Rumah Baloy: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
kTidak ada ringkasan suntingan
Alamnirvana (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 1:
<!--[[Berkas:Rumah Baloy.jpeg|thumb|Rumah Baloy Mayo Djamaloel Qiram, dibangun di Kota Tarakan pada tanggal 04 April 2004]]-->
Rumah adat terkenal dari masyarakat [[Kalimantan Utara]] disebut '''Rumah Baloy'''. Rumah adat ini merupakan hasil kebudayaan seni arsitektur dari masyarakat [[suku Tidung]], [[Kalimantan Utara]]. Seperti suku lainnya, suku Tidung ini mempunyai kebudayaan dan model rumah adat sendiri. Walaupun rumah adat ini masih menggunakan sejumlah tiang tinggi pada bagian bawahnya, bentuk bangunan rumah adat ini terlihat lebih modern dan modis. Diduga rumah adat ini adalah hasil pengembangan dari Rumah Panjang ([[Lamin]]) seperti yang dihuni oleh [[suku Dayak]] di [[Kalimantan Timur]].
 
== Sejarah Masyarakat Suku Tidung ==
Suku Dayak Tidung (Tidoeng) merupakan salah satu suku dari 406 suku Dayak yang tercatat ada di [[Kalimantan]]. Penggunaan kata Dayak pada suku tersebut berangsur hilang dengan sendirinya seiring dengan masuknya ajaran [[Islam]] ke daerah ini dan umumnya mereka lebih senang disebut suku Tidung saja.
 
Suku Tidung mempunyai sejarah yang sangat panjang. Tercatat di dalam sejarah, para bangsawan suku Tidung ini telah mulai memerintah kerajaan Tidung sejak tahun [[1076]] sampai tahun [[1916]]. Dahulu terdapat dua kerajaan besar di kawasan ini, yaitu [[Kerajaan Tidung]] atau kerajaan Tarakan, yang berkedudukan di [[Pulau Tarakan]] dan Salim Batu, serta [[Kesultanan Bulungan]] yang berkedudukan di Tanjung Palas.
 
Berdasarkan silsilah yang ada, di pesisir timur Pulau Tarakan yaitu di Kawasan Dusun Binalatung sudah ada Kerajaan Tidung Kuno. Kerajaan ini mulai diketahui keberadaannya kira-kira pada tahun [[1076]], kemudian kerajaan ini berpindah ke pesisir selatan Pulau Tarakan di kawasan Tanjung Batu pada tahun [[1156]]. Kerajaan ini kemudian bergeser lagi ke wilayah barat yaitu ke kawasan Sungai Bidang pada tahun [[1216]] dan berpindah lagi ke daerah Pimping bagian barat dan kawasan Tanah Kuning, sekitar tahun [[1394]].
 
Kemudian pada tahun [[1557]], Dinasti Tengara mulai memegang tampuk pemerintahan Kerajaan Tidung. Dinasti ini pertama kali dipegang oleh Amiril Rasyd Gelar Datoe Radja Laoet pada tahun [[1557]] dan berakhir pada saat dipimpin oleh Datoe Adil pada tahun [[1916]], [[Dinasti]] Tengara ini berlokasi di kawasan Pamusian, Tarakan Tengah.
 
== Karakteristik Rumah Baloy ==