Cacing tambang: Perbedaan revisi

1.988 bita dihapus ,  13 tahun yang lalu
hilangkan bagian yg disembunyikan, +stub, -rapikan, -gabung
(hilangkan bagian yg disembunyikan, +stub, -rapikan, -gabung)
{{gabungkepada|Cacingan}}
{{rapikan}}
{{Taxobox
| color = pink
| name = ''Necator americanus'' dan ''Ancylostoma duodenale''
| image = Hookworms.JPG
| image_width =
| image_caption =
| regnum = [[Hewan|Animalia]]
| phylum = [[Nematoda]]
| familia = [[Ancylostomatidae]]
| genus = [[Necator]]/[[Ancylostoma]]
| subdivision_ranks = spesiesSpesies
| subdivision = '''N. americanus'''<br>'''A. duodenale'''<br>
'''N. americanus'''<br>'''A. duodenale'''<br>
}}
 
'''Cacing tambang''' atau '''cacing cambuk''' adalah [[cacing parasit]] ([[nematoda]]) yang hidup pada [[usus kecil]] inangnya (''host''), yang dapat berupa [[mamalia]] seperti [[kucing]], [[anjing]] ataupun [[manusia]]. Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, ''Ancylostoma duodenale'' dan ''Necator americanus''. ''Necator americanus'' banyak ditemukan di [[Amerika]], [[Sub-Sahara Afrika]], [[Asia Tenggara]], [[Cina]], and [[Indonesia]], sementara ''A. duodenale'' lebih banyak di [[Timur Tengah]], [[Afrika Utara]], [[India]], dan [[Eropa]] bagian selatan. Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab, dengan tingkat kebersihan yang buruk.
 
Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab, dengan tingkat kebersihan yang buruk.
 
''Ancylostoma duodenale'' ditemukan di daerah [[Mediterania]], [[India]], [[Cina]] dan [[Jepang]]. ''Necator americanus'' ditemukan di daerah tropis [[Afrika]], [[Asia]] dan [[Amerika]].
 
<!--
==PENYEBAB==
 
Penyebabnya adalah cacing gelang usus, yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus.
 
Telur dari kedua cacing tersebut ditemukan di dalam tinja dan menetas di dalam tanah setelah mengeram selama 1-2 hari. Dalam beberapa hari, larva dilepaskan dan hidup di dalam tanah.
Manusia bisa terinfeksi jika berjalan tanpa alas kaki diatas tanah yang terkontaminasi oleh tinja manusia, karena larva bisa menembus kulit.
 
Telur Cacing Tambang
 
Larva sampai ke paru-paru melalui pembuluh getah bening dan aliran darah. Lalu larva naik ke saluran pernafasan dan tertelan.
Sekitar 1 minggu setelah masuk melalui kulit, larva akan sampai di usus. Larva menancapkan dirinya dengan kait di dalam mulut mereka ke lapisan usus halus bagian atas dan mengisap darah.
 
Siklus Hidup Cacing Tambang
 
==GEJALA==
 
Ruam yang menonjol dan terasa gatal (ground itch) bisa muncul di tempat masuknya larva pada kulit.
Demam, batuk dan bunyi nafas mengi (bengek) bisa terjadi akbiat berpindahnya larva melalui paru-paru.
 
Cacing dewasa seringkali menyebabkan nyeri di perut bagian atas.
Anemia karena kekurangan zat besi dan rendahnya kadar protein di dalam darah bisa terjadi akibat perdarahan usus.
 
Kehilangan darah yang berat dan berlangsung lama, bisa menyebabkan pertumbuhan yang lambat, gagal jantung dan pembengkakan jaringan yang meluas pada anak-anak.
 
==DIAGNOSA==
 
Jika timbul gejala, maka pada pemeriksaan tinja penderita akan ditemukan telur cacing tambang.
Jika dalam beberapa jam tinja dibiarkan dahulu, maka telur akan mengeram dan menetaskan larva.
 
==PENGOBATAN==
 
Prioritas utama adalah memperbaiki anemia dengan cara memberikan tambahan zat besi per-oral atau suntikan zat besi.
Pada kasus yang berat mungkin perlu dilakukan transfusi darah.
 
Jika kondisi penderita stabil, diberikan obat pirantel pamoat atau mebendazol selama 1-3 hari untuk membunuh cacing tambang.
Obat ini tidak boleh diberikan kepada wanita hamil karena bisa membahayakan janin yang dikandungnya.
 
-->
 
==Pranala luar==
* {{id}} [http://www.medicastore.com/med/detail_pyk.php?iddtl=97&idktg=20&UID=20070122081254202.73.125.11 Infeksi Cacing Tambang]
 
{{hewan-stub}}
[[Kategori:Parasit]]