Fernando de Magelhaens: Perbedaan revisi

392 bita dihapus ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Magelhaens kini sangat berhasrat untuk melakukan apa yang gagal dilakukan Columbus—menemukan rute barat menuju [[Timur]], yang ia yakin lebih pendek daripada rute sebelah timur. Tetapi ia membutuhkan dukungan finansial. Maka, karena masih merasa jengkel atas kegusaran Manuel, ia melakukan apa yang Columbus sendiri lakukan beberapa tahun sebelumnya—ia meminta dukungan raja [[Spanyol]].
 
== Persiapan Pelayaran Menuju Maluku ==
== Raja Spanyol Mendukung, Raja Portugal Menghalangi ==
 
Dengan peta terbuka lebar, Magelhaens menyajikan pendapatnya kepada penguasa muda [[Spanyol]], Charles I, yang sangat berminat akan rute sebelah barat ke Kepulauan Rempah yang diajukan Magelhaens karena ini akan menutup jalur perdagangan [[Portugal]]. Selain itu, Magelhaens memberitahunya bahwa Kepulauan Rempah boleh jadi sebenarnya berada di wilayah Spanyol, bukan Portugal! .
 
Charles diyakinkan. Ia memberi Magelhaens lima kapal tua untuk diperbaiki dan dipersiapkan guna ekspedisi tersebut, mengangkat dia menjadi kapten-jenderal armada itu, dan menjanjikannya pembagian laba dari rempah-rempah yang dibawa pulang. Magelhaens segera mulai bekerja. Tetapi karena upaya-upaya licik Raja Manuel untuk menyabot proyek tersebut, dibutuhkan lebih dari satu tahun hingga armada tersebut akhirnya siap untuk pelayarannya yang bersejarah.
 
== Keberangkatan ==
== Prestasi Navigasi Terbesar Sepanjang Masa ==
 
Pada tanggal [[20 September]] [[1519]], ''San Antonio'', ''Concepción'', ''Victoria'', dan ''Santiago''—yang terbesar hingga yang terkecil—mengikuti kapal induk Magelhaens, ''Trinidad'', kapal terbesar kedua, seraya mereka berlayar menuju Amerika Selatan. Pada tanggal [[13 Desember]], mereka mencapai [[Brasil]], dan sambil menatap Pāo de Açúcar, atau Pegunungan Sugarloaf, yang mengesankan, mereka memasuki teluk [[Rio de Janeiro]] yang indah untuk perbaikan dan mengisi perbekalan. Kemudian mereka melanjutkan ke selatan ke tempat yang sekarang adalah [[Argentina]], senantiasa mencari-cari ''el paso'', jalur yang sulit ditemukan yang menuju ke [[Samudra|samudera]] lain. Sementara itu, udara semakin dingin dan gunung es mulai tampak. Akhirnya, pada tanggal [[31 Maret]] [[1520]], Magelhaens memutuskan untuk melewatkan musim salju di pelabuhan San Julián yang dingin.
Pelayaran tersebut kini telah memakan waktu enam kali lebih lama daripada pelayaran Columbus mengarungi [[Samudra Atlantik]] yang pertama kali—dan belum terlihat satu selat pun! Semangat juang mereka mulai sedingin cuaca di San Julián, dan pria-pria, termasuk beberapa kapten serta perwira, merasa putus asa dan ingin pulang saja. Tidaklah mengherankan bila terjadi pemberontakan. Namun, berkat tindakan yang cepat dan tegas di pihak Magelhaens, hal itu digagalkan dan dua pemimpin pemberontak tersebut tewas.
 
{{sorot|Kehadiran kapal asing di pelabuhan pastilah menarik perhatian penduduk lokal yang kuat—dankuat dan berbadan besar. Merasa seperti orang kerdil dibandingkan dengan raksasa-raksasa ini, }}para pengunjung tersebut menyebut daratan itu Patagonia—dari kata [[Bahasa Spanyol|Spanyol]] yang berarti "''kaki besar"—hingga hari ini''. Mereka juga mengamati '"serigala laut sebesar anak lembu, serta angsa berwarna hitam dan putih yang berenang di bawah air, makan ikan, dan memiliki paruh seperti gagak'.", Tentu saja tidak lain tidak bukan adalah anjing laut dan pinguin!.
 
Daerah [[Garis lintang|lintang]] [[Kutub Selatan|kutub]] cenderung mengalami badai yang ganas secara tiba-tiba, dan sebelum musim dingin berakhir, armada itu mengalami korban pertamnya—''Santiago'' yang kecil. Namun, untunglah para awaknya dapat diselamatkan dari kapal yang karam itu. Setelah itu, keempat kapal yang masih bertahan, bagaikan ngengat kecil bersayap yang terpukul di tengah arus laut yang membeku dan tak kunjung reda, berjuang sekuat tenaga menuju ke selatan ke perairan yang semakin dingin—hingga tanggal [[21 Oktober]]. {{sorot|Berlayar di bawah guyuran air hujan yang membeku, semua mata terpaku pada sebuah celah di sebelah barat. ''El paso?'' Ya! Akhirnya, mereka berbalik dan memasuki selat yang belakangan dikenal sebagai [[Selat Magelhaens]]! Namun, bahkan momen kemenangan ini ternoda. }}''San Antonio'' dengan sengaja menghilang di tengah jaringan rumit selat itu dan kembali ke Spanyol.
 
Ketiga kapal yang masih bertahan, diimpit oleh teluk yang sempit di antara tebing-tebing berselimut salju, dengan gigih berlayar melewati selat yang berkelok-kelok itu. Merek mengamati begitu banyaknya api di sebelah selatan, kemungkinan dari perkemahan orang Indian, jadi mereka menyebut daratan itu Tierra del Fuego, “Tanah Api”.
== Pencobaan yang Hebat di Samudera Pasifik ==
 
Setelah melewati lima minggu yang menyiksa, mereka berlayar menuju sebuah samudra yang sedemikian tenangnya sehingga Magelhaens menamakannya '''Pasifik'''. Pria-pria itu memanjatkan doa, menyanyikan himne, dan merayakan penaklukan itu dengan menembakkan meriam. Tetapi kebahagiaan merekmereka berumur pendek. Mereka dihadang bencana yang lebih hebat daripada yang sudah-sudah, karena perairan ini ternyata bukan laut kecil yang mereka bayangkan—laut ini seolah-olah tak berujung, dan mereka semakin lapar, semakin lemah, dan semakin banyak yang sakit.
 
Antonio Pigafetta, seorang [[Italia]] yang tangguh, membuat semcamsemacam jurnal. Ia menulis, "Hari [[Rabu]], tanggal dua puluh delapan [[November]] [[1520]], kami . . . memasuki Laut Pasifik, dan selama tiga bulan dua puluh hari kami belum mengisi perbekalan . . .Kami hanya makan biskuit busuk yang telah menjadi remah, dan penuh dengan belatung, dan berbau busuk akibat kotoran tikus di atasnya . . . dan kami minum air yang berwarna kuning dan berbau busuk. Kami juga makan kulit sapi . . . , serbuk gergaju, dan tikus-tikus yang masing-masing berharga setengah keping emas, tetapi tidak banyak yang dapat kami tangkap". Jadi, seraya angin segar terus menerpa layar mereka dan air jernih menyelusup di bawah ujung geladak mereka, pria-pria ini tergeletak sekarat akibat kudis. Sembilan belas orang meninggal pada saat mereka mencapai Kepulauan Mariana, pada tanggal [[6 Maret]] [[1521]].
 
Tetapi di sini, karena bentrok dengan penduduk pulau, mereka hanya berhasil mendapat sedikit makanan segar sebelum berangkat. Kemudian, pada tanggal [[16 Maret]], mereka melihat [[Filipina]]. Akhirnya, akhirnya semua pria ini mendapat makanan yang baik, beristirahat, dan memulihkan kesehatan dan kekuatan mereka.
 
== Kematian ==
== Tragedi—Runtuhnya Suatu Impian ==
 
Sebagai pria yang sangat religius, Magelhaens mengajak banyak penduudukpenduduk lokal dan penguasa mereka pada agama Katolik. Tetapi semangatnya juga menjadi kebinasaannya. Ia menjadi terlibat dalam pertikaian antarsuku dan, dengan hanya 60 pria, menyerang sekitar 1.500 penduduk pribumi, dengan keyakinan bahwa senapan busur, senapan kuno, dan Allah akan menjamin kemenangannya. Sebaliknya, ia dan sejumlah bawahannya tewas. Magelhaens berusia sekitar 41 tahun. Pigafetta yang setia meratap, 'Mereka membunuh cerminan, penerang, penghibur, dan penuntun sejati kita'. Beberapa hari kemudian, sekitar 27 perwira yang hanya menyaksikan dari kapal mereka, dibunuh oleh para kepala suku yang sebelumnya bersahabat.
 
Sewaktu Magelhaens tewas, ia berada di lingkungan yang tidak asing. Sedikit ke arah selatan terletak Kepulauan Rempah dan ke arah barat, Malaka, tempat ia pernah berjuang pada tahun [[1511]]. Seandainya, sebagaimana diperkirakan oleh beberapa sejarawan, ia berlayar ke Filipina setelah pertempuran di Malaka, maka sesungguhnya ia telah mengelilingi bola bumi—meskipun, tentu saja, tidak dalam sekali jalan. Ia telah mencapai Filipina dari timur dan barat.
 
== Bencana Merongrong Pelayaran Pulang ==
 
Karena sekarang jumlah awak pelayaran itu tinggal sedikit, tidak mungkin untuk berlayar dengan tiga kapal, jadi mereka menenggelamkan ''Concepción'' dan berlayar dengan dua kapal yang masih tinggal ke tujuan terakhir mereka, Kepulauan Rempah. Kemudian, setelah mengisi muatan dengan rempah-rempah, kedua kapal itu berpisah. Akan tetapi, awak kapal ''Trinidad'' ditangkap oleh Portugal dan dipenjarakan.
 
Namun, ''Victoria'', di bawah komando mantan pemberontak Juan Sebastián de Elcano, luput. Sambil menghindari semua pelabuhan kecuali satu, mereka mengambil risiko melewati rute Portugal mengelilingi Tanjung Harapan. Namun, tanpa berhenti untuk mengisi perbekalan merupakan strategi yang mahal. Sewaktu mereka akhirnya mencapai Spanyol pada tanggal [[6 September]] [[1522]]—tiga tahun sejak keberangkatan mereka—hanya 18 pria yang sakit dan tidak berdaya yang bertahan hidup. Meskipun demikian, tidak dapat dibantah bahwa merekalah orang pertama yang berlayar mengelilingi bumi. Juan Sebastián de Elcano pun menjadi pahlawan. Sungguh suatu hal yang menakjubkan, muatan rempah ''Victoria'' seberat 26 ton menutup ongkos seluruh ekspedisi!
 
{{cquote|'''"Fernando de Magelhaens—Pria yang Membuka Pintu Dunia"'''}}
 
== Nama Magelhaens Terus Dikenang ==
Selama bertahun-tahun, Magelhaens tidak mendapat tempat semestinya dalam sejarah. Disimpangkan oleh laporan para kapten yang memberontak, orang-orang Spanyol menodai reputasinya, mengatakan bahwa ia seorang bengis dan tidak becus. Orang Portugis mencapnya sebagai pengkhianat. Sungguh menyedihkan, catatannya lenyap sewaktu ia meninggal, kemungkinan dimusnahkan oleh orang-orang yang akan dirugikan olehnya. Tetapi berkat Pigafetta yang gigih—salah seorang dari 18 navigator yang selamat itu—dan sekitar 5 anggota lainnya dalam ekspedisi tersebut, nama Magelhaens mendapat tempat dalam catatan sejarah dunia.
 
Pada waktunya, sejarah mengubah penilaiannya, dan dewasa ini nama Magelhaens mendapat kehormatan yang selayaknya. Sebuah selat menyandang namanya, demikian juga Awan Magelhaens—dua galaksi yang kabur di sebelah selatan yang pertama kali dilukiskan oleh awaknya—dan pesawat ruang angkasa Magellan (nama Fernando de Magelhaens dalam bahasa Inggris, Ferdinand Magellan). Yang terakhir, kita tentu saja berutang nama dari samudra terbesar di dunia—'''[[Samudra Pasifik]]'''—kepada Magelhaens.
 
Sesungguhnya, "tidak ada pelayaran manusia yang sedemikian penting hingga mendaratnya Apollo 11 di [[Bulan]], 447 tahun kemudian", demikian tulis Richard Humble, dalam ''The Voyage of Magellan''. Mengapa pelayaran Magelhaens sedemikian penting? Pertama, ia membuktikan bahwa Amerika bukan bagian serta tidak berdekatan dengan [[Asia]], sebagaimana yang dipikirkan oleh Columbus. Kedua, pada akhir pelayaran itu, perbedaan satu hari dalam tanggal memperlihatkan perlunya menetapkan suatu garis penanggalan internasional. Dan terakhir, sebagaimana dikatakan penulis sains Isaac Asimov, ia memperlihatkan bahwa bumi berbentuk bulat selaras dengan [[Alkitab]] yang ia percayai. Alkitab sendiri telah menyatakannya lebih dari 2.250 tahun. ([[Kitab Yesaya|Yesaya]] 40:22; bandingkan [[Kitab Ayub|Ayub]] 26:7)
 
== Selamat ==
Ketika satu kapal yang selamat, ''Victoria'', kembali ke pelabuhan setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi dunia yang pertama kali, hanya 18 orang laki-laki dari 237 laki-laki yang berada di kapal pada awal keberangkatan. Di antara yang selamat, terdapat dua orang ItaliItalia, [[Antonio Pigafetta]] dan Martino de Judicibus. '''Martino de Judicibus''' ({{lang-es|'''Martín de Judicibus'''}}) adalan orang dari Genoa<ref>Documents related to the questioning performed by the Spanish [[Maximilianus Transylvanus|authorities]] after the 18 survivors of the voyage returned to Seville in 1522 report that de Judicibus was born in [[Savona]], [[Italia]].</ref> yang bertindak sebagai [[Kepala Pelayan]]. Ia bekerja dengan Ferdinand Magellan pada perjalanan historisnya untuk menemukan rute barat ke [[Kepulauan Rempah-rempah]] [[Indonesia]]. <ref>A. Pigafetta, «Il viaggio di Magellano intorno al mondo», review by James Alexander ROBERTSON, Cleveland USA, 1906, Ed. Arthur Clark</ref> Sejarah perjalanannya diabadikan dalam pendaftaran nominatif pada '''Archivo General de Indias''' di [[Seville]], [[Spanyol]]. Nama keluarga ini disebut dengan patronimik Latin yang tepat, yakni: "de Judicibus". Pada awalnya ia ditugaskan pada ''Caravel '''Concepción''''', satu dari lima armada Spanyol milik Magellan. Martino de Judicibus memulai ekspedisi ini dengan gelar kapten.
 
== Referensi ==
1.242

suntingan