Bahasa Jawa Semarang: Perbedaan revisi

742 bita ditambahkan ,  15 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Adanya para warga/budaya yang heterogen dari Jawa , Tiong Koq, Arab, Pakistan/India juga memiliki sifat terbuka dan ramah di Semarang tadi, juga akan menambah kosakata dan dialektik Semarang di kemudian hari.
Adanya bahasa Jawa yang dipergunakan tetap mengganggu bahasa Jawa yang baku, sama dengan di daerah Solo. Artinya, jika orang Kudus, Pekalongan, Boyolali pergi ke kota Semarang akan gampang dan komunikatif berkomunikasi dengan penduduknya.
 
Dialek Semarang memiliki kata-kata yang khas yang sering diucapkan penuturnya dan menjadi ciri tersendiri yang membdakan dengan dialek Jawa lainnya. Orang Semarang suka mengucapkan kata-kata seperti : "Piye, jal?" (=Bagaimana, coba?) dan "Yo, mesti!". Orang semarang lebih suka menggunakan kata "He'e" daripada "Yo" atau "Ya". Orang Semarang juga lebih banyak menggunakan partikel "ik" untuk mengungkapkan kekaguman yang sebenarnya tidak dimiliki oleh bahasa Jawa. Partikel "ik" kemungkinan berasal dari kata "iku" yang berarti "itu' dalam bahasa Jawa. sehingga untuk mengungkapkan kesungguhan orang Semarang mengucapkan "He'e, ik!" (=Ya!).
 
Beberapa kosakata khas Semarang adalah: "Semeh" Yang berarti "ibu" dan "Sebeh" yang berarti "ayah"
Pengguna anonim