Suwarsih Djojopuspito: Perbedaan revisi

40 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
Membalikkan revisi 7492980 oleh Sunaryo Joyopuspito (bicara)
(Membalikkan revisi 7492980 oleh Sunaryo Joyopuspito (bicara))
Setelah lulus tahun 1932 pindah ke [[Purwakarta]] kesempatan pertama menjadi guru di sana, kemudian tahun 1933 menikah dengan [[Sugondo Djojopuspito]] di Cibadak dan pindah ke [[Bandung]] menjadi guru di Perguruan Tamansiswa Bandung di mana Kepala Sekolah adalah suaminya, padahal memiliki ijazah sebagai guru sekolah Belanda yang seharusnya mengajar di sekolah Belanda namun lebih memilih perguruan pribumi dan aktif dalam ''Perkoempoelan Perempoean Soenda'' sebagai anggota. Kakaknya, yang bernama Suwarni, menikah dengan Mr. [[A.K.Pringgodigdo]].
 
PadaTahun tahun1934, 1933suaminya ketika([[Sugondo Djojopuspito]]) kena larangan mengajar (Onderwijs Verbod) oleh Pemerintah Hindia Belanda ketika di bawah Pemerintahanpimpinan Gubernur General Mr. [[Bonifacius Cornelis de Jonge]], makabersamaan dengan ditangkapnya para aktivis politik mulai(tahun ditangkap. Ir.1933 [[Soekarno]] ditangkap dan diasingkandibuang ke [[Flores]] kemudian dipindahkan ke [[Bengkulu. Kemudian pada]], tahun 1934 gilirannya [[Mohammad Hatta]] dan [[Sutan Syahrir]] ditangkap dan diasingkandibuang ke [[Boven Digoel]], kemudian dipindahkan ke [[Banda Neira]]). Namun kemudian tahun 1935 Onderwijs Verbod dicabut oleh Pemerintah Hindia Belanda.
 
SelanjutnyaTahun tahun 19341935 itu juga, giliranpindah suaminyake (Sugondo Djojopuspito) juga ditangkapBogor, namunsetelah tidakOnderwijs terbukti bahwa ia anggauta partai, sehingga ia hanya mendapatVerbod (larangan mengajar (Onderwijs Verbod) olehdari Pemerintah Hindia Belanda. Setelah larangan mengajarsuaminya dicabut tahun 1935, ia dan suaminya pindah ke Bogor dan mendirikan Sekolahsekolah ''Loka Siswa'', namun sepitak ada murid, sehingga ditutup. PadaKemudian tahun 1936 pindah ke Semarang mencari pekerjaan ikut suami yang diterima bekerja sebagai guru Tamansiswa Semarang, dan kembaliSuwarsih pindahbekerja kedi Bandungsekolah Drs. Sigit. Kemudian tahun 1938 pindah ke Bandung dan mengajar di Pergoeroean Soenda.
 
Ketika keadaan Eropa genting, menjelang Perang Dunia II, maka pada tahun 1940 Soewarsih pindah ke Batavia mengisi lowongan guru yang ditinggal pergi orang Balanda. Ia menjadi guru di GOSVO (Gouvernement Opleiding School voor Vak Onderwijzeressen Paser Baroe Batavia - Sekolah Guru Kepandaian Putri Negeri Pasar Baru Batavia - sekarang SMKN 27 Pasar Baru). Seperti diketahui pada waktu itu hanya ada 2 SGKP, yang lain adalah OSVO Soerabaia. Ia juga dipercaya oleh kenalannya yang pulang ke Eropa untuk menjaga rumah di daerah elite Menteng (Tjioedjoengweg, sekarang Jl. Teluk Betung belakang HI).
40.380

suntingan