Aksara Kawi: Perbedaan revisi

26 bita dihapus ,  7 tahun yang lalu
== Periodisasi ==
[[File:101202 Anjukladang penggalan.jpg|thumb|180px|Penggalan [[prasasti Anjuk Ladang|prasasti Anjukladang]] (957 M) menunjukkan gaya penulisan aksara Kawi (Jawa Kuna) periode Akhir (Kerajaan Medang Jawa Timur).]]
J. G. de Casparis (1975) mengelompokkan beberapa tahap-tahap perkembangan Aksaraaksara Jawa Kuno, yaitu :
* Aksara Jawa Kuno Awal / Aksara Kawi Awal (sekira antara 750 – 925 M)
** Bentuk KunoKuna : Contohnya terdapat pada Prasasti Dinoyo dari [[Malang]], Prasasti Sangkhara dari [[Sragen]], dan Prasasti Plumpungan dari [[Salatiga]].
** Bentuk Standar : Contohnya terdapat pada prasasti-prasasti dari masa pemerintahan Rakai Kayuwangi dan Rakai Balitung; misalnya Prasasti Rukam dari [[Temanggung]], Prasasti Munduan dari Temanggung, dan Prasasti Rumwiga dari [[Bantul]].
* Aksara Jawa Kuno Akhir / Aksara Kawi Akhir (sekira antara 925 – 1250 M), : Contohnyadapat terdapatdilihat pada prasasti-prasasti dari zaman [[Kerajaan MataramMedang]] di Jawa Timur dan [[Kerajaan Kediri]]; misalnya Prasasti Lemahabang dari [[Lamongan]], Prasasti Cibadak dari [[Sukabumi]], dan Prasasti Ngantang dari Malang.
* Aksara Majapahit (sekira antara 1250 – 1450 M) : Contohnya terdapat pada prasasti-prasasti dari zaman [[Kerajaan Majapahit]]; misalnya Prasasti Kudadu dari [[Mojokerto]], Prasasti Adan-adan dari [[Bojonegoro]], dan Prasasti Singhasari dari Malang.
 
== Perkembangan ==
30.846

suntingan