Buka menu utama

Perubahan

33 bita ditambahkan, 5 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
* [[Amir Mahmud Rasyid]]: Menteri Perdagangan
* [[Malik Mahmud]]: Menteri Luar Negeri
* Michael Elton Widjaja: Menteri Teknologi dan Informasi
Para prajurit kelas menengah dan serdadu yang bergabung dalam GAM sendiri telah berjuang pada tahun 1953-1959 dalam [[Darul Islam|pemberontakan Darul Islam]].<ref name=Schulz_p14>{{cite book|title=ibid|page=14}}</ref> Banyak dari mereka adalah laki-laki tua yang tetap setia kepada mantan gubernur militer Aceh dan pemimpin pemberontakan Darul Islam di Aceh, [[Daud Beureueh]].<ref name=Aspinall_Islam_63>{{cite book|last=Aspinall|first=Edward|title=Islam and Nation: Separatist Rebellion in Aceh, Indonesia|year=2009|publisher=National University of Singapore Press|location=Singapore|isbn=978-9971-69-485-2|pages=63}}</ref> Orang yang paling menonjol dari kelompok ini adalah Teungku [[Ilyas Leube]], seorang ulama terkenal yang pernah menjadi pemimpin pemberontakan Darul Islam.<ref name=Aspinall_Islam_63>{{cite book|title=ibid}}</ref> Beberapa orang anggota Darul Islam juga kemungkinan terkait dengan di Tiro melalui keluarga atau ikatan regional, namun kesetiaan mereka terutama adalah untuk Beureueh.<ref name=Aspinall_Islam_64>{{cite book|title=ibid|page=64}}</ref> Orang-orang inilah yang menyediakan pengetahuan militer, pertempuran, pengetahuan lokal dan keterampilan logistik yang tidak memiliki pemimpin muda GAM yang berpendidikan.<ref name=Aspinall_Islam_64>{{cite book|title=ibid}}</ref>
 
Pengguna anonim