat using AWB
k (tambah templat using AWB)
Ahli perikanan Dr. A.L Buschkiel dalam RO. Ardiwinata (1981) menggolongkan jenis ikan karper menjadi dua golongan, yakni
* pertama, jenis-jenis karper yang bersisik normal dan
* kedua, jenis kumpai yang memiliki ukuran sirip memanjang.
 
Golongan pertama yakni yang bersisik normal dikelompokkan lagi menjadi dua yakni kelompok ikan karper yang:
# bersisik biasa dan
# bersisik kecil.
 
Sedangkan Djoko Suseno (2000) mengemukakan, berdasarkan fungsinya, ras-ras ikan karper yang ada di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua kelompok:
Ikan karper sebagai ikan konsumsi dibagi menjadi dua kelompok yakni:
# ras ikan karper bersisik penuh dan
#ras ikan karper bersisik sedikit.
 
Kelompok ras ikan karper yang bersisik penuh adalah ras-ras ikan karper yang memiliki sisik normal, tersusun teratur dan menyelimuti seluruh tubuh. Ras ikan karper yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah "ikan karper majalaya", "ikan karper punten", "ikan karper si nyonya" dan "ikan karper merah atau ikan mas".
 
Sedangkan yang tergolong dalam ras karper bersisik sedikit adalah "ikan karper kaca" yang oleh petani di [[Tabanan]] biasa disebut dengan nama "karper gajah". Untuk kelompok ras ikan karper hias, beberapa di antaranya adalah "karper kumpay", "karper kaca", "ikan mas merah" dan "ikan [[koi]]".
 
Secara morfologis, ikan karper mempunyai bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek. Secara umum, hampir seluruh tubuh ikan karper ditutupi sisik dan hanya sebagian kecil saja yang tubuhnya tidak ditutupi sisik. Sisik ikan karper berukuran relatif besar dan digolongkan dalam tipe sisik sikloid berwarna hijau, biru, merah, kuning keemasan atau kombinasi dari warna-warna tersebut sesuai dengan rasnya.
 
== Sejarah Perkembangan di Indonesia ==
Menurut Djoko Suseno (2000), di Indonesia pertama kali ikan karper berasal dari daratan [[Eropa]] dan [[Tiongkok]] yang kemudian berkembang menjadi ikan budi daya yang sangat penting.
 
Sementara itu, menurut R.O Ardiwinata (1981), ikan karper yang berkembang di Indonesia diduga awalnya berasal dari Tiongkok Selatan. Disebutkan, budi daya ikan karper diketahui sudah berkembang di daerah Galuh ([[Ciamis]]), [[Jawa Barat]] pada pertengahan abad ke-19. Masyarakat setempat disebutkan sudah menggunakan ''kakaban'' - subtrat untuk pelekatan telur ikan karper yang terbuat dari ijuk – pada tahun 1860, sehingga budi daya ikan karper di kolam di Galuh disimpulkan sudah berkembang berpuluh-puluh tahun sebelumnya.
 
== Syarat dan Kebiasaan Hidup ==
Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150--600150–600 meter di atas permukaan air [[laut]] ([[dpl]]) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan [[payau]] atau muara sungai yang ber[[salinitas]] ([[kadar garam]]) 25-30%.
 
Ikan mas tergolong jenis [[omnivora]], yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.
Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan mas aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan.
 
Sifat telur ikan mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan mas berbentuk bulat, berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8  mm, dan berbobot 0,17-0,20  mg. Ukuran telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. [[Embrio]] akan tumbuh di dalam telur yang telah dibuahi oleh [[spermatozoa]].
 
Antara 2-3 hari kemudian, telur-telur akan menetas dan tumbuh menjadi larva. [[Larva]] ikan mas mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva ikan mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,5-0,6  mm dan bobotnya antara 18-20 18–20 mg.
 
Larva berubah menjadi ''kebul'' (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari [[zooplankton]], seperti [[rotifera]], [[moina]], dan [[daphnia]]. Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya.
 
Setelah 2-3 minggu, kebul tumbuh menjadi ''burayak'' yang berukuran 1-3 1–3 cm dan bobotnya 0,1-0,5 gram. Antara 2-3 minggu kemudian burayak tumbuh menjadi ''putihan'' (benih yang siap untuk didederkan) yang berukuran 3-5 3–5 cm dan bobotnya 0,5-2,5 gram. Putihan tersebut akan tumbuh terus. Setelah tiga bulan berubah menjadi ''gelondongan'' yang bobot per ekornya sekitar 100 gram.
 
Gelondongan akan tumbuh terus menjadi ''induk''. Setelah enam bulan dipelihara, bobot induk ikan jantan bisa mencapai 500 gram. Sementara itu, induk betinanya bisa mencapai bobot 1,5  kg setelah berumur 15 bulan. Induk-induk ikan mas tersebut mempunyai kebiasaan mengaduk-aduk dasar perairan atau dasar kolam untuk mencari makanan.
 
== Jenis-jenis Ikan Mas (Karper) ==
Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit [[jeruk]] sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.
 
[[Fekunditas]] atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5  mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit [[Myxosporea]]. Kisaran toleransi [[pH]]-nya 5,5—8,5.
 
==== Ikan Mas Taiwan ====
Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.
 
Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri ''[[Aeromonas hydrophila]]'', rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.
 
==== Ikan Mas Yamato ====
[[Kategori:Ikan|Karper]]
[[Kategori:Ikan konsumsi]]
 
{{templat:Boga bahari}}
21.341

suntingan