Poerbatjaraka: Perbedaan revisi

37 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
k
 
== Masa di Batavia ==
Karena ia merasa lebih cocok dengan pendekatan ilmiah yang dibacanya dari buku-buku Belanda, maka ia menulis surat kepada [[Residen]] [[Surakarta]] waktu itu. Sang residen yang sudah mendengar kepandaian Lesya lalu mengirimnya ke [[Batavia]]/[[Jakarta]] pada tahun 1910. Di sana Lesya dipekerjakan kepada [[Dinas Purbakala]] di [[Museum Gajah]].
 
Pada masa ini Lesya mendapatkan nama Poerbatjaraka. Nama ini terdiri dari kata ''purba'' seperti nama ayahnya dan kata ''caraka'', dari aksara [[Hanacaraka]] yang juga memiliki arti [[duta]] atau utusan. Gelar kebangsawanan [[Raden Ngabehi]], yang lebih rendah dari gelar [[Raden Tumenggung]] milik ayahnya, juga diberikan pada kala ini. Sedangkan gelar terhormat [[Raden Mas]], diperolehnya jauh di kemudian hari ketika menikah dengan seorang wanita bangsawan (yang bergelar [[Raden Ayu]]).
Sekembalinya di Museum Gajah pada tahun [[1930-an]], ia diberi pekerjaan sebagai [[kurator]] naskah manuskrip dan diberi tugas untuk mengkatalogisasi semua naskah Jawa.
 
Setelah kemerdekaan Indonesia, ia menjadi [[profesor]] di [[Universitas Indonesia]], Jakarta, [[Universitas Gajah Mada|Universitas Gadjah Mada]], [[Yogyakarta]] dan [[Universitas Udayana]], [[Denpasar]], [[Bali]]. Bahkan di Denpasar, ia lah yang mendirikan F[[fakultas|akultas]] sastraSastra.
 
== Lihat pula ==
507

suntingan