Buka menu utama

Perubahan

2 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-di tahun +pada tahun)
Sejak kecil anak sulung dari tiga bersaudara ini telah akrab dengan dunia seni. Meski lahir di Bogor, tetapi Iga menghabiskan masa kecilnya di [[Solo]]. Di kota itulah, Iga belajar menari. Tiap acara Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat [[SD]], dia menjuarai semua kategori cabang seni yang dipertandingkan. Mulai menyanyi, marching band, olahraga, menari, dan membaca puisi Jawa (geguritan).
 
Prestasi itu berlanjut hingga [[SMA]]. Pada Porseni tingkat SMA, dia mengikuti lomba menyanyi dan menari tingkat provinsi. Iga juara II Bintang Radio dan Televisi Tingkat Nasional (1989). Predikat itu membawanya ke dapur rekaman. Iga pun menandatangani kontrak rekaman dengan perusahaan rekaman JK Record. Bersama perusahaan ini, Iga telah mengeluarkan 2 album, album ramai-ramai dan kedua album berjudul Kasmaran. Lagu "Kasmaran" dalam album keduanya inilah yang membawanya menuju puncak ketenaran dipada tahun 1991.
 
Selain olah vokal, Iga juga terjun dalam dunia seni peran. Tahun 1998 putri dari Saliman T Siswoyo ini berperan sebagai wartawati dalam sinetron "Tajuk" arahan sutradara [[Slamet Raharjo]]. Iga juga tak meninggalkan dunia seni tari yang pernah digelutinya sejak kecil. Iga pernah turut mendukung pentas tari "Ketika Anggrek Hitam Berbunga" karya koreografer [[Deddy Luthan]], pentas drama tari "Cut Nyak... Perempuan itu Ada", dan pergelaran tari kontemporer "Jalan Panjang Tubuh dan Pikiranku".
627.408

suntingan