Golongan putih: Perbedaan revisi

24 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Golongan putih''' atau yang disingkat '''golput''' adalah istilah politik di Indonesia yang berawal dari gerakan protes dari para [[mahasiswa]] dan pemuda untuk memprotes pelaksanaan [[Pemilu 1971]] yang merupakan Pemilu pertama di era Orde Baru. Pesertanya 10 [[partai politik]], jauh lebih sedikit daripada Pemilu 1955 yang diikuti 172 partai politik. Tokoh yang terkenal memimpin gerakan ini adalah [[Arief Budiman]]. Namun, pencetus istilah “Golput” ini sendiri adalah [[Imam Waluyo]]. Dipakai istilah “putih” karena gerakan ini menganjurkan agar mencoblos bagian putih di kertas atau surat suara di luar gambar parpol peserta Pemilu bagi yang datang ke bilik suara. Namun, kala itu, jarang ada yang berani tidak datang ke [[Tempat Pemungutan Suara|Tempat Pemungutan Suara (TPS)]] karena akan ditandai. Golongan putih kemudian juga digunakan sebagai istilah lawan bagi [[Golongan Karya]], partai politik dominan pada masa Orde Baru.
 
==Sejarah==
522

suntingan