Buka menu utama

Perubahan

749 bita ditambahkan, 5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
{{About|the philosopher|the bishop|Roman Catholic Archdiocese of Zaragoza|the vase painter|Epiktetos}}
{{Infobox philosopher
|region = WesternFilsafat PhilosophyBarat
|era = [[AncientFilsafat philosophyKouno]]
|image = Epicteti Enchiridion Latinis versibus adumbratum (Oxford 1715) frontispiece.jpg
|alt = A line drawing of Epictetus writing at a table with a crutch draped across his lap and shoulder
|Tanggal Kematian = M {{Death year and age|135|55}}
|Tempat Kematian = [[Nicopolis]], [[Greece]]
|Tradisi = [[StoicismStoikisme]]
|main_interests = [[EthicsEtika]]}}
 
 
'''Epictetus''' ({{IPAc-en|ˌ|ɛ|p|ɪ|k|ˈ|t|iː|t|ə|s|}};<ref>Jones, Daniel; Roach, Peter, James Hartman and Jane Setter, eds. ''Cambridge English Pronouncing Dictionary''. 17th edition. Cambridge UP, 2006.</ref> {{lang-grc|Ἐπίκτητος}}; 55/60– 135/138 M) adalah seorang [[Sage (sophos)|sage]] [[Yunani Kuno]] dan tokoh [[filsuf]] [[Stoikisme|Stoa]].<ref name="Audi"></ref> Dia lahir dalam masa [[Perbudakan]] di [[Hierapolis]], [[Phrygia]] (sekarang bernama [[Pamukkale]], [[Turki]]), hidup di [[Roma]] hingga pembuangan dirinya, ketika ia pergi ke [[Nicopolis]] ke Barat Daya [[Yunani]] untuk menyongsong kematiannya. Karya-karyanya diterbitkan oleh pengikutnya, [[Arrian]] dalam judul ''Wawasan Epictetus''.<ref name="Adler">{{en}} Mortimer J. Adler., Great Books of the Western World 11, London: Encyclopedia Britannica, Inc., 1968</ref><ref name="Audi">{{en}} Robert Audi., The Cambridge Dictionary of Philosophy, Edinburg: Cambridge University Press, 1995, Hal. 769 </ref>
 
Nama Epictetus sesungguhnya tidak diketahui, nama itu adalah pemberian dari juragan dan penasihat kaisar Nero di Roma, bernama Epaphroditus.<ref name="Adler"></ref> Ketika ia masih sebagai budak, ia belajar pada para tokoh filsafat Stoikisme, Musonius, Rufus.<ref name="Adler"></ref> Bagi dia, hadir dan belajar pada Musonius adalah anugerah, seperti kata Musonius, "Jiwa yang berbahagia adalah yang selalu mendaki menuju objek alami, yang semakin ingin kita tolak."<ref name="Adler"></ref>
 
Pada tahun 89 M, ketika ia mendapatkan kebebasan dari status budak, ia menjadi guru filsafat di Yunani.<ref name="Adler"></ref>
 
 
1.235

suntingan