Kegemukan: Perbedaan revisi

1 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
Komplikasi dapat secara langsung disebabkan oleh kegemukan, atau secara tidak langsung berhubungan dengan mekanisme yang juga menyebabkan kegemukan, seperti asupan diet yang tidak sehat atau akibat [[gaya hidup kurang bergerak]]. Terdapat variasi kekuatan hubungan antara kegemukan dengan penyakit tertentu. Salah satu hubungan yang paling kuat adalah dengan [[diabetes tipe 2]]. Kelebihan lemak tubuh merupakan penyebab 64% kasus diabetes pada pria dan 77% pada wanita.<ref>Seidell 2005 p.9</ref>
 
Konsekuensi kesehatan yang terjadi dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu: konsekuensi akibat meningkatnya massa lemak (misalnya [[osteoartritis]], [[apnea tidur obstruktif]], stigma sosial) dan konsekuensi yang akibat meningkatnya jumlah [[sel lemak]] ([[diabetes mellitus|diabetes]], [[kanker]], [[penyakit kardiovaskular]], [[penyakit perlemakan hati non-alkoholik]]).<ref name=HaslamJames/><ref name=Bray2004>{{cite journal |author=Bray GA |title=Medical consequences of obesity |journal=J. Clin. Endocrinol. Metab. |volume=89 |issue=6 |pages=2583–9 |year=2004 |pmid=15181027|doi=10.1210/jc.2004-0535}}</ref> Peningkatan lemak tubuh mengubah respon tubuh terhadap insulin sehingga berpotensi menyebabkan [[resistensipenolakan insulin]]. Peningkatan lemak juga mengakibatkan [[inflamasi|kondisi proinflamasi]],<ref>{{cite journal|author=Shoelson SE, Herrero L, Naaz A |title=Obesity, inflammation, and insulin resistance |journal=Gastroenterology|volume=132 |issue=6 |pages=2169–80 |year=2007 |month=May |pmid=17498510|doi=10.1053/j.gastro.2007.03.059}}</ref><ref>{{cite journal |author=Shoelson SE, Lee J, Goldfine AB|title=Inflammation and insulin resistance |journal=J. Clin. Invest. |volume=116 |issue=7 |pages=1793–801 |year=2006|month=July |pmid=16823477 |pmc=1483173 |doi=10.1172/JCI29069 |url=http://www.jci.org/articles/view/29069}}</ref> dan kondisi [[trombosis|protrombosis]].<ref name=Bray2004/><ref>{{cite journal |author=Dentali F, Squizzato A, Ageno W|title=The metabolic syndrome as a risk factor for venous and arterial thrombosis |journal=Semin. Thromb. Hemost.|volume=35 |issue=5 |pages=451–7 |year=2009 |month=July |pmid=19739035 |doi=10.1055/s-0029-1234140}}</ref>
 
{| class="wikitable"