Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  5 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (- asal-usul + asal usul )
Legenda mengatakan bahwa ketika calon Buddha lahir di dunia, beberapa [[Deva (Buddha)|dewa]] turun ke bumi untuk mengumumkannya kepada 500 Resi. Para Resi terbang ke udara, menghilang dan relik mereka jatuh ke tanah. {{Fact|date=April 2007}} Penjelasan lain untuk nama Isipatana tersebut adalah karena orang bijak, dalam perjalanan mereka melalui udara (dari Pegunungan Himalaya), turun di sini atau memulai dari sini perjalanan udara mereka (isayo ettha nipatanti uppatanti CATI-Isipatanam). Para Pacceka Buddha, setelah menghabiskan tujuh hari dalam perenungan mengenai Gandhamādana, mandi di Danau Anotatta dan datang ke pemukiman manusia melalui udara (terbang) untuk mencari sedekah. Mereka turun ke bumi di Isipatana. <ref> MA.i.387; AA.i.347 menambahkan bahwa orang bijak juga memegang uposatha di Isipatana)</ref> Kadang-kadang para Pacceka Buddha datang ke Isipatana dari Nandamūlaka-pabbhāra. <ref> (MA.ii.1019; PsA.437-8)</ref>
 
[[Xuanzang]] mengutip Nigrodhamiga Jataka (Ji145ff) untuk menjelaskan asal- usul dari Migadāya. Menurut beliau Taman Rusa adalah hutan yang dihadiahkan oleh raja Benares dalam cerita Jataka, di mana rusa-rusa dapat berkeliaran tanpa gangguan. Migadāya disebut demikian karena diizinkan rusa-rusa itu berkeliaran di sana tanpa gangguan/pemburuan.
 
''Sarnath,'' dari ''Saranganath,'' berarti "Pemimpin dari Rusa" dan berkaitan dengan cerita Buddhis kuno lainnya di mana [[Bodhisattva]] terlahir sebagai rusa dan memberikan hidupnya untuk seorang raja menggantikan seekor rusa betina yang rencananya akan dibunuh. Raja begitu tergugah sehngga ia menciptakan taman sebagai tempat perlindungan bagi rusa. Taman tersebut masih ada hingga saat ini.
620.300

suntingan