Buka menu utama

Perubahan

2.981 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Di saat yang sama pertanian diketahui memberikan pengaruh terhadap perubahan iklim karena menyumbang [[gas rumah kaca]] seperti [[karbon dioksida]] dari [[alat dan mesin pertanian|mesin pertanian]] dan [[pembakaran hutan]], [[metan]] dari pelapukan sampah pertanian dan [[kotoran]] [[ternak]], dan [[NO2]]. Selain itu, pertanian juga memberikan pengaruh dari aktivitas pengubahan [[pemanfaatan lahan|fungsi lahan]].<ref>[http://www.ipcc.ch/SPM2feb07.pdf UN Report on Climate Change]. Retrieved 25 June 2007.</ref>
 
===Deforestasi===
{{Main|Deforestasi}}
Salah satu penyebab deforestasi adalah sistem tebang habis untuk mengubah hutan menjadi lahan pertanian. Berdasarkan [[Norman Myers]], diketahui bahwa 5% lahan hutan yang mengalami deforestasi digunakan sebagai lahan peternakan, 19% diakibatkan oleh [[penebangan hutan]] berlebih, 22% karena perluasan lahan [[perkebunan]] [[kelapa sawit]], dan 54% karena parktek [[tebang dan bakar]].<ref>{{cite web | url=http://news.mongabay.com/2008/0515-hance_myers.html | title=Tropical deforestation is 'one of the worst crises since we came out of our caves' | first=Jeremy | last=Hance | work=Mongabay.com / A Place Out of Time: Tropical Rainforests and the Perils They Face | date=May 15, 2008}}</ref>
 
Di tahun 2000, PBB melalui FAO menemukan bahwa deforestasi mampu menyebabkan tekanan terhadap populasi dan stagnasi ekonomi, sosial, dan teknologi."<ref name=population1>{{cite web | url=http://www.fao.org/sd/WPdirect/WPan0050.htm | title=Population and deforestation | author=Alain Marcoux | date=August 2000 | work=SD Dimensions | publisher=Sustainable Development Department, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO)}}</ref>
 
== Pencemaran genetik ==
[[Berkas:Monsanto_Protests_in_Washington_DC_-_Stierch_02.JPG|thumb|right|Protes anti GMO di Washington]]
Kontroversi dari [[bahan pangan termodifikasi secara genetika]] (''genetically modified'', GM) melibatkan berbagai pihak dari [[konsumen]], perusahaan [[bioteknologi]], pembuat kebijakan, [[LSM|organisasi nirlaba]], dan ilmuwan. Bidang yang diperdebatkan diantaranya apakah makanan GM harus diberikan label, peran pemerintah sebagai pembuat kebijakan, dampak makanan GM pada kesehatan dan lingkungan, efek resistansi [[pestisida]], dampak [[tanaman]] pertanian GM terhadap [[petani]], dan peran tanaman pertanian GM sebagai penghasil bahan pangan bagi populasi dunia.
 
[[Organisme termodifikasi secara genetik]] juga mengundang risiko terjadinya pencemaran genetika akibat penyerbukan antara tanaman GM dan tanaman non GM di lokasi pertanian. Selain itu, benih tanaman GM yang tersebar ke alam liar juga mengundang keresahan serupa. Fenomena ini disebut dengan [[kontaminasi benih]]. Sebagian besar proses [[penyerbukan]] terjadi oleh angin dan serangga yang tidak mampu dikendalikan secara penuh oleh manusia.
 
==Irigasi==
{{Main|Dampak lingkungan dari irigasi}}
[[Irigasi]] dapat memicu berbagai masalah, diantaranya:<ref>ILRI, 1989, Effectiveness and Social/Environmental Impacts of Irrigation Projects: a Review. In: Annual Report 1988, International Institute for Land Reclamation and Improvement (ILRI), Wageningen, The Netherlands, pp. 18 - 34 . On line: [http://www.waterlog.info/pdf/irreff.pdf]</ref>
 
* Berkurangnya [[akuifer]] [[air tanah]] secara drastis karena [[pengambilan air tanah berlebihan]]
* [[Subsiden]] tanah
* Ground [[subsidence]] karena ruang di antara bebatuan di bawah tanah yang seharusnya diisi air tanah, menjadi kosong sehingga berpotensi runtuh
* Tanah yang tidak diirigasi secara cukup dapat menyebabkan meningkatnya kadar garam tanah yang mengakibatkan [[salinisasi tanah]]. Tanah dengan kadar garam yang tinggi sulit untuk ditanami kembali.
* Irigasi dengan [[air asin]] akan menyebabkan tanah rusak
* Irigasi berlebihan menyebabkan polusi air karena tercucinya pupuk dan pestisida dari tanah pertanian ke ekosistem sekitar
* [[Aliran permukaan]] yang tidak ditata dengan baik mampu menyebabkan pencemaran [[air tanah]] dan [[air permukaan]]
 
==Polutan==
{{see also|Dampak lingkungan dari pestisida}}
Sejumlah besar penggunaan [[bahan kimia pertanian]] mampu menjadi polutan bagi lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Pupuk dan pestisida mampu terbawa air hujan dan mengendap di sungai dan badan air lainnya hingga terserap menuju ke air tanah. Pestisida kimia juga mampu mengakibatkan gangguan kesehatan bagi manusia, terutama pestisida [[organoklorida]]. [[Kontaminasi tanah]] juga bisa terjadi akibat penggunaan [[bahan kimia pertanian]] yang berlebihan.
 
==Lihat pula==
* [[Daftar masalah lingkungan]]
* [[Polusi pertanian]]
*[[Manajemen holistik]]
* [[Pertanian organik]]
*[[Pertanian bebas ternak]]
 
==Referensi==
21.075

suntingan