Buka menu utama

Perubahan

3 bita ditambahkan, 5 tahun yang lalu
 
 
Terkait hidup manusia yang tak lepas dari relasi terhadap dunia politik negara dan sosialnya, Epictetus -seperti nasihannasihat [Musonius]]-, mendaku hidup yang baik adalah hidup yang dilandasi dengan sikap kekeluargaan (''familiriazation'') atau ketepatan (oikeiosis).<ref name="Rowe et al"> Christoper Rowe, Malcolm Schofield, Simon Harrison, and Melissa Lane., Sejarah Pemikiran Politik Yunani Romawi, Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2001, Hal. 718-723</ref> Oikeiosis mengandung dua aspek yang saling terkait, personal dan sosial.<ref name="Rowe et al"></ref> Ciri utama dari oikeiosis personal adalah gerakan dari keinginan untuk mendapatkan hal-hal alamiah "yang disukai" seperti kesehatan dan kekayaan, menuju pandangan bahwa hal-hal seperti itu adalah masalah netral (tak mempengaruhi kebahagiaan) jika dibandingkan dengan kebaikan, satu-satunya kebaikan sejati dan satu-satunya hal yang benar-benar menguntungkan diri pribadi.<ref name="Rowe et al"></ref> Ciri utama oikeiosis sosial adalah mengakui karakter asosiatif fundamental dari sifat manusia dan keinginan untuk membantu orang lain sebagaimana menolong diri sendiri.<ref name="Rowe et al"></ref>
 
Dalam aspek personal, intinya adalah bagaimana seseorang menemukan kebenaran sejati, kemudian membawanya dalam proses menuju hidup bijak.<ref name="Rowe et al"></ref> Selanjutnya, dalam aspek sosial, gerakannya adalah dari kedermawanan yang semata-mata berdasarkan ikatan konvensional ([[keluarga]], jabatan) -khususnya cinta dan ke-orangtua-an-, menuju kedermawanan yang juga menyangkut umat manusia, sebagai sesama makhluk [[rasional]].<ref name="Rowe et al"></ref>
1.235

suntingan