Pinehas: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
EmausBot (bicara | kontrib)
k Bot: Migrasi 13 pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:Q128063
Relly Komaruzaman (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1:
'''Pinehas''' ({{Hebrew Name|פִּינְחָס|Pinəḥas|Pinchas}}; {{lang-en|Phinehas}}) adalah seorang [[imam]] dari [[suku Lewi]], [[Imam Besar Yahudi]] ketiga, menggantikan ayahnya, [[Eleazar bin Harun]] menurut catatan [[Alkitab Ibrani]] atau [[Perjanjian Lama]] [[Alkitab]] [[Kristen]]. Ia adalah cucu keponakan [[Musa]]. Ibunya adalah salah seorang anak perempuan Putiel.<ref>{{Alkitab|Keluaran 6:25}}</ref> Selama perjalanan bangsa Israel di padang gurun, Pinehas bin Eleazar mengepalai penjaga-penjaga ambang pintu masuk Kemah Suci.<ref>{{Alkitab|1 Tawarikh 9:19-20}}</ref> Pinehas dikenal sejak masa mudanya karena keberaniannya dalam menegakkan hukum Allah pada peristiwa Baal-Peor di Abila (Perea) Sitim dengan giat (''kanahi'') menghapuskan kebejatan moral bangsa Israel akibat godaan bangsa Moab dan Midian untuk menyembah Baal-Peor.<ref name="Pinehas1">{{Alkitab|Bilangan 25:1-9}}</ref>
 
== Nama ==
Sejumlah pakar berpendapat nama Pinehas berasal dari bahasa Mesir ''Pa-nehasi'' dari kata "Nehesi" (akar kata ''nhjs'') yang artinya "selatan" menunjuk kepada orang-orang dari daerah Nubia di sebelah selatan Mesir. Kemudian nama Mesir ini juga dipakai untuk memanggil orang Nubia dan orang berkulit hitam. dan<ref>"Oxford Guide to the Bible" dan "Brown-Driver-Briggs Hebrew and English Lexicon"</ref><ref>{{cite book |title=Oxford History of the Bible |first=Bruce M. |last=Metzger |first2=Michael D. |last2=Coogan |year=1993 |location= |publisher= |page=11 |isbn= }}</ref> Orang-orang Yahudi menafsirkan nama ini dari gabungan kata Ibrani "peh" artinya "mulut" dan "nhsh", akar kata yang menghasilkan kata "nahash", artinya "ular" atau "tanda". Akar kata ini juga menghasilkan "nehoshet" (tembaga), "nahush" (perunggu) dan "nehusha" (tembaga atau perunggu).<ref>[http://www.htmlbible.com/sacrednamebiblecom/kjvstrongs/STRHEB51.htm#S5172 nahash]</ref> ''The Theological Wordbook of the Old Testament'' menulis arti namanya sebagai "yang berkulit perunggu".<ref>{{cite book |first=Gleason |last=Archer |first2=R. Laird |last2=Harris |first3=Bruce |last3=Waltke |title=Theological Wordbook of the Old Testament |location=Chicago |publisher= |year=2003 |isbn= }}</ref>
 
== Peristiwa [[Baal-Peor]] ==
*Peristiwa ini terjadi setelah kisah [[Bileam]] bin Beor yang dipanggil oleh [[Balak]] bin Zipor, raja Moab, untuk mengutuki bangsa Israel. Namun, setelah diperingatkan Allah melalui peristiwa keledainya yang dapat berbicara dan penampakan malaikat yang siap membunuhnya, Bileam hanya bersedia mengatakan apa yang diberikan Allah kepadanya. Tiga kali Bileam dibawa ke tempat untuk dapat melihat perkemahan Israel, tetapi tiga kali itu pula Bileam memberkati bangsa Israel, kemudian ia dan Balak pulang ke rumah mereka masing-masing.<ref>{{Alkitab|Bilangan 22-24}}</ref>
*Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinahberzina dengan perempuan-perempuan Moab. Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu. Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel; sehingga turunlah tulah besar menimpa orang Israel. Orang yang mati karena tulah itu ada 24.000 orang banyaknya. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel." Lalu berkatalah Musa kepada hakim-hakim Israel: "Baiklah masing-masing kamu membunuh orang-orangnya yang telah berpasangan dengan Baal-Peor." Pada waktu Musa dan segenap umat Israel yang sedang bertangis-tangisan di depan pintu Kemah Pertemuan, datanglah salah seorang Israel membawa seorang perempuan Midian kepada sanak saudaranya. Ketika hal itu dilihat oleh Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, bangunlah ia dari tengah-tengah umat itu dan mengambil sebuah tombak di tangannya, mengejar orang Israel itu sampai ke ruang tengah, dan menikam mereka berdua, yakni orang Israel dan perempuan itu, pada perutnya. Maka berhentilah tulah itu menimpa Israel.<ref name="Pinehas1" /> Nama orang Israel yang mati terbunuh bersama-sama dengan perempuan Midian itu ialah Zimri bin Salu, pemimpin salah satu puak orang Simeon, dan nama perempuan Midian yang mati terbunuh itu ialah Kozbi binti Zur; Zur itu adalah seorang kepala kaum--yaitu puak--di Midian.<ref>{{Alkitab|Bilangan 25:14-15}}</ref>
*TUHAN berfirman kepada Musa: "Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, telah menyurutkan murka-Ku dari pada orang Israel, oleh karena ia begitu giat (bahasa Ibrani: ''kanahi'', bahasa Inggris:''holy zeal'') membela kehormatan-Ku di tengah-tengah mereka, sehingga tidaklah Kuhabisi orang Israel dalam cemburu-Ku. Sebab itu katakanlah: Sesungguhnya Aku berikan kepadanya perjanjian keselamatan yang dari pada-Ku untuk menjadi perjanjian mengenai keimaman selama-lamanya bagi dia dan bagi keturunannya, karena ia telah begitu giat membela Allahnya dan telah mengadakan pendamaian bagi orang Israel."<ref>{{Alkitab|Bilangan 25:10-13}}</ref>
*Peristiwa ini dikenang dalam [[Kitab Mazmur]]:<ref>{{Alkitab|Mazmur 106:28-31}}</ref><br />
Baris 10 ⟶ 12:
*[[Kitab Bilangan]] mencatat adanya hubungan antara Bileam dengan peristiwa Baal-Peor: "Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN."<ref>{{Alkitab|Bilangan 31:16}}</ref>
*[[Kitab Wahyu]] dalam [[Perjanjian Baru]] [[Alkitab]] [[Kristen]] mencatat bahwa [[Yesus]] mengutip peristiwa ini dalam perkataannya kepada jemaat di Pergamus:<ref>{{Alkitab|Wahyu 2:14}}</ref><br />
"Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah[[zina]]."
*Sejarahwan [[Flavius Yosefus]] yang menulis pada abad pertama Masehi memberikan keterangan lebih panjang mengenai peristiwa ini. Menurutnya, Bileam meskipun tidak menyampaikan kutukan kepada bangsa Israel, menasehati Balak dan para pemimpin Midian cara untuk membuat Israel terkutuk, yaitu dengan membuat mereka berdosa kepada Allah. Bileam menyuruh mereka mengirim wanita-wanita paling cantik untuk membujuk orang-orang Israel untuk menyembah berhala. Siasat ini berhasil dan dalam waktu singkat banyak orang Israel tergoda dan disesatkan.<ref>Flavius Josephus, [http://www.gutenberg.org/catalog/world/readfile?fk_files=2359&pageno=114 Antiquities of the Jews, Book IV, Chapter VI, Paragraphs 6-12]</ref>.
*Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lawanlah orang Midian itu, dan tewaskanlah mereka, sebab mereka telah melawan kamu dengan daya upaya yang dirancang mereka terhadap kamu dalam hal Peor dan dalam hal Kozbi, saudara mereka, yakni anak perempuan seorang pemimpin Midian; Kozbi itu mati terbunuh pada waktu turunnya tulah karena Peor itu."<ref>{{Alkitab|Bilangan 25:16-13}}</ref>