Buka menu utama

Perubahan

31 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
fixing dead links
Perokok pasif meski tidak merokok, dapat mengalami kanker paru-paru. Di Amerika Serikat 3000 orang dewasa meninggal akibat paparan asap rokok sebagai perokok pasif. Setidaknya 46000 orang perkok pasif mengalami penyakit jantung dan meninggal.<ref>[http://betobaccofree.hhs.gov/health-effects/secondhand-smoke/index.html Secondhand Smoke] by BeTobaccoFree.gov</ref>
 
Jumlah perokok secara umum berkurang dengan meningkatnya kesejahteraan dan [[Indeks Pembangunan Manusia]] (IPM) suatu negara. Dengan kata lain, jumlah perokok berkurang seiring dengan bergeraknya suatu negara menjadi negara maju. Di Amerika Serikat, jumlah perokok telah berkurang setengahnya secara persentase sejak tahun 1965, dari 42% menjadi 20.8%.<ref>{{cite web|url=http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm5644a2.htm#fig |title=Cigarette Smoking Among Adults - United States, 2006 |publisher=Cdc.gov |date= |accessdate=2013-10-03}}</ref> Sedangkan di negara miskin dan negara berkembang, jumlah perokok justru meningkat secara persentase per tahunnya.<ref>[http://web.archive.org/20050702080344/www.wpro.who.int/media_centre/fact_sheets/fs_20020528.htm WHO/WPRO-Smoking Statistics]{{dead link|date=October 2013}}</ref> India dan China, dengan penduduk yang sangat berlimpah dan IPM yang tidak terlalu tinggi menjadikan keduanya pasar bagi rokok dari seluruh dunia. China sendiri teah menjadi produsen rokok terbesar di dunia dengan memproduksi 2.4 triliun batang rokok per tahun atau setara dengan 40% produksi total dunia.<ref name="tobaccocontrol.bmj.com">Robert N. Proctor [http://tobaccocontrol.bmj.com/content/21/2/87.full.pdf The history of the discovery of the cigarette-lung cancer link: evidentiary traditions, corporate denial, global toll], ''Tobacco Control'', Tobacco Control 2012;21:87e91. doi:10.1136/tobaccocontrol-2011-050338</ref>
 
== Referensi ==
5.570

suntingan