Sawah: Perbedaan revisi

2.799 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Migrasi pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:q842623)
{{inuse}}
[[Berkas:Mengolah-sawah.jpg|thumb|right|250px|Sawah berteras di hulu Cipamingkis, Sukamakmur, Kabupaten Bogor]]
[[Berkas:sawahpadi.jpg|thumb|250px|Sawah berteras di Bali]]
<!--[[Berkas:Bw merah di sawah.jpg|thumb|Pertanaman bawang merah di lahan sawah. Brebes, Jawa Tengah]]-->
Kebanyakan'''Sawah''' sawahadalah digunakan[[tanah]] yg digarap dan diairi untuk bercocoktempat tanammenanam [[padi]].<ref>{{cite web |url = http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php |title = Kamus Besar Bahasa Indonesia}}</ref> Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air karena padi memerlukan penggenangan pada periode tertentu dalam pertumbuhannya. Untuk mengairi sawah digunakan sistem [[irigasi]] dari [[mata air]], [[sungai]] atau air [[hujan]]. Sawah yang terakhir dikenal sebagai sawah tadah hujan, sementara yang lainnya adalah sawah irigasi. Padi yang ditanam di sawah dikenal sebagai padi lahan basah (''lowland rice'').
'''Sawah''' adalah [[lahan]] usaha [[pertanian]] yang secara fisik berpermukaan rata, dibatasi oleh [[pematang]], serta dapat ditanami [[padi]], [[palawija]] atau [[tanaman budidaya]] lainnya.
 
Kebanyakan sawah digunakan untuk bercocok tanam [[padi]]. Untuk keperluan ini, sawah harus mampu menyangga genangan air karena padi memerlukan penggenangan pada periode tertentu dalam pertumbuhannya. Untuk mengairi sawah digunakan sistem [[irigasi]] dari [[mata air]], [[sungai]] atau air [[hujan]]. Sawah yang terakhir dikenal sebagai sawah tadah hujan, sementara yang lainnya adalah sawah irigasi. Padi yang ditanam di sawah dikenal sebagai padi lahan basah (''lowland rice'').
 
Pada lahan yang berkemiringan tinggi, sawah dicetak berteras atau lebih dikenal terasiring atau sengkedan untuk menghindari erosi dan menahan air. Sawah berteras banyak terdapat di lereng-lereng bukit atau gunung di Jawa dan Bali.
 
Sebuah studi yang dipublikasikan [[Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America]] menemukan bahwa semua jenis padi yang dibudidayakan saat ini, baik dari spesies ''indica'' maupun ''japonica'', berasal dari satu spesies padi liar ''[[Oryza rufipogon]]'' yang ada pada tahun 8200 tahun hingga 13500 tahun yang lalu di China.<ref name="pnas1">{{Cite doi|10.1073/pnas.1104686108}}</ref> Padi sawah dibudidayakan di berbagai negara seperti [[Bangladesh]], [[China]], [[Filipina]], [[India]], [[Indonesia]], [[Iran]], [[Jepang]], [[Kamboja]], [[Korea Selatan]], [[Korea Utara]], [[Laos]], [[Malaysia]], [[Myanmar]], [[Nepal]], [[Pakistan]], [[Sri Lanka]], [[Taiwan]], [[Thailand]], dan [[Vietnam]]. Padi sawah juga ditanam di Eropa seperti di [[Piedmont]] ([[Italia]]) dan [[Camargue]] ([[Prancis]]).<ref>{{cite web|url=http://www.riz-camargue.com/pages-uk/moisparmois.html |title=Riz de Camargue, Silo de Tourtoulen, Riz blanc de Camargue, Riz et céréales de Camargue |publisher=Riz-camargue.com |date= |accessdate=2013-04-25}}</ref>
 
Sawah merupakan salah satu sumber utama emisi [[metana]] atmosferik dan diperkirakan mengemisikan antara 50 hingga 100 juta ton gas metana per tahun.<ref>{{cite web|url=http://www.ghgonline.org/methanerice.htm Methane gas generation from paddy fields
|title=Methane Sources - Rice Paddies|accessdate=2007-07-15}}</ref><ref>{{cite web|url=http://www.sptimes.com/2007/05/02/Worldandnation/Scientists_blame_glob.shtml |title=Scientists blame global warming on rice |publisher=Sptimes.com |date=2007-05-02 |accessdate=2013-04-25}}</ref> Sebuah studi menunjukan dengan mengeringkan sawah untuk sementara sambil mengaerasikan tanah bermanfaat untuk mengganggu emisi gas metana dan juga meningkatkan hasil padi.<ref>{{cite web
|url=http://www.gsfc.nasa.gov/topstory/2002/1204paddies.html
|title=Shifts in rice farming practices in China reduce greenhouse gas methane |accessdate=2002-12-19}}</ref>
 
== Referensi ==
{{reflist}}
 
== Bahan bacaan terkait ==
 
* Bale, Martin T. Archaeology of Early Agriculture in Korea: An Update on Recent Developments. ''Bulletin of the Indo-Pacific Prehistory Association'' 21(5):77-84, 2001.
== Pranala luar ==
* Barnes, Gina L. Paddy Soils Now and Then. ''World Archaeology'' 22(1):1-17, 1990.
{{Commons|Paddy field|Sawah}}
* Crawford, Gary W. and Gyoung-Ah Lee. Agricultural Origins in the Korean Peninsula. ''Antiquity'' 77(295):87-95, 2003.
* Kwak, Jong-chul. Urinara-eui Seonsa – Godae Non Bat Yugu [Dry- and Wet-field Agricultural Features of the Korean Prehistoric].In ''Hanguk Nonggyeong Munhwa-eui Hyeongseong'' [The Formation of Agrarian Societies in Korea]: 21-73. Papers of the 25th National Meetings of the [[Korean Archaeological Society]], Busan, 2001.
 
== Pranala luar ==
{{Commons category|Paddy field|Sawahfields}}
*[http://www.imaginatorium.org/sano/tanbo.htm How a paddy-field works]
{{pertanian-stub}}
 
[[Kategori:Pertanian]]
[[Kategori:Manajemen lahan]]
[[Kategori:Padi]]
[[Kategori:Air dan lingkungan]]
 
[[de:Reis#Reisanbau]]
21.275

suntingan