Bediding: Perbedaan revisi

1.304 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
==Waktu dan proses terjadi==
Proses turunnya suhu udara selama musim kemarau atau ''bediding'' disebabkan oleh beberapa hal.
Periode bediding terjadi sekitar bulan Juli hingga Agustus. Musim Bediding terjadi karena pada bulan-bulan tersebut, posisi matahari berada pada posisi terjauh di sebelah utara garis katulistiwa sehingga menyebabkan belahan bumi sebelah utara menjadi panas dan belahan bumi selatan menjadi dingin. Letak pulau Jawa yang berada di sebelah selatan garis katulistiwa menyebabkan [[pulau Jawa]] menjadi lebih dingin daripada biasanya. Angin musim dingin dari Australia juga menjadi andil dalam menjadikan pulau Jawa menjadi lebih dingin.{{citation needed}}
 
===Pergerakan semu matahari===
Menurut Subekti, Kepala Stasiun [[Klimatologi]], [[Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika]] (BMKG) [[Karangploso, Malang]], suhu udara dingin ini dipengaruhi siklus [[musim kemarau]] yang menyebabkan terjadi pelepasan energi bumi langsung ke daerah yang lebih tinggi. Sedangkan pada [[musim penghujan]], panas bumi tertahan awan sehingga dipantulkan kembali ke bumi dan suhu udara menjadi lebih panas dibandingkan musim kemarau.<ref name=berita/>
Periode bediding terjadi sekitar bulan Juli hingga Agustus. Musim Bediding terjadi karena pada bulan-bulan tersebut, posisi matahari berada pada posisi terjauh di sebelah utara garis katulistiwa sehingga menyebabkan belahan bumi sebelah utara menjadi panas dan belahan bumi selatan menjadi dingin. Letak pulau Jawa yang berada di sebelah selatan garis katulistiwa menyebabkan [[pulau Jawa]] menjadi lebih dingin daripada biasanya. Angin musim dingin dari Australia juga menjadi andil dalam menjadikan pulau Jawa menjadi lebih dingin.{{citation needed}}
 
Praktisi Cuaca dan Kelautan [[Badan Meteorologi dan Geofisika]] (BMG) Maritim [[Tanjung Perak]] [[Surabaya]], Eko Prasetyo, menjelaskan saat posisi pergerakan semu matahari tepat di 23,5° [[Lintang Utara]] (LU), belahan bumi selatan khususnya [[Australia]] memasuki [[musim dingin]]. Angin yang bertiup dari Benua Australia atau angin dari Timur dan Tenggara juga mempengaruhi suhu udara sebagian besar wilayah di Indonesia. Berdasarkan catatan data base [[BMG]] Maritim, suhu minimum yang pernah dicapai tujuh tahun terakhir (sebelum tahun 2007) adalah 19°C pada tanggal 1 Juni 2004.<ref name=beritasore>Ant. 12 Juni 2007. [http://beritasore.com/2007/06/12/indonesia-masuk-musim-bediding/ "Berita Sore", Indonesia Masuk Musim “Bediding”].</ref>
 
===Pelepasan kalor ke luar angkasa===
{{lihat pula|Efek rumah kaca}}
Menurut Subekti, Kepala Stasiun [[Klimatologi]], [[Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika]] (BMKG) [[Karangploso, Malang]], suhu udara dingin ini dipengaruhi siklus [[musim kemarau]] yang menyebabkan terjadi pelepasan energi bumi langsung ke daerah yang lebih tinggi. Sedangkan pada [[musim penghujan]], panas bumi tertahan awan sehingga dipantulkan kembali ke bumi dan suhu udara menjadi lebih panas dibandingkan musim kemarau.<ref name=berita/> Puguh D., prakirawan [[BMG]] Juanda, juga menjelaskan bahwa fenomena dingin yang dirasakan di sebagian wilayah Indonesia juga dipengaruhi jumlah awan di langit akibat [[musim kemarau]]. Karena hampir tidak ada awan saat malam hari, radiasi matahari yang diserap bumi saat siang akan kembali ke atas tanpa ada halangan awan sehingga suhu jadi dingin.<ref name=beritasore/>
 
==Dampak bediding terhadap pertanian dan peternakan==
7.257

suntingan