Kekaisaran Korea: Perbedaan antara revisi

259 bita dihapus ,  8 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
|
|event_start = Proklamasi
|date_start = [[13 Oktober]] [[1897]]
|event_end = Aneksasi oleh Jepang
|date_end = [[29 Agustus]] [[1910]]
|
|event1 = Konstitusi
|date_event1 = [[17 Agustus]] [[1899]]
|event2 = Perjanjian Eulsa
|date_event2 = [[17 November]] [[1905]]
|
|event_post = Deklarasi kemerdekaan
|date_post = [[1 Maret]] [[1919]]
|
|<!--- Flag navigation: Preceding and succeeding entities p1 to p5 and s1 to s5 --->
|
|national_motto = 광명천지
([[Hanja]]: 光明天地)
"''Gwangmyeon Cheonji''"
|national_anthem =
|deputy1 = Kim Hongjip
|year_deputy1 = [[1894]] - [[1896]]
|deputy2 = HanLee GyuseolWan-Yong
|year_deputy2 = [[18961906]] - [[19051910]]
|deputy3 = Pak Jesun
|year_deputy3 = [[1906]]
|deputy4 = Lee Wan-Yong
|year_deputy4 = [[1906]] - [[1910]]
|
|<!--- Legislature --->
 
Setelah pembunuhan [[Maharani Myeongseong]] oleh Jepang, [[Raja Gojong|Kaisar Gwangmu]] dan Putra Mahkota (kemudian menjadi [[Kaisar Sunjong dari Han Raya|Kaisar Yunghui]]) mengungsi ke kedutaan besar Rusia pada tahun 1896. Selama waktu dari kematian Ratu Min untuk kembali raja dari perlindungan Rusia, Joseon menjalani pergolakan hebat baik di dalam maupun secara hubungan luar negerinya. Pada tahun 1894, undang-undang baru disahkan oleh golongan progresif yang pro-Jepang dalam kabinet kerajaan, memaksa melakukan reformasi untuk pembenahan tatanan kehidupan masyarakat Joseon saat itu yang dinilai kuno dan terbelakang.
[[Berkas:Gojong of the Korean Empire 01.jpg|thumb|left|150px|[[Kaisar Gojong dari Han Raya|Kaisar Gwangmu]], raja terakhir Kerajaan Joseon sekaligus kaisar pertama Kekaisaran Han Raya.]]
 
Pada tahun 1897, Raja Gojong, akibat dari meningkatnya tekanan dari dalam dan luar negeri mengenai tuntutan Kemerdekaan Korea yang dipimpin opini publik, ia kembali ke Istana Gyeongun (sekarang Istana Deoksu). Di sana, ia memproklamasikan berdirinya Kekaisaran Korea (Kekaisaran Han Raya), dan menyatakan era baru dengan nama "Gwangmu" ([[Hangul]]: 광무, [[Hanja]]: 光武; artinya prajurit cahaya), secara efektif memutus hubungan bersejarah Joseon sebagai protektorat Kekaisaran Qing, yang telah berlaku sejak Invasi Manchu sebelum tahun 1636. Raja Gojong mengubah gelarnya menjadi Kaisar Gwangmu, kepala negara Joseon pertama yang berdaulat penuh dan turun-temurun dari Kekaisaran Korea. Ini menandai akhir lengkap tatanan dunia lama dan sistem ketergantungan tradisional Joseon terhadap Qing. Bertahun-tahun sebelumnya, Joseon selalu bergantung pada Qing dan dikenakan kewajiban mengirim upeti kepada Kaisar Qing. Status baru Korea sebagai sebuah kekaisaran berarti "benar-benar merdeka dan mandiri dari pengaruh Qing".
[[Berkas:Gojong of the Korean Empire 01.jpg|thumb|left|150px|[[Kaisar Gojong dari Han Raya|Kaisar Gwangmu]], raja terakhir Kerajaan Joseon sekaligus kaisar pertama Kekaisaran Han RayaKorea.]]
 
Raja Gojong mengubah gelarnya menjadi Kaisar Gwangmu, kepala negara Joseon pertama yang berdaulat penuh dan turun-temurun dari Kekaisaran Korea. Ini menandai akhir lengkap tatanan dunia lama dan sistem ketergantungan tradisional Joseon terhadap Qing. Bertahun-tahun sebelumnya, Joseon selalu bergantung pada Qing dan dikenakan kewajiban mengirim upeti kepada Kaisar Qing. Status baru Korea sebagai sebuah kekaisaran berarti "benar-benar merdeka dan mandiri dari pengaruh Qing".
 
Nama "Kekaisaran Han Raya" dipilih untuk menunjukkan kebangkitan Konfederasi Samhan dari Proto-Tiga Kerajaan Korea. Arti penting dari deklarasi kekaisaran yaitu untuk menyatakan kemerdekaan Korea dan kesetaraan negara baru Korea dengan Cina dan Jepang.
1.533

suntingan