Buka menu utama

Perubahan

1.137 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
|year_leader2 = 1998–1999
|title_representative = [[Gubernur]]
|representative1 = [[Arnaldo dos Reis Araújo]]
|year_representative1 = 1976–1978
|representative2 = [[AbílioGuilherme JoséMaria Osório Soares|José Abílio Osório SoaresGonçalves]]
|year_representative1 = 1978–1983
|representative3 = [[Mário Viegas Carrascalão]]
|year_representative1 = 1978–1983
|representative4 = [[Abílio José Osório Soares|José Abílio Osório Soares]]
|year_representative2 = 1992–1999
|currency = [[Rupiah]] (IDR)
}}
{{tentang|Provinsi Timor Timur yang merupakanpernah menjadi bagian dari [[Indonesia]] (1976-1999)|negara di [[Asia Tenggara]]|Timor Leste}}
 
'''Timor Timur''' merupakan sebuah wilayah bekas koloni [[Portugis]] yang dianeksasi oleh militer Indonesia menjadi sebuah provinsi yang pernah menjadi bagiandi [[Indonesia]] antara 17 Juli 1976 sampai resminya pada 19 Oktober 1999. Kala itu provinsi ini merupakan provinsi Indonesia yang ke-27. Timor Timur berintegrasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah selama 450 tahun oleh [[Portugal]]. Wilayah provinsi ini meliputi bagian timur [[pulau Timor]], [[pulau Kambing]] atau [[Atauro]], [[pulau Jaco]] dan sebuah [[eksklave]] di [[Timor Barat]] yang dikelilingi oleh provinsi [[Nusa Tenggara Timur]].
 
Timor Timur secara resmi merdeka menjadi negara [[Timor Leste]] pada [[20 Mei]] [[2002]].
 
== Proses Integrasi ==
Berawal dari keinginan sebuah partai politik yaitu APODETI bersama UDT yang ingin berintegrasi dengan [[Indonesia]] pada [[28 November]] [[1975]], [[Angkatan Bersenjata Republik Indonesia|ABRI]] melakukan [[Operasi Seroja|invasi militer ke Timor Timur]] pada [[7 Desember]] [[1975]]. Selama masa invasi, massa penolak integrasi (FRETILIN) dibantai oleh pasukan ABRI, sedangkan anak-anaknya dibawa ke Indonesia untuk diasuh oleh keluarga militer Indonesia. Setelah berhasil ditaklukkan, koalisi APODETI-UDT membentuk Pemerintah Sementara Timor Timur dengan [[Arnaldo dos Reis Araújo]] sebagai ketuanya. Masyarakat merasa ingin bersatu dengan Indonesia karena persamaan budaya dengan saudara serumpunnya, [[Timor Barat]]. Bahkan pada saat Presiden [[Soeharto]] menghadiri peringatan 2 tahun Integrasi Timtim di Gedung DPRD Tingkat I Timor Timur, ia mengatakan bahwa Timor Timur adalah 'anak yang hilang dan telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi'.
 
== Demografi ==
{| class="wikitable sortable"
|-
! No.
! Peringkat
! Kabupaten
! Ibukota
Pengguna anonim